Rutan Solo Gagalkan Penyelundupan Narkoba Modus Lempar Buah Jeruk Rutan Kelas 1 Surakarta, Jawa Tengah berhasil mengagalkan penyelundupan narkoba, Kamis (27/1). (MP/Ismail)

MerahPutih.com - Rutan Kelas 1 Surakarta, Jawa Tengah berhasil menggagalkan penyelundupan narkoba kepada tahanan.

Kepala Rutan Kelas 1A Surakarta Urip Dharma Yoga mengatakan, kasus ini bermula saat petugas sipir patroli menemukan benda mencurigakan di salah satu sudut dekat tembok rutan. Benda mencurigakan berbentuk bulat dan dibawa ke posko.

"Benda ini dibungkus rapi menggunakan plastik dan lakban warna hitam isinya buah jeruk. Kami langsung menghubungi BNK Surakarta," kata Urip.

Baca Juga:

Koruptor hingga Bandar Narkoba Tak Bisa Lagi Sembunyi di Singapura

Dikatakannya, setelah BNK datang langsung membuka isi bungkusan tersebut. Alhasil, di dalam jeruk ditemukan sabu-sabu paket hemat.

"Kami langsung menindaklanjuti temuan itu dengan menggelar razia di Blok D Khusus Narkoba di kamar 9, sebab benda mencurigakan jatuh tepat di belakang kamar tersebut," kata dia

Saat dilakukan razia, kata dia, petugas menemukan 2 ponsel disimpan di dalam rendaman cucian yang satu di loker pakaian.

Dari temuan tersebut, lanjut Urip, langsung diambil sampel urine dari warga binaan yang ditahan di kamar tersebut.

"Dari 42 penghuni, diambil sampel 15 orang. Dari hasil pengambilan sampel hasilnya negatif narkoba. Untuk berat kotor sabu sendiri setelah kita timbang seberat 0,82 gram," kata Urip.

Baca Juga:

Penyesalan Ardhito Pramono Menggunakan Narkoba dan Pesan Khusus untuk Fansnya

Ia mengatakan, pihaknya juga memeriksa rekaman CCTV yang mengarah keluar rutan. Alhasil, didapati seorang pengendara sepeda motor melintas di jalan kampung tepat di sisi barat tembok rutan kemudian melempar sesuatu ke dalam rutan. Pengendara ini berjalan dari arah Jalan Slamet Riyadi menuju perkampungan yang ada di belakang rutan.

"Untuk bukti sabu, handphone, serta rekaman CCTV sudah diserahkan ke BNK Surakarta guna pengembangan kasus ke depan," tutup dia.

Kepala BNK Surakarta Kombes Ari Kurniawansyah menegaskan, pihaknya masih mendalami kasus ini. Pelaku pelempar narkoba juga masih diburu.

"Barang bukti kit bawa ke labfor untuk dilakukan penyelidikan lebih dalam. Termasuk ponsel tersebut digunakan untuk menghubungi siapa saja akan kita lacak," tandasnya. (Ismail/Jawa Tengah)

Baca Juga:

Ekspresi Bandar Narkoba saat Musnahkan Sendiri Ratusan Kg Sabu dan Ribuan Ekstasi

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Tingkatkan Perekonomian Kawasan Pesisir, Pemda DIY Bentuk 34 Desa Maritim
Indonesia
Tingkatkan Perekonomian Kawasan Pesisir, Pemda DIY Bentuk 34 Desa Maritim

Pembentukan desa maritim ini bertujuan untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat di kawasan itu.

KPK Cecar Pihak Adonara Propertindo Soal Dokumen Kasus Korupsi Lahan DKI
Indonesia
KPK Cecar Pihak Adonara Propertindo Soal Dokumen Kasus Korupsi Lahan DKI

Darzelina diperiksa sebagai saksi untuk melengkapi berkas perkara tersangka eks Direktur Utama Pembangunan Sarana Jaya Yoory C Pinontoan.

Hadapi Gelombang Omicron, RSHS Sudah Bisa Produksi Oksigen Medis Sendiri
Indonesia
Hadapi Gelombang Omicron, RSHS Sudah Bisa Produksi Oksigen Medis Sendiri

Salah satu kabar gembira dari RSHS adalah kemampuan memproduksi sendiri oksigen medis.

Warga Bandung Diajak Aktif di Gerakan Bandung Berbagi
Indonesia
Warga Bandung Diajak Aktif di Gerakan Bandung Berbagi

Warga Bandung terus diajak untuk aktif di gerakan Bandung Berbagi.

Jelang Mudik, Warga Tangerang Ikuti Vaksinasi Booster
Indonesia
Jelang Mudik, Warga Tangerang Ikuti Vaksinasi Booster

Yayasan Padepokan Kebangsaan (PK) Karang Tumaritis bekerja sama dengan Polsek Kelapa Dua Kabupaten Tangerang mengadakan kegiatan vaksinasi booster

PDIP Ingatkan Menteri Tidak Miliki Pendapat Berbeda Menyangkut Pemilu 2024
Indonesia
PDIP Ingatkan Menteri Tidak Miliki Pendapat Berbeda Menyangkut Pemilu 2024

Big data seharusnya dipakai untuk persoalan yang mendesak. Yakni persoalan kerakyatan, misalnya terkait minyak goreng langka dan kenaikan harga kebutuhan pokok.

Anies Disebut Siapkan Kambing Hitam Karena Gagal Atasi Banjir
Indonesia
Anies Disebut Siapkan Kambing Hitam Karena Gagal Atasi Banjir

Naturalisasi sungai yang mengikuti luar negeri sampai sekarang juga tidak ada. Maka dari itu Anies diminta untuk tidak bermain kata-kata.

KPK Sebut 95 Persen LHKPN Pejabat Negara Tidak Akurat
Indonesia
KPK Sebut 95 Persen LHKPN Pejabat Negara Tidak Akurat

"Di samping kecepatan verifikasi ini ternyata 95 persen LHKPN yang kita lakukan pemeriksaan, detail terhadap kebenaran isinya itu 95 persen memang tidak akurat secara umum," kata Pahala dalam webinar bertajuk 'Apa Susahnya Lapor LHKPN Tepat Waktu dan Akurat', Selasa (7/9).

Kemenkeu Terus Maksimalkan PEN Sektor UMKM Biar Ekonomi Tetap Tumbuh
Indonesia
Kemenkeu Terus Maksimalkan PEN Sektor UMKM Biar Ekonomi Tetap Tumbuh

Pogram PEN sendiri terdiri dari lima klaster yaitu kesehatan; perlindungan sosial; program prioritas; dukungan umkm dan korporasi; dan insentif usaha.

Polres Jaksel Bentuk Vaksinasi Kolektif, Begini Caranya
Indonesia
Polres Jaksel Bentuk Vaksinasi Kolektif, Begini Caranya

Polres Metro Jakarta Selatan menciptakan inovasi baru dalam menjangkau masyarakat untuk vaksin, yakni menyediakan layanan vaksinasi COVID-19 secara kolektif.