Rumah Tahan Gempa ini Terbuat dari Styrofoam, Enggak Takut Kanker? Rumah tahan gempa di Jepang. (Foto: realestate.jp.co)

WALI KOTA Bandung, Ridwan Kamil, telah meminta pedagang makanan tidak menggunakan styrofoam sebagai wadah makanan. Bahan berwarna putih ini disebut-sebut sebagai pemicu kanker. Akhirnya, pedagang pun beramai-ramai menggantinya dengan wadah kertas yang lebih aman bagi kesehatan.

Styrofoam pun mulai jadi momok menakutkan bagi pembeli makanan. Padahal, di Jepang, styrofoam justru dipuja-puja sebagai material penyusun rumah tahan gempa. Lucu juga, mengingat material yang satu ini terlihat ringkih.

Japan Dome House, sang produsen, telah menjual rumah styrofoam ini sejak 15 tahun yang lalu di Jepang. Penjualan rumah styrofoam ini terus meroket. Rupanya, orang Jepang menginginkan rumah yang benar-benar tahan gempa, supermurah, dan mudah dibangun.

Di Jepang, gempa bumi telah menjadi makanan sehari-hari. Tidak heran bila antusiasme orang Jepang terhadap rumah styrofoam ini amat tinggi. Di tahun ini, 450 rumah styrofoam berbentuk kubah alias dome dengan gambar bunga dan dinosaurus juga telah dibangun di dekat gunung berapi di daerah selatan Jepang.

Terbuat dari polystyrene foam, rumah tahan gempa itu amat ringan sehingga orang dewasa pun dapat mengambilnya. Fakta yang diungkap Manajer Resor Aso Farm Land, Masaya Konishi, rumah styrofoam ini bisa bertahan dari gempa bumi mematikan beberapa tahun lalu.

Selain ringan, rumah ini bisa bertahan dari gempa bumi mematikan tahun lalu di Prefektur Kumamoto. (*)

Dapatkan pula informasi lainnya seputar Jepang pada artikel Horeee Indofood Ganti Kemasan Popmie Dengan Karton

Kredit : rina

Tags Artikel Ini

Rina Garmina