Rusia Pulangkan Lebih dari 200 Anak Mantan ISIS Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Lyudmila Vorobieva, saat berbicara pada wartawan dalam gelaran press briefing di kediaman resminya di Jakarta, Rabu (12/2/2020). (ANTARA/Aria Cindyara)

MerahPutih.com - Pemerintah Rusia telah memulangkan lebih dari 200 anak-anak mantan kelompok militan ISIS, pada tahun lalu.

Duta Besar Rusia untuk Indonesia Lyudmila Vorobieva mengatakan kepada awak media di Jakarta, Rabu (12/2), usai dipulangkan, anak-anak tersebut kemudian dikembalikan ke keluarga masing-masing yang masih berada di Rusia atau dibawa ke panti asuhan.

Baca Juga:

Muhammadiyah Berharap Pemerintah Tidak Salah Kaprah Beri Stigma WNI yang Gabung ISIS

Isu pemulangan anak-anak warga Rusia eks ISIS kembali ke negara tersebut, menurut Lyudmila, melewati kajian yang berdasarkan masing-masing kasus.

“Pemerintah Rusia terus memantau apa yang terjadi dan bagaimana orang-orang dari Rusia berpartisipasi dalam kegiatan terorisme ini. Ini adalah masalah yang sangat rumit dan saya menggarisbawahi bahwa pengkajiannya berdasarkan masing-masing kasus,” kata dia, seperti dikutip Antara.

Anak-anak tersebut kembali dipulangkan ke keluarga di Rusia, apabila mereka masih memiliki anggota keluarga di Negara Beruang Merah itu. Meski tidak menjelaskan secara detail usia anak-anak yang dipulangkan, Lyudmila menyebut mereka semua berusia di bawah 18 tahun.

Dokumentasi aktivis pada Forum Selamatkan NKRI - DIY melakukan aksi damai di kawasan Malioboro, Yogyakarta, Jumat (7/2/2020). ANTARA FOTO/Andreas Atmoko
Dokumentasi aktivis pada Forum Selamatkan NKRI - DIY melakukan aksi damai di kawasan Malioboro, Yogyakarta, Jumat (7/2/2020). ANTARA FOTO/Andreas Atmoko

Saat ditanya apakah ada kekhawatiran jika anak-anak tersebut terpapar paham radikalisme atau menjadi ancaman dalam situasi keamanan domestik, dia meyakini mereka bisa diedukasi, dan hal tersebut menjadi tanggung jawab keluarga dan/atau pemerintah Rusia.

“Mereka adalah anak-anak, tentu kami memulangkan mereka. Ancaman pasti ada tetapi mereka anak-anak. Mereka dapat diberikan edukasi oleh keluarga dan pemerintah. Ini masalah serius,” ujarnya.

Dia menambahkan aspek kemanusiaan adalah bagian penting dari isu tersebut.

Baca Juga:

Ini Risiko Setelah Pemerintah Nyatakan Tolak Pulangkan Ratusan Eks ISIS dari Suriah

Isu pemulangan warga negara yang terlibat jaringan terorisme di luar negeri, termasuk ISIS, menjadi permasalahan bagi sejumlah negara, di antaranya Rusia dan juga Indonesia.

Pemerintah Indonesa baru saja memutuskan untuk tidak memulangkan WNI eks ISIS. “Karena kalau teroris foreign terrorist fighter (FTF) ini pulang, itu bisa menjadi virus baru yang membuat rakyat merasa tidak aman,” kata Menkopolhukam Mahfud MD usai rapat dengan Presiden Joko Widodo.

Meski demikian pemerintah masih akan mempertimbangkan pemulangan anak-anak yang berusia di bawah 10 tahun yang termasuk teroris lintas batas itu.

