Rusia di Ambang Sanksi Kehilangan Akses Pasar Keuangan Global Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen tiba untuk pertemuan luar biasa para pemimpin Uni Eropa membahas situasi Ukraina dan Rusia di gedung Dewan Eropa, Belgia, Kamis (17/2/2022). ANTARA FOTO/Geer

MerahPutih.com - Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengultimatum Rusia bakal berada di ambang sanksi ekonomi dunia jika sampai jadi melakukan invansi ke Ukraina.

Uni Eropa sendiri telah menyiapkan sejumlah sanksi jika Rusia tetap nekat melancarkan serangan ke negara tetangganya itu. Beberapa rincian sanksi yang akan dihadapi antara lain, Rusia akan terputus dari pasar keuangan internasional dan kehilangan akses ke barang-barang ekspor utama.

Baca Juga:

150 Ribu Tentara Rusia Kepung Perbatasan Ukraina, AS Coba Upayakan Diplomasi

Para pemimpin negara Barat sampai sekarang masih menolak untuk menjelaskan rincian tentang sanksi tanggapan yang telah mereka sepakati jika Rusia menyerbu Ukraina. Para pemimpin Barat itu hanya mengesampingkan tanggapan militer dan menjanjikan sanksi ekonomi dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya.

"Rusia pada prinsipnya akan terputus dari pasar keuangan internasional," ujar Von der Leyen kepada stasiun televisi publik ARD, dikutip dari Antara, Senin (21/2).

perang rusia
Tentara Rusia terlihat di kendaraan tempur infanteri BMP-3 di jajaran Kadamovsky di wilayah Rostov, Rusia Kamis (3/2/2022). ANTARA FOTO/REUTERS/Sergey Pivovarov

"Sanksi akan dikenakan pada (akses ke) semua barang yang kami buat yang sangat dibutuhkan Rusia untuk memodernisasi dan mendiversifikasi ekonominya, di mana kami dominan secara global dan mereka tidak memiliki penggantinya," imbuh Presiden Komisi Eropa itu.

Baca Juga:

Konflik Rusia-Ukraina Bisa Berdampak pada Kenaikan Harga Minyak Dunia

Von der Leyen, yang mengepalai 27 anggota eksekutif Uni Eropa, mengatakan ketergantungan Rusia pada ekspor bahan bakar fosil adalah kelemahannya. "Ekspor bahan bakar fosil berkontribusi pada dua pertiga dari nilai ekspor Rusia, dan setengah dari anggaran Rusia berasal dari sana," katanya.

Namun, Von der Leyen menegaskan Rusia tidak akan dikenakan sampai invasi dilakukan. Tanggapan EU itu sekaligus menolak seruan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy pada Sabtu (19/2) untuk penerapan segera sanksi terhadap Rusia.

"Langkah ke sanksi sangat besar sehingga kami tahu kami harus selalu memberi Rusia kesempatan untuk kembali ke diplomasi dan meja perundingan. Jendela (diplomasi) ini masih terbuka," tutup Von der Leyen.

Rusia, yang telah menempatkan sekitar 150.000 tentara di sekitar perbatasan utara dan timur Ukraina. Mereka menuntut jaminan Ukraina tidak akan pernah diizinkan untuk bergabung dengan aliansi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). (*)

Baca Juga

Biden Ultimatum Putin: Invasi Ukraina Berarti Rusia Memilih Kematian

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Jokowi Janjikan Pusat Ekonomi Baru IKN Terbangun di Juni 2023
Indonesia
Jokowi Janjikan Pusat Ekonomi Baru IKN Terbangun di Juni 2023

, land development untuk kementerian, untuk gedung wakil presiden, untuk gedung presiden, semuanya dalam proses persiapan.

6 Fokus Jokowi Hadapi Ketidakpastian Tahun 2022
Indonesia
6 Fokus Jokowi Hadapi Ketidakpastian Tahun 2022

APBN tahun 2022 disusun dengan asumsi pertumbuhan ekonomi 5,2 persen, inflasi 3 persen, nilai tukar Rp 14.350 per dolar Amerika.

Mulai Besok Halte Glodok Sementara Beroperasi
Indonesia
Mulai Besok Halte Glodok Sementara Beroperasi

PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) akan mengoperasikan Halte Glodok, Jakarta Barat yang biasa melayani rute Blok M-Kota (Koridor 1) mulai besok.

Positif COVID-19 Bertambah 5.398 Kasus
Indonesia
Positif COVID-19 Bertambah 5.398 Kasus

Satuan Tugas Penanganan (Satgas) COVID-19 melaporkan kasus harian per Sabtu (30/7) bertambah 5.398 kasus.

KSAD Minta Maaf Pastikan Hukum 3 Anggota TNI Buang Mayat Korban Tabrakan
Indonesia
KSAD Minta Maaf Pastikan Hukum 3 Anggota TNI Buang Mayat Korban Tabrakan

Dudung menyampaikan ucapan duka cita yang terdalam terhadap keluarga korban. Tak hanya itu, ia juga memastikan proses hukum terhadap tiga oknum prajurit TNI terus berlanjut.

Komisi I DPR Setujui RUU Perlindungan Data Pribadi Dibawa ke Paripurna
Indonesia
Komisi I DPR Setujui RUU Perlindungan Data Pribadi Dibawa ke Paripurna

Komisi I DPR RI menyetujui Rancangan Undang-Undang tentang Perlindungan Data Pribadi (RUU PDP) untuk dibawa ke rapat paripurna.

Pembagian RS Untuk Perawatan Korban Luka Akibat Gempa Cianjur
Indonesia
Pembagian RS Untuk Perawatan Korban Luka Akibat Gempa Cianjur

Kemenkes juga memobilisasi logistik kesehatan berupa tenda rangka ukuran 612 meter, velbed, kit operasional HEOC, obat-obatan, masker, masker anak, APD, oksigen konsentrator dan antigen kit.

Mahasiswa Turun ke Jalan Tolak Harga BBM Naik, Polri: Jangan Sampai Ganggu Aktivitas Warga
Indonesia
Mahasiswa Turun ke Jalan Tolak Harga BBM Naik, Polri: Jangan Sampai Ganggu Aktivitas Warga

Elemen mahasiswa akan turun ke jalan menggelar aksi unjuk rasa di Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta Pusat pada Jumat (30/9). Aksi tersebut terkait menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.

Kasus Asabri, Kejagung Periksa Dua Saksi dari Danareksa Sekuritas
Indonesia
Kasus Asabri, Kejagung Periksa Dua Saksi dari Danareksa Sekuritas

"Keduanya diperiksa sebagai saksi untuk nama tersangka RARL," Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Ketut Sumedana dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (6/4).

Respons Istana Ada Wacana Tarik Rem Darurat Saat Kasus Omicron Meroket
Indonesia
Respons Istana Ada Wacana Tarik Rem Darurat Saat Kasus Omicron Meroket

Kesiapan pemerintah menghadapi Omicron telah lebih baik