RUU Ketahanan Keluarga Melegitimasi Perempuan Sebagai Pemain Belakang Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat. (Dok pribadi)

Merahputih.com - Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat menilai Rancangan Undang-Undang Ketahanan Keluarga melegitimasi posisi perempuan sebagai pemain belakang atau 'tiyang wingking'.

Ketahanan keluarga semestinya tidak direpresentasikan secara tendensius sehingga mengabaikan hak asasi manusia (HAM).

Baca Juga:

Tak Sahkan RUU PKS, Ketua DPR 'Ngeles' Belum Ada Judul

“RUU Ketahanan Keluarga semestinya tidak tendensius. RUU ini mengabaikan HAM sekaligus melegitimasi posisi perempuan sebagai tiyang wingking,” kata politikus Partai NasDem itu dalam keterangan tertulisnya, Jumat (21/2).

Rerie, sapaan akrab Lestari, menambahkan bahwa perempuan bukan objek yang harus selalu diatur dan mengurus pekerjaan rumah. “Di hadapan hukum semua setara, tidak peduli laki-laki atau perempuan," kata Rerie.

Menurut Rerie, entitas keluarga tidak perlu diintervensi negara. Urusan intern keluarga, pola asuh anak, hingga peran anggota keluarga bukanlah wewenang pemerintah.

Hubungan keluarga, sarat dengan kearifan masing-masing budaya yang tidak dapat digeneralisasikan sehingga kurang tepat jika diatur dengan undang-undang.

4 Aturan Unik yang Wajib Diikuti Anak dari Keluarga Kerajaan Inggris
Illustrasi: Keluarga kerajaan Inggris (Foto: independent)

Contoh lain, dalam RUU itu pemerintah telah campur tangan dalam urusan intern keluarga. Misalnya, dalam Pasal 77 Ayat (1) menyatakan, "Pemerintah pusat dan pemerintah daerah memfasilitasi keluarga yang mengalami krisis keluarga karena tuntutan pekerjaan."

Ia menyebutkan ada banyak persoalan bangsa dan negara yang lebih mendesak untuk diatur. Namun, persoalan privat tidak perlu diatur oleh Negara.

RUU Ketahanan Keluarga merupakan usulan dari anggota DPR pada periode 2014—2019 dan masuk dalam Prolegnas 2020.

Baca Juga:

Klaim Kecolongan, Fraksi Golkar Tarik Dukungan RUU Ketahanan Keluarga

Menurut Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, sebagaimana dikutip Antara, saat ini RUU itu baru akan disinkronisasikan dan semua pihak harus bersama-sama mencermati dan fraksi-fraksi di DPR RI membuat daftar inventarisasi masalah (DIM).

"Tentunya UU Ketahanan Keluarga itu adalah usulan perseorangan, bukan usulan dari fraksi, yang nantinya akan kita sama-sama cermati," katanya. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Hukuman Koruptor Jiwasraya Dipotong, Kejagung Siap Ajukan Kasasi
Indonesia
Hukuman Koruptor Jiwasraya Dipotong, Kejagung Siap Ajukan Kasasi

Kejagung membuka peluang untuk mengajukan kasasi terkait pengurangan masa hukuman terdakwa perkara korupsi pengelolaan keuangan dan investasi di PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

PSBB Total, Nikah Harus di KUA atau Dukcapil
Indonesia
PSBB Total, Nikah Harus di KUA atau Dukcapil

Selama dua pekan ke depan, ada 11 sektor usaha yang tetap boleh beroperasi dengan protokol kesehatan dan 50 persen kapasitas

Sidang Eksepsi, Eks Politikus Nasdem Andi Irfan Jaya Merasa Diperlakukan Tidak Adil
Indonesia
Sidang Eksepsi, Eks Politikus Nasdem Andi Irfan Jaya Merasa Diperlakukan Tidak Adil

Andi Irfan Jaya merasa diperlakukan secara tidak adil oleh Kejaksaan Agung lantaran menahan dirinya di Rumah Tahanan KPK.

Polda Metro Pastikan Tak Ada Sweeping Produk Prancis
Indonesia
Polda Metro Pastikan Tak Ada Sweeping Produk Prancis

Polda Metro Jaya memastikan hingga saat ini belum ada aksi sweeping terhadap produk-produk Prancis terkait pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron soal Islam.

Pegawai KPK Mulai Bekerja dari Rumah
Indonesia
Pegawai KPK Mulai Bekerja dari Rumah

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai memberlakukan aturan bekerja dari rumah atau work from home kepada para pegawainya.

5.447 Penduduk Sentani Jalani Rapid Test, 251 Reaktif
Indonesia
5.447 Penduduk Sentani Jalani Rapid Test, 251 Reaktif

Tim survailans mengadakan rapid test di beberapa tempat.

Kerja Sama Indonesia-Turki Diharap Dapat Segera Temukan Vaksin COVID-19
Indonesia
Kerja Sama Indonesia-Turki Diharap Dapat Segera Temukan Vaksin COVID-19

Menurut Puan, pembicaraan tersebut dalam rangka perayaan 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Turki

Harapan Kapolres Jakarta Pusat Saat HUT Bhayangkara
Indonesia
Harapan Kapolres Jakarta Pusat Saat HUT Bhayangkara

HUT Bhayangkara kali ini mesti menjadi momentum bagi anggota Polri untuk berbenah

Waspada Mutasi Virus Corona Muncul di DIY dan Jateng
Indonesia
Waspada Mutasi Virus Corona Muncul di DIY dan Jateng

Tim Peneliti dari Universitas Gadjah Mada menemukan empat mutasi virus corona (COVID-19) di Yogyakarta dan Jawa Tengah.

DPRD ke Pemprov DKI: Untung Pusat Sediakan Wisma Atlet
Indonesia
DPRD ke Pemprov DKI: Untung Pusat Sediakan Wisma Atlet

Eksekutif dan legislatif membahas mengenai pasal-pasal yang ada dalam draf Raperda Penanggulangan COVID-19.