Rusia Uji Coba Peluru Kendali Balistik Antarbenua Sarmat Para prajurit Ukraina duduk di atas kendaraan lapis baja, saat serangan Rusia terhadap Ukraina berlanjut, di sebuah lokasi tak diketahui di selatan Ukraina, dalam foto yang dirilis pada Selasa (19/4/2

MerahPutih.com - Rusia melakukan manuver dengan unjuk kekuatan uji coba peluru kendali balistik antarbenua Sarmat, yang selama ini dikembangkan Moskow, selama beberapa tahun dan sempat dihentikan. Sarmat ditembakkan dari Plesetsk di Rusia barat laut dan mengenai target-targetnya di Semenanjung Kamchatka, yang berjarak hampir 6.000 kilometer dari lokasi peluncuran.

"Sistem baru ini memiliki karakteristik taktis dan mekanis tercanggih dan mampu mengalahkan semua jenis pertahanan modern antirudal. Di dunia tidak ada yang sama dengan ini dan untuk waktu lama tidak akan ada," kata Presiden Vladimir Putin seraya menegaskan senjata ini akan membuat musuh-musuh Rusia berhenti dan berpikir.

Baca Juga:

Perang Ukraina-Rusia Beralih ke Sisi Timur

Di televisi, Putin terlihat diberi pengarahan oleh militer bahwa rudal yang sudah lama dinantikan tersebut.

"Senjata yang betul-betul sangat unik ini akan memperkuat kemampuan tempur angkatan bersenjata kita, memastikan Rusia aman dari ancaman asing serta akan membuat siapa pun berpikir dua kali sebelum mengancam negara kita."

Ketika mengumumkan pengerahan pasukan ke Ukraina delapan pekan lalu, Putin menyebut-nyebut soal kekuatan nuklir Rusia dan memperingatkan AS serta sekutunya, apa pun tindakan yang akan menghalangi pergerakan Rusia akan menimbulkan akibat yang tidak pernah dirasakan.

Seorang tentara Ukraina berjalan di depan sebuah pesawat kargo Antonov An-225 Kriya, pesawat terbesar di dunia, yang dihancurkan oleh pasukan Rusia saat serangan Rusia ke Ukraina terus berlanjur, di sebuah lapangan udara di pemukiman Hostomel, Kyiv, Ukraina, Minggu (3/4/2022). REUTERS/Gleb Garanich/rwa/cfo (REUTERS/GLEB GARANICH)
Caption

Jelang dua bulan perang di Ukraina, Rusia dikabarkan belum berhasil menguasai kota-kota besar sejak mengerahkan puluhan ribu tentara ke Ukraina pada 24 Februari.

Dikitip Antara, Kementerian Pertahanan Rusia pun, telah mengusulkan agar kerabat tentara yang gugur di Ukraina harus mengajukan kompensasi ke pihak militer dan bukan ke pejabat sipil. Kemhan berupaya untuk memberlakukan tingkat kerahasiaan ekstra tentang kerugian akibat perang.

Rusia mengelompokkan kematian di kalangan militer sebagai rahasia negara bahkan di masa damai. Moskow belum memperbarui angka kematian resmi di Ukraina selama hampir empat pekan. (*)

Baca Juga:

Boikot Beberapa Menteri Keuangan di Pertemuan G20 Pada Rusia Telah Dimulai

Kanal
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Logo Halal MUI Tetap Bisa Digunakan Selama 5 Tahun Kedepan
Indonesia
Logo Halal MUI Tetap Bisa Digunakan Selama 5 Tahun Kedepan

Karena Keputusan Kepala BPJPH berlaku sejak 1 Maret, semua produk yang baru mendapat sertifikat halal bari BPJPH per tanggal itu, harus langsung gunakan label Halal Indonesia.

Sekolah Khusus Olahraga Segera Dibangun di Solo
Indonesia
Sekolah Khusus Olahraga Segera Dibangun di Solo

"Meski masih dalam tahap perencanaan, pembuatan sekolah khusus ini mampu jadi solusi agar KKO jenjang SD yang sekarang ada bisa melanjutkan ke jenjang SMP dan SMA," kata Gibran

Polda Papua Kirim 3 Kompi Brimob Tambahan ke Wilayah Mamberamo Tengah
Indonesia
Polda Papua Kirim 3 Kompi Brimob Tambahan ke Wilayah Mamberamo Tengah

Sejak Jumat (8/7) dilaporkan terjadi aksi demo dan pemalangan. Bahkan, kantor Mapolres Mamberamo Tengah di Kobakma juga ikut dipalang.

KPK Tahan Pegawai Ditjen Pajak
Indonesia
KPK Tahan Pegawai Ditjen Pajak

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan mantan Ketua Tim Pemeriksa pada Direktorat Pemeriksaan dan Penagihan pada Direktorat Jenderal Pajak, Alfred Simanjuntak

KPK Dalami Dugaan Arahan Bupati PPU dalam Penguasaan Kavling IKN
Indonesia
KPK Dalami Dugaan Arahan Bupati PPU dalam Penguasaan Kavling IKN

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami informasi adanya bagi-bagi lahan kavling di lahan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

Anggota DPRD Nilai Gengsi Jadi Alasan Anies Banding soal Kali Mampang
Indonesia
Anggota DPRD Nilai Gengsi Jadi Alasan Anies Banding soal Kali Mampang

"(Banding itu) Akhirnya apa? Yang dicari benar dan salah, di atas benar dan salah itu ada namanya gengsi, (karena) 'gue kalah nih!'," ujar Syarif di Jakarta, Rabu (9/3).

Soal Penulisan Nama Bung Karno, Guruh: Sukarno Bukan Soekarno!
Indonesia
Soal Penulisan Nama Bung Karno, Guruh: Sukarno Bukan Soekarno!

Menurut Guruh, penulisan Soekarno tidak dibenarkan karena itu merupakan ejaan van Ophuijsen. Menulis nama itu pada ejaan bahasa Indonesia yang resmi, yakni Sukarno.

Gerindra Respons Deretan Capres Usulan PAN
Indonesia
Gerindra Respons Deretan Capres Usulan PAN

PAN justru mengusulkan Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP), Puan Maharani sebagai salah satu dari 9 nama capres 2024. Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad angkat bicara mengenai hal tersebut.

Buntuti Sandiaga Uno Jadi Cawapres, RK: Ada Kinerja Politik Tidak Bisa Terbaca Survei
Indonesia
Buntuti Sandiaga Uno Jadi Cawapres, RK: Ada Kinerja Politik Tidak Bisa Terbaca Survei

Ridwan Kamil memberi contoh lain, yakni saat Pemilihan Gubernur Jawa Barat, tingkat keterpilihan salah satu pesaingnya dalam survei hanya 12 persen.

2.500 Rumah Segera Dibangun di IKN Nusantara
Indonesia
2.500 Rumah Segera Dibangun di IKN Nusantara

Rencananya, jumlah ASN dan anggota TNI-Polri yang akan dipindahkan ke IKN pada tahap awal, yakni sebanyak 7.687 orang. Dengan rincian 1.971 ASN dan 5.716 TNI/Polri termasuk Paspampres, BIN, dan jajarannya.