“Dipertimbangkan setiap kasus. Apakah anak itu di sana ada orang tuanya atau tidak,” katanya. (*)

Baca Juga:

Peneliti Terorisme Wanti-Wanti Pemerintah Potensi Balas Dendam Simpatisan ISIS

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Ingin Bertemu Ba'asyir, Keluarga Seleksi Tamu
Indonesia
Ingin Bertemu Ba'asyir, Keluarga Seleksi Tamu

Selama menerima tamu tidak ada acara syukuran atau tausiah. Selama pertemuan sifatnya hanya santai ngobrol dan makan bersama.

Tahun Ajaran Baru Dimulai, Pengenalan Sekolah Dilakukan Secara Daring
Indonesia
Tahun Ajaran Baru Dimulai, Pengenalan Sekolah Dilakukan Secara Daring

Perlu penyesuaian-penyesuaian yang lebih kreatif dan inovatif, dengan memanfaatkan teknologi informasi secara optimal.

Dinkes DKI Rawat 26 Terduga Corona, 120 Lainnya Masih Dipantau
Indonesia
Dinkes DKI Rawat 26 Terduga Corona, 120 Lainnya Masih Dipantau

121 orang sudah dalam pemantauan Pemprov DKI dan dinyatakan sehat

Satu Nakes Asal Sukoharjo Positif COVID-19 setelah Divaksin Sinovac
Indonesia
Satu Nakes Asal Sukoharjo Positif COVID-19 setelah Divaksin Sinovac

Seorang tenaga kesehatan (nakes) di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, dinyatakan positif COVID-19 tak lama usai mendapatkan vaksinasi Sinovac.

Inpres Sarana Prasarana Piala Dunia U-20 Tinggal Diteken Jokowi
Indonesia
Inpres Sarana Prasarana Piala Dunia U-20 Tinggal Diteken Jokowi

Inpres yang disusun oleh Kemenpora beserta kementerian dan lembaga terkait itu akan menjadi petunjuk

 DPRD DKI Desak Anies Lakukan Kajian Sebelum Longgarkan PSBB
Indonesia
DPRD DKI Desak Anies Lakukan Kajian Sebelum Longgarkan PSBB

Baco menuturkan, Pemda DKI harus memastikan sejumlah aspek siap dengan konsekuensinya. Sebab, menurutnya kasus positif COVID-19 semakin bertambah meski dalam pelaksanaan PSBB.

Rasio Pajak Rendah Bikin Pembangunan Tidak Optimal
Indonesia
Rasio Pajak Rendah Bikin Pembangunan Tidak Optimal

"Seluruh upaya untuk bisa meningkatkan penerimaan negara dan menghasilkan tax ratio yang meningkat adalah tugas sangat penting,” ujar Sri Mulyani.

 ICW: Sikap Jokowi Tolak Bebaskan Koruptor Teguran Keras untuk Menteri Yasonna
Indonesia
ICW: Sikap Jokowi Tolak Bebaskan Koruptor Teguran Keras untuk Menteri Yasonna

"Pernyataan ini semestinya menjadi teguran keras bagi Menteri Hukum dan HAM untuk tidak lagi merencanakan kebijakan-kebijakan yang pro terhadap koruptor," kata Peneliti ICW Kurnia Ramadhana

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp1,5 M dari Tersangka Bansos ke Legislator PDIP
Indonesia
KPK Dalami Dugaan Aliran Rp1,5 M dari Tersangka Bansos ke Legislator PDIP

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal mengonfirmasi ihwal dugaan pemberian duit sebesar Rp1,5 miliar dan dua sepeda brompton oleh tersangka kasus dugaan suap bansos COVID-19 Harry Van Sidabukke kepada legislator PDI Perjuangan, Ihsan Yunus.

Kampung Akuarium Belum Ditetapkan sebagai Cagar Budaya
Indonesia
Kampung Akuarium Belum Ditetapkan sebagai Cagar Budaya

pembangunan rusun tetap masih boleh dilakukan ketika Kampung Akuarium ditetapkan sebagai kawasan cagar budaya.