Kasus Korupsi
 Rumah Mertua Nihil, KPK Buru Nurhadi Hingga ke Rumah Adik Ipar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri benarkan pihaknya telah melakukan pencarian terhadap Nurhadi (Foto: antaranews)

MerahPutih.Com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak berhasil menangkap mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi yang kini menjadi buron dalam penggeledahan di DKI Jakarta dan Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.

Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri mengatakan, pihaknya tak dapat menemukan Nurhadi di sebuah rumah yang berada di Jakarta. Namun, dia tidak merinci pemilik dan alamat kediaman tersebut.

Baca Juga:

Pengacara Sesalkan KPK Tak Beri Peluang Nurhadi Cari Keadilan

"Iya pencarian di Jakarta itu penggeledahan rumah dalam rangka pencarian DPO, dan tidak ditemukan," kata Ali di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (26/2).

KPK terus melakukan perburuan terhadap buronan kasus suap Nurhadi
Buronan KPK Nurhadi kini keberadaannya masih misterius (Foto: antaranews)

Tak hanya di Jakarta, lembaga antirasuah juga mendapat hasil nihil ketika melakukan pencarian dengan menggunakan metode penggeledahan di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Adapun lokasi yang disisir ialah kediaman mertua Nurhadi.

"Memang informasi terakhir di Tulungagung tidak mendapatkan para DPO juga," ungkapnya.

Namun demikian, penyidik KPK tak putus asa. Saat ini, kata Ali, penyidik tengah melakukan pencarian ke kediaman adik ipar Nurhadi yang berada di Surabaya, Jawa Timur.

"Malam ini, masih dilakukan penggeledahan ke tempat lain ke Surabaya ya. Tentu ini kelanjutannya. Seperti apa belum bisa kami sampaikan," ujarnya.

Dalam melakukan pencarian terhadap Nurhadi, KPK sebelumnya telah menggeledah salah satu kantor pengacara milik adik istri Nurhadi, Tin Zuraida yang berada di Surabaya, Jawa Timur pada Selasa (25/2). Adapun kantor pengacara yang digeledah ialah Rahmat Santoso & Partners.

Baca Juga:

Pakar Hukum Pidana Nilai Penetapan Tersangka Nurhadi Mencurigakan

Dalam perkara itu, KPK telah menetapkan tiga tersangka. Ketiganya ialah Nurhadi, menantunya Rezky Herbiyono, dan Direktur Multicon Indrajaya Terminal (MIT) Hiendra Soenjoto.

Ketiganya telah ditetapkan ke dalam daftar DPO oleh KPK pada Kamis (13/2). Langkah itu diambil lantaran ketiganya kerap mangkir dari panggilan pemeriksaan.(Pon)

Baca Juga:

Kasus Nurhadi, KPK Geledah Kantor Advokat Rakhmat Santoso & Partner

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kiat Kak Seto Agar Kasus Balita Samarinda Tanpa Organ Tubuh tak Terulang
Indonesia
Cucu Keempat Jokowi Lahir, Namanya Belum Mau Diungkap
Indonesia
Cucu Keempat Jokowi Lahir, Namanya Belum Mau Diungkap

Bobby mengatakan proses kelahiran dilakukan secara cesar

Didatangi saat Acara Open House, Luhut: Prabowo Orang Baik
Indonesia
Didatangi saat Acara Open House, Luhut: Prabowo Orang Baik

Prabowo Subianto menghadiri acara open house Natal di rumah dinas Menko Kemaritiman Luhut B Pandjaitan.

Kompol Rossa, Penyidik yang Tangani Kasus Harun Masiku Kembali ke KPK
Indonesia
Kompol Rossa, Penyidik yang Tangani Kasus Harun Masiku Kembali ke KPK

Rossa merupakan penyidik yang menangani kasus suap yang Wahyu Setiawan dan Harun Masiku.

Jakarta Kembali PSBB, Datang ke Yogyakarta Harus Bawa Surat Bebas COVID-19
Indonesia
Jakarta Kembali PSBB, Datang ke Yogyakarta Harus Bawa Surat Bebas COVID-19

"Kami sudah meminta gugus tugas mengantisipasi potensi gelombang mudik dari ibu kota, semoga saja tidak terjadi," ujar Sultan.

Ombudsman Sebut Langkah Pemerintah Tutupi Jejak Kontak Corona Sudah Tepat
Indonesia
Ombudsman Sebut Langkah Pemerintah Tutupi Jejak Kontak Corona Sudah Tepat

Anggota Ombudsman RI Alamsyah Saragih menyatakan langkah pemerintah tak menyebarkan jejak pelacakan kontak pasien corona (Covid-19) ke publik sudah tepat.

PSBB Total DKI Jakarta Masih Belum Disepakati Pusat
Indonesia
PSBB Total DKI Jakarta Masih Belum Disepakati Pusat

"Malam ini sampai besok pagi, sehingga pengumuman yang disampaiikan ke masyarakat ada sebuah kepastian, harmonisasi antara kepentingan pusat dan daerah," kata Doni.

Sejumlah Dusun di Sleman Pilih Lockdown Secara Mandiri
Indonesia
Sejumlah Dusun di Sleman Pilih Lockdown Secara Mandiri

Panji salah seorang warga Dusun Jaban menjelaskan tindakan lockdown dilakukan mulai Jumat (27/3) siang

Gibran 'Terdampak' Purnomo Positif COVID-19 Setelah Ketemu Jokowi
Indonesia
Gibran 'Terdampak' Purnomo Positif COVID-19 Setelah Ketemu Jokowi

DPC PDIP memutuskan menunda safari politik pengenalan pasangan Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakosa.