Saat Bahasa Indonesia Terpinggirkan di Ruang Publik Kampanye cinta Bahasa Indonesia dari Bank Indonesia (ANTARA FOTO/Feny Selly)

MerahPutih.Com - Balai Bahasa, Jawa Barat menggelar sosialisasi memartabatkan kembali Bahasa Indonesia di ruang publik dengan mendorong peran kepala daerah agar mengembalikan penggunaan bahasa negara di tengah masyarakat.

"Saat ini banyak ruang-ruang publik yang menggunakan bahasa asing, terutama bahasa Inggris," kata Kepala Balai Bahasa Jawa Barat Muchammad Abdul Khak di Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (3/8).

Ia mengatakan di tengah kemajuan saat ini penggunaan bahasa asing tidak bisa dihindari, apalagi sebagai bangsa yang berdaulat memiliki ciri khas negaranya.

Menurutnya semua pihak bersama-sama harus mencoba kembali bagaimana mempertahankan negara ini agar bermartabat melalui bahasa. Terutama di ruang-ruang publik seperti lokasi wisata, hotel, dan restoran.

"Ruang-ruang publik ini sangat tergantung pada kepala daerah sebagai pemilik ruang-ruang publik itu," katanya.

Selain itu, para pemilik hotel, restoran dan lainnya untuk sama-sama menertibkan dan memartabatkan kembali bahasa negara yakni Bahasa Indonesia.

Menurut dia jika tidak ada upaya, dikhawatir Bahasa Indonesia akan "hilang" nantinya, dalam artian bahwa ruang-ruang publik yang ada sudah tidak lagi menggambarkan jika sedang berada di Indonesia. Meskipun penggunaan bahasa asing di ruang publik bukan sesuatu yang "aneh".

"Karena memang ruang publik di negara manapun selain menggunakan bahasa negaranya namun tetap menggunakan bahasa asing," katanya.

Dalam sosialisasi Balai Bahasa tersebut, yang dihadir Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dan jajaran lainnya, Muchammad menambahkan penggunaan bahasa asing tidak dilarang, tetapi tetap mengutamakan penggunaan bahasa negara sendiri yakni Bahasa Indonesia.(*)

Sumber: ANTARA



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH