Rumah Membuatmu Lelah? Ini Penyebabnya Sesuatu di rumah dapat membuatmu lelah (Foto: Unsplash/a_d_s_w)

MUNGKIN sebagian dari kamu mengalami lelah dan ngantuk sepanjang hari saat berada di rumah selama physical distancing. Keadaannya memang begitu. Suasana di luar dengan di rumah berbeda. Kamu akan lebih merasa lelah dan ngantuk ketika belajar atau bekerja di rumah.

Dilansir dari laman sheknows.com, jika kamu menjalani hidup sehat tapi masih merasa lelah, artinya ada yang salah di rumahmu. Kemungkinannya adalah pilihan gaya hidup, peralatan rumah tangga, dan bahkan dekorasi di rumah memengaruhi kondisi pikiran, pola tidur, dan energi kamu.

Baca juga:

'Social Distancing' dan 'Physical Distancing', Apa Bedanya?

Beberapa hal di rumahmu ini bisa membuatmu lelah, misalnya:

1. Dinding berwarna biru

Dindign warna biru mendorong kantuk (Foto: Pixabay/Free-Photos)

Warna-warna yang dikelilingi oleh kamu dapat memiliki dampak besar pada setiap aspek kehidupan kamu. Ini termasuk warna dinding.

Sebuah studi oleh Travelodge menyelidiki warna kamar tidur di 2000 rumah. Studi ini menemukan bahwa dinding biru membantu memperlambat detak jantung, mengurangi tekanan darah, dan mendorong kantuk.

2. Cahaya layar TV atau gadget

Cahaya layar laptop dapat membuat kamu mudah lelah dan ngantuk (Foto: Unsplash/danny144)

Cahaya layar TV atau gadget dapat memancarkan panjang gelombang biru yang menekan produksi melatonin otak kamu (zat kimia yang membuat