MerahPutih.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mempertimbangkan untuk membuka rute baru layanan Transjabodetabek.
Sebab, layanan transportasi yang menghubungkan Jakarta dengan sejumlah daerah penyangga itu dinilai cukup efektif.
Jadi, Pramono berencana untuk kembali membuka rute baru Transjabodetabek. Dengan adanya rute baru Transjabodetabek, diharapkan konektivitas layanan transportasi publik di Jakarta akan menjadi lebih baik.
Maka rute-rute baru untuk Transjabodetabek akan kita pikirkan untuk membuat konektivitasnya menjadi semakin baik.
ujar Pramono, Rabu (22/10)
Pramono mengatakan, salah satu faktor yang membuat jumlah pengguna transportasi publik meningkat adalah bertambahnya layanan Transjabodetabek.
Hal itu terlihat dari jumlah penumpang Transjabodetabek yang umumnya melebihi dari target saat diresmikan.
"Saya mendapatkan laporan Transjabodetabek sebagai contoh, Bogor ke Blok M yang dulunya ditargetkan 2.000, sekarang rata-rata sudah hampir 10.000," ucapnya.
Baca juga:
Tarif Transjakarta dan Transjabodetabek Bakal Disesuaikan, DPRD DKI Buka Suara
Transjabodetabek Sudah Layani 18 Rute
Ia mengklaim, jumlah penumpang yang tinggi juga tercatat di sejumlah rute lain Transjabodetabek. Saat ini, sudah ada 18 rute Transjabodetabek yang dilayani oleh Transjakarta menghubungkan ibu kota dengan Bogor, Depok, Bekasi, Tangerang, hingga Cikarang.
Lalu, Pemprov DKI juga berupaya untuk meningkatkan konektivitas transportasi publik dengan membangun rute baru MRT dan LRT Jakarta.
Salah satunya adalah LRT Jakarta Fase 1B (Velodrome-Manggarai) yang baru diresmikan oleh Presiden RI, Prabowo Subianto, pada 16 Oktober 2026 lalu.
Pramono mengaku, saat ini masih ada tiga stasiun yang belum beroperasi di lintasan LRT Jakarta Fase 1B, yaitu Stasiun Pramuka, Stasiun Matraman, dan Stasiun Proklamasi.
Baca juga:
Tarif Transjakarta Naik Mulai Januari 2027, Pramono Belum Umumkan Besarannya
Namun, jumlah penumpang LRT Jakarta saat ini telah mencapai lebih dari 11 ribu per hari, meningkat dibandingkan ketika baru Fase 1A (Kelapa Gading-Velodrome) yang beroperasi yaitu 4.000 orang per hari.
"Saya menyakini kalau kemudian tiga stasiun yang kemarin baru dibangun yang sekarang dalam proses penyelesaian itu bisa diselesaikan, pasti peningkatannya juga semakin tinggi," pungkasnya. (Asp)