Rupiah dan IHSG Ambrol, Banggar DPR Minta Pemerintah Bercermin

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Rabu, 10 Juni 2026
Rupiah dan IHSG Ambrol, Banggar DPR Minta Pemerintah Bercermin

Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah. ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah, menyoroti tekanan yang tengah dihadapi perekonomian nasional. Mahalnya dolar AS, tingginya imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN), serta merosotnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) harus dijadikan bahan evaluasi bersama.

Ini sebagai cerminan untuk kita sendiri,

Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah

Jangan Hanya Salahkan Faktor Eksternal

Menurut Said, Indonesia tidak perlu terus menyalahkan faktor eksternal seperti kebijakan hawkish Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) maupun konflik di kawasan Teluk.

Baca juga:

Dolar Makin Ganas Bikin Rupiah Babak Belur, Bank Indonesia Naikkan Suku Bunga Demi Jinakkan Pasar

Said menekankan pentingnya langkah konkret dan eksekusi kebijakan yang baik untuk menjaga stabilitas rupiah, pasar obligasi, dan pasar saham.

Banggar DPR pun memberikan tiga rekomendasi utama kepada pemerintah. Pertama, menjaga konsistensi kebijakan agar tidak menimbulkan ketidakpastian bagi pelaku usaha dan investor.

“Pemerintah jangan mengumumkan kebijakan yang masih prematur dan harus memperkuat dialog dengan berbagai pemangku kepentingan,” ujarnya, dalam keterangan kepada media, Rabu (10/6).

Baca juga:

Rupiah Tembus Rp 18.176 dan IHSG Ambles 4%, Komisi XI DPR Ingatkan Efek Domino

Jaga Defisit dan Tata Kelola Fiskal

Rekomendasi kedua adalah menjaga kesehatan fiskal negara. Said mengapresiasi rencana pemerintah menetapkan defisit RAPBN 2027 pada kisaran 1,8–2,4 persen terhadap PDB. Dia berharap realisasi defisit APBN tahun ini bisa lebih rendah dari target 2,68 persen dan realisasi tahun lalu sebesar 2,81 persen.

Ketua Banggar menekankan perlunya pembenahan tata kelola program prioritas pemerintah, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Menurutnya, kapasitas pelaksana harus ditingkatkan, rantai pasok dibangun dengan sehat, serta program difokuskan pada sasaran prioritas.

Baca juga:

Siasat Atur Pengeluaran Saat Rupiah Melemah

Perbaikan Tata Kelola Pasar Modal

Rekomendasi ketiga adalah mendorong Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperbaiki tata kelola pasar modal. Said menyebut perlunya transparansi kepemilikan saham, peningkatan porsi saham publik atau free float di atas 15 persen, serta evaluasi terhadap organisasi regulator mandiri (SRO).

"Dapat mengembalikan kepercayaan pasar dan menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan global," tandas orang nomor satu di Banggar DPR itu. (Pon)

#Banggar DPR #Kurs Rupiah #IHSG
Bagikan
Ditulis Oleh

Ponco Sulaksono

Berita Terkait

Indonesia
Jumat Kelabu Pasar Saham: Rupiah dan IHSG Kompak Ambyar Berjamaah, LQ45 Longsor Kehilangan Poin Penting
Sentimen negatif pasar global menyapu bersih optimisme investor domestik sejak menit-menit awal
Angga Yudha Pratama - 2 jam, 57 menit lalu
Jumat Kelabu Pasar Saham: Rupiah dan IHSG Kompak Ambyar Berjamaah, LQ45 Longsor Kehilangan Poin Penting
Indonesia
Suku Bunga Naik Tiap Bulan Sejak Mei, Jurus BI Tahan Modal Asing Kabur Saat Rupiah Loyo
Bank Indonesia menaikkan BI-Rate total 100 bps sejak Mei 2026 hingga 5,75% untuk menjaga stabilitas rupiah dan menarik modal asing.
Wisnu Cipto - Kamis, 18 Juni 2026
Suku Bunga Naik Tiap Bulan Sejak Mei, Jurus BI Tahan Modal Asing Kabur Saat Rupiah Loyo
Indonesia
Rupiah Sempat Jebol Rp18.000, Bank Indonesia Diprediksi Pertahankan BI-Rate
Melengkapi analisis makro tersebut, Chief Economist BTN Myrdal Gunarto mengingatkan pentingnya aspek sektor riil di luar pasar keuangan
Angga Yudha Pratama - Kamis, 18 Juni 2026
Rupiah Sempat Jebol Rp18.000, Bank Indonesia Diprediksi Pertahankan BI-Rate
Indonesia
IHSG Sengaja Melemah Demi Cari Perhatian, Investor Ramai-ramai Tahan Napas Tunggu Hasil RDG BI
Kondisi mancanegara turut memperkeruh suasana perdagangan saham dalam negeri
Angga Yudha Pratama - Kamis, 18 Juni 2026
IHSG Sengaja Melemah Demi Cari Perhatian, Investor Ramai-ramai Tahan Napas Tunggu Hasil RDG BI
Indonesia
IHSG Pagi Ini Melemah dan Rupiah Terpuruk Dekati Rp17.856
Tekanan jual tidak hanya menyasar saham lapis kedua, melainkan turut melanda jajaran emiten berkapitalisasi pasar raksasa
Angga Yudha Pratama - Kamis, 18 Juni 2026
IHSG Pagi Ini Melemah dan Rupiah Terpuruk Dekati Rp17.856
Indonesia
IHSG Tembus Level Angker 6.300, Analis Ingatkan Jangan Buru-Buru Nafsu Borong Saham
Di sisi lain, geopolitik Timur Tengah turut memicu volatilitas harga komoditas energi dunia
Angga Yudha Pratama - Rabu, 17 Juni 2026
IHSG Tembus Level Angker 6.300, Analis Ingatkan Jangan Buru-Buru Nafsu Borong Saham
Indonesia
IHSG Hari Ini Menguat Tajam, Nasib Rupiah Malah Berbanding Terbalik
Pergerakan kontras ini menunjukkan dinamika pasar keuangan sedang bergerak dinamis
Angga Yudha Pratama - Rabu, 17 Juni 2026
IHSG Hari Ini Menguat Tajam, Nasib Rupiah Malah Berbanding Terbalik
Indonesia
Nilai Tukar Rupiah Berpotensi Jadi Mata Uang Terbaik Se-Asia Pekan Ini
Respons positif pasar menempatkan rupiah sebagai mata uang dengan penguatan terbesar kedua di Asia setelah won Korea Selatan pada pekan lalu
Angga Yudha Pratama - Senin, 15 Juni 2026
Nilai Tukar Rupiah Berpotensi Jadi Mata Uang Terbaik Se-Asia Pekan Ini
Indonesia
Rupiah Ngamuk Senin Pagi, Tendang Balik Dolar AS Sampai Keok ke Level 17 Ribuan
Nilai tukar rupiah pada Senin pagi bergerak menguat 82 poin atau 0,46 persen menjadi Rp17.778 per dolar AS
Angga Yudha Pratama - Senin, 15 Juni 2026
Rupiah Ngamuk Senin Pagi, Tendang Balik Dolar AS Sampai Keok ke Level 17 Ribuan
Indonesia
BI Naikkan Suku Bunga, Dolar AS Langsung Jatuh dan Rupiah Sukses Balas Dendam
Bank sentral berkomitmen terus mencermati perkembangan pasar keuangan global maupun domestik
Angga Yudha Pratama - Jumat, 12 Juni 2026
BI Naikkan Suku Bunga, Dolar AS Langsung Jatuh dan Rupiah Sukses Balas Dendam
Bagikan