Rusaknya Satelit Telkom 1 Berujung Pelaporan ke Ombudsman Asep Ubaidilah Ketua Umum Format Indonesia. Foto: Ist

MerahPutih.com - Satelit Telkom 1 diketahui rusak pada bulan Agustus 2017. Kerusakan itu membuat Ketua Forum Mahasiswa Untuk Nawacita Indonesia (Format Indonesia) melaporkan PT Telkom ke Ombudsman, Senin (16/4).

"Dalam UU NO 37 Tahun 2008 pasal 1 poin 3 tertulis jelas yang dimaksud dengan maladministrasi adalah perbuatan melawan hukum termasuk kelalaian atau kewajiban hukum dalam pelayanan publik yang menimbulkan kerugian materil dan immaterial bagi masyarakat," kata Ketua Umum Format Indonesia, Asep Ubaidilah.

Asep menuturkan bahwa kebijakan manajemen PT Telkom yang memperpanjang usia satelit Telkom I hingga 2019 adalah kesalahan administrasi. Padahal, satelit Telkom I hanya dirancang untuk usia 15 tahun. Harusnya tahun 2014 manajemen PT Telkom sudah menggantinya. Faktanya tahun 2017 satelit Telkom 1 rusak.

Ilustrasi satelit. Foto: Ist

"Beberapa bukti pelanggaran sudah semakin nampak, diduga ada beberapa Pasal yang telah dilanggar oleh jajaran direksi PT Telkom Indonesia," tambahnya.

Format Indonesia dalam keterangaannya menyerahkan bukti-bukti berupa dokumen dan dalil tentang pasal-pasal di aturan perundangan-undangan yang dilanggar oleh manajemen PT Telkom.

Asep juga menambahkan bahwa PT Telkom sebagai BUMN sudah melanggar Pasal 2 poin c UU NO 19 Tahun 2013 tentang BUMN

"BUMN bertujuan menyelenggarakan kemanfaatan umum berupa penyediaan barang dan/atau jasa bermutu tinggi dan memadai bagi pemenuhan hajat hidup orang banyak."tegas Asep.

Info Satelit Telkom I

Telkom-1 atau A2100A adalah satelit geosinkron yang diluncurkan ke angkasa untuk menggantikan satelit Palapa B2R milik Indonesia yang akan berakhir masa aktifnya pada 2001.

Muatan satelit Telkom-1 dibangun oleh Lockheed Martin Commercial Space Systems di Newtown, Amerika dan dikonfigurasi dengan band 24 C dan 12 extended C-Band transponder. Pemilihan Lockheed Martin untuk memproduksi satelit Telkom-1 didasarkan pada reputasi perusahaan sebagai produsen banyak satelit dari berbagai negara

Telkom-1 akan diposisikan di 108 derajat Bujur Timur. Posisi ini akan mencakup seluruh wilayah Indonesia, Asia Tenggara dan Australia bagian utara.

Ilsutrasi satelit. Foto: Ist

Satelit Telkom-1 diluncurkan di Kourou, Guyana Perancis pada 4 Agustus 1999 oleh perusahaan peluncur satelit milik Eropa, Arienespace. Telkom-1 diluncurkan menggunakan roket Ariane-42P. Pada awalnya peluncuran satelit Telkom-1 akan dilaksanakan bersamaan dengan satelit milik Amerika, Asiastar pada 27 April 1999.

Namun, satelit Asiastar masih memiliki masalah teknis dalam sistem panel surya, sehingga peluncurannya harus ditunda. Ketertundaan peluncuran satelit Amerika, Asiastar membuat satelit Telkom-1 satu yang semula sudah siap diluncurkan sejak selesai diproduksi pada Januari 1999 oleh perusahaan Lockheed Martin menjadi tertunda.

Tertundanya, peluncuran Asiastar, membuat Telkom-1 membuat peluncuran terpisah dan diluncurkan lebih dahulu daripada Asiastar pada Agustus 1999.

Dampak kerusakan satelit Telkom I

Seperti diketahui, pada 25 Agustus 2017, Satelit Telkom 1 mengalami kerusakan. Akibat hal tersebut terjadinya ribuan ATM dari 4 bank yaitu BCA, Mandiri, BNI dan BRI yang mati.

Selain operasional bank yang terganggu, sejumlah stasiun televisi swasta juga kena dampaknya. Diperkirakan ada miliaran transaksi keuangan yang gagal dan beberapa kegiatan bisnis terganggu.

Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan dari pihak PT Telkom ihwal disampaikan Format Indonesia. (Pon)

Kredit : ponco

Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH