Teknologi
Rumah Sakit Ini Terpaksa Tolak Pasien Karena Serangan Ransomware Sebuah rumah sakit terpaksa tolak pasien akibat serangan ransomware (Foto: pixabay/artisticoperations)

BERBAGAI tindak peretasan memang sangat menjengkelkan. Terlebih sejumlah peretasan yang mengganggu fasilitas umum dan berpotensi mengancam nyawa seseorang.

Seperti yang dilansir laman ubergizmo, laporan terbaru dari Eskenazi Health menyebutkan bahwa sebuah rumah sakit yang terletak di Indiana, AS terpaksa menolak ambulans yang datang membawa pasien karena serangan ransomware.

Baca Juga:

Malware dan Peretas Mengancam di Balik Aplikasi Kencan

Sistem komputer rumah sakit tersebut dienkripsi oleh peretas, sehingga membuat pemiliknya harus membayar uang tebusan untuk mendapatkan kunci enkripsi. Dampaknya, pihak rumah sakit tidak bisa mengetahui riwayat medis pasien. Apabila pasien tidak membayar tebusan dan mendapat kunci enkripsi, maka semua data akan hilang.

Peretas meminta tebusan setelah melancarkan serangan ransomware. (Foto: pixabay/b_a)

Serangan ini membuat pihak rumah sakit tidak bisa mengoperasikan sistem mereka, serta tidak bisa mengambil file pasien yang mungkin berisi informasi penting seperti catatan medis, catatan masa lalu, hingga catatan alergi.

Meski peretas memberikan ancaman, namun pihak rumah sakit berusaha penuh untuk menangani para peretas. Menurut pihak rumah sakit, data pasien dan karyawan aman dan tidak terpengaruh.

Kejadian ancaman ransomware yang ditujukan pada rumah sakit bukan pertama kalinya. Sebelumnya banyak rumah sakit yang juga menjadi sasaran peretas.

Alasan mengapa para peretas menjadikan rumah sakit sebagai sasaran empuk lantaran file dan sistem yang digunakan oleh rumah sakit sangat krusial. Dengan begitu, kesempatan para peretas mendapatkan uang tebusan lebih besar.

Baca Juga:

Terdapat 'Celah' Pada Tiktok yang Bisa dimanfaatkan oleh Peretas

Serangan ransomware pada rumah sakit bisa berakibat fatal. (Foto: pixabay/artisticoperations)

Sebelumnya pasien asal Jerman dikabarkan meninggal karena diminta tebusan digital dari peretas. Sebab, hal tersebut memaksa rumah sakit untuk memindahkan pasien yang membutuhkan perawatan vital. Serangan ransomware tersebut tepatnya terjadi pada komputer sebuah rumah sakit Universitas Duesseldorf di Jerman.

Fasilitas perawatan kesehatan merupakan salah satu target terbesar serangan cyber. Setiap Rumah Sakit sangat bergantung pada sejumlah perangkat, seperti halnya peralatan radiologi yang sering kali terhubung ke internet. Tanpa alat tersebut, pihak rumah sakit tak bisa merawat pasien dengan maksimal.

Pakar keamanan siber sudah memperingatkan bertahun-tahun bahwa sebagian besar rumah sakit tak siap menghadapi serangan peretas. (ryn)

Baca juga:

Diduga Ingin Mencuri Penelitian COVID-19, Dua Peretas Tiongkok Kena Tuntut AS

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Memahami 3 Jenis Biologi Cinta
Fun
Memahami 3 Jenis Biologi Cinta

Apa itu biologi cinta?

Drama Korea di 2022 Bertabur Bintang Veteran
ShowBiz
Drama Korea di 2022 Bertabur Bintang Veteran

Bintang-bintang veteran akan meramaikan K-drama 2022.

4 Kemampuan Penting yang Mampu Tingkatkan Literasi Media
Fun
4 Kemampuan Penting yang Mampu Tingkatkan Literasi Media

Jangan mudah percaya dengan informasi yang beredar.

Penggarapan Game STALKER 2 Pindah ke Republik Ceko, Hindari Konflik Ukraina
Fun
PAX Australia 2022 akan Digelar Luring
Fun
PAX Australia 2022 akan Digelar Luring

Akan digelar 7-9 Oktober 2022.

Miguel 'The King of Mandalika' Oliveira, si Pembalap Dokter Gigi
Hiburan & Gaya Hidup
Miguel 'The King of Mandalika' Oliveira, si Pembalap Dokter Gigi

Ia sukses membuka praktik dokter gigi pada 2019.

Pesohor Dunia Jadi Pahlawan Bagi Hewan
ShowBiz
Pesohor Dunia Jadi Pahlawan Bagi Hewan

Pecinta hewan di kalangan Hollywood.

Ngotot Bukan Etika di Jalan Raya
Fun
Ngotot Bukan Etika di Jalan Raya

Tertib aja, mengalah, bersabar, kalau kita punya kesempatan untuk menyalip rombongan pesepeda segera lakukan, dengan hati-hati.

Ajarkan Aman Berselancar di Internet Bagi Lansia
Fun
Ajarkan Aman Berselancar di Internet Bagi Lansia

Google Indonesia memiliki sejumlah tips untuk membantu para lansia dengan aman berselancar di internet.

'Batman Who Laughs' Lanjutkan Kolaborasi 'Fortnite' dan DC Comics
Fun