RUU Pemilu Divoting, PSI Harap DPR Jaga Wibawa Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia Grace Natalie. (MP/Rizki Fitrianto)

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) berharap anggota DPR berpihak pada kepentingan rakyat saat mengesahkan RUU Pemilu.

Sebelumnya, Pansus RUU Pemilu urung mengesahkan sejumlah poin yang terkandung dalam RUU. Diduga masih ada tarik ulur terkait pengesahan tersebut.

Ketua Umum PSI Grace Natalie mengatakan, voting RUU Pemilu yang bakal digelar pekan ini adalah bentuk pertaruhan wibawa anggota DPR.

"Saya pikir wibawa DPR di situ ya, kalau kemudian keputusan yang dihasilkan sudah pasti digugat, kan wibawanya dipertaruhkan," katanya saat ditemui di DPP PSI Jakarta Pusat, Jumat (16/6).

Pansus RUU Pemilu rencananya akan menggelar voting terkait UU Pemilu yang salah satu poinnya adalah rancangan presidential threshold atau ambang batas minimal pencalonan presiden.

"Ini kan para wakil rakyat tolong dipikirkan kepentingan rakyat, jangan hanya kepentingan parpol atau golongan kalau yang dipikirkan rakyat pasti keputusannya yang terbaik," ujarnya.

Sebelumnya, perdebatan soal RUU Pemilu di Senayan beberapa kali berakhir antiklimaks.

Pembahasan presidential threshold menjadi yang paling alot dibahas. Pasalnya, ada dua kubu yang ngotot mempertahankan argumentasi terkait hal tersebut.

Kubu pro 20-25 persen ambang batas pencalonan presiden menginginkan adanya aturan tersebut sementara yang kontra tidak ingin adanya PT tersebut. (Fdi)

Baca juga berita lain tentang PSI dalam artikel: Presidential Threshold Lolos, PSI Siapkan Gugatan



Zulfikar Sy

YOU MAY ALSO LIKE