Saat Bahas Pandemi dan Vaksinasi, Megawati Minta Jokowi Tegar Hadapi COVID-19 Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri di Istana Negara saat pertemuan Presiden Jokowi dengan para pimpinan partai politik koalisi di Istana Negara Jakarta Rabu (25/8) (Youtube Sekretariat Presiden)

Merahputih.com - Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri berpesan kepada Presiden Joko Widodo agar tegar menghadapi pandemi COVID-19 di Indonesia. Pesan itu disampaikan Mega saat berbincang mengenai pandemi dan Vaksinasi COVID-19

"Waktu bertemu, saya bilang, 'Bapak yang tegar, ini bukan hanya kita saja, seluruh dunia'. Kita belum tahu kecepatan vaksinasi sebagai bagian dari pengobatan dan meruntuhkan virus ini berapa lama," kata Megawati Soekarnoputri dalam video yang diunggah di kanal Youtube Sekretariat Presiden, Sabtu (26/8).

Baca Juga

Sahabat Baru Koalisi Pendukung Jokowi

Megawati menyampaikan hal tersebut saat pertemuan Presiden Jokowi dengan pimpinan partai politik koalisi di Istana Negara Jakarta pada 25 Agustus 2021.

Ada tujuh pimpinan partai politik yang ikut dalam pertemuan tersebut, yaitu Ketum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Ketum Partai NasDem Surya Paloh, Ketum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar, Ketum PPP Suharso Manoarfa dan Ketum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan.

Menurut Mega, yang paling penting sebenarnya adalah satu kedisiplinan dari masyarakat dan pengetahuan singkat dari masyarakat bahwa sebenarnya vaksin ini bukan obat. "Tapi membuat imunitas kita menjadi tinggi," ungkap Megawati.

Presiden Joko Widodo mengumpulkan para pimpinan partai politik koalisi pemerintahan di Istana Negara Jakarta, Rabu (25/8) (Youtube Sekretariat Presiden)

Megawati menyebut masih ada masyarakat yang mempertanyakan mengapa sudah divaksin tapi masih terpapar COVID-19 karena lupa menjaga protokol kesehatan. "Itu sangat benar, bapak. Kita sudah benar. Makanya saya bilang dukung bapak, jalur kita sudah betul," tambah Megawati.

Presiden RI ke-5 tersebut mengatakan salah satu yang menjaga Indonesia saat COVID-19 adalah Pancasila.

"Apa yang membuat kita bisa seperti tadi Bapak katakan itu menurut saya karena kita punya Pancasila. Pancasila kalau di lapangan itu gotong royong," ungkap Megawati.

Baca Juga:

BIN Rangkul Eks Napiter Kembali ke Pangkuan NKRI

Salah satu hal yang dipuji Megawati dari pemerintahan Presiden Jokowi adalah terbitnya surat vaksin bagi mereka yang sudah divaksin.

"Untung sudah ada surat vaksinasi itu juga sebuah bagian yang saya bilang sangat efektif. Di sisi ekonomi, alau menurut saya, ini segera rakyat mengetahui bahwa vaksinasi ini bisa sangat berperan tapi tetap dengan prokes. Kan bgitu yg musti diomongkan maka namanya kehidupan ekonomi meskipun belum berjalan dengan penuh dapat dilakukan," tandas Megawati. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pekan Depan Polisi Ungkap Tersangka Kebakaran Lapas Tangerang
Indonesia
Pekan Depan Polisi Ungkap Tersangka Kebakaran Lapas Tangerang

Polda Metro Jaya bakal melakukan gelar perkara untuk menentukan siapa tersangka terkait kasus kebakaran Lapas Tangerang, pekan depan.

Apa Sih yang Disorot MKD dari Cekcok Arteria dan Ibunya dengan 'Anak Jenderal'?
Indonesia
Apa Sih yang Disorot MKD dari Cekcok Arteria dan Ibunya dengan 'Anak Jenderal'?

Arteria disarankan agar tidak memenuhi panggilan tersebut

Anggota DPR Ini Minta Filosofi Dibuatnya UU ITE Dikembalikan ke Awal
Indonesia
Anggota DPR Ini Minta Filosofi Dibuatnya UU ITE Dikembalikan ke Awal

UU ITE selama ini sering dimanfaatkan untuk menjerat orang

Faisal Basri: Tidak Pantas Kimia Farma Jual Vaksin COVID-19 Mandiri
Indonesia
Faisal Basri: Tidak Pantas Kimia Farma Jual Vaksin COVID-19 Mandiri

Ekonom senior Faisal Basri mengkritik keras tindakan tersebut. Menurutnya, jumlah vaksin yang masih terbatas di dalam negeri. Bahkan, ia menyebutnya sebagai tindakan tak pantas.

13 Kabupaten di Kalimantan Selatan Berpotensi Dilanda Banjir
Indonesia
13 Kabupaten di Kalimantan Selatan Berpotensi Dilanda Banjir

Kapolres Tanah Laut AKBP Cuncun Kurniadi di Pelaihari menegaskan, dalam dua hari terakhir ini kondisi banjir semakin parah dengan ketinggian air terus bertambah.

Anak Buah Anies Ambil Sampel Air Teluk Jakarta yang Mengandung Parasetamol
Indonesia
Anak Buah Anies Ambil Sampel Air Teluk Jakarta yang Mengandung Parasetamol

DLH DKI Jakarta juga melakukan pemantauan kualitas air Iaut secara rutin minimal per 6 bulan sekali

Gubernur Papua Barat Menyepakati Perdamaian Ganti Rugi Rp 150 Miliar
Indonesia
Gubernur Papua Barat Menyepakati Perdamaian Ganti Rugi Rp 150 Miliar

Max mengingatkan tentang yurisprudensi Mahkamah Agung

Polda Metro Gelar Vaksinasi COVID-19 Massal di Kampung Tangguh Jaya, Targetnya?
Indonesia
Polda Metro Gelar Vaksinasi COVID-19 Massal di Kampung Tangguh Jaya, Targetnya?

"Kami rencanakan Sabtu ini, sekitar 65 Kampung Tangguh Jaya, plus 10 mal," ungkapnya.

Pemprov DKI Tetap Bahas Revisi Perda Pidana Pelanggar Prokes
Indonesia
Pemprov DKI Tetap Bahas Revisi Perda Pidana Pelanggar Prokes

Pemprov DKI Jakarta kukuh tetap ingin mengubah Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2020 tentang Penanganan COVID-19.

Pemerintah Tambah Kapasitas Tempat Tidur di Zona Merah
Indonesia
Pemerintah Tambah Kapasitas Tempat Tidur di Zona Merah

Pemerintah akan segera meningkatkan kapasitas tempat tidur untuk pasien COVID-19 di rumah sakit (RS) hingga mencapai 40 persen. Terutama di kabupaten/kota zona merah dan tingkat keterisian tempat tidur atau BOR yang tinggi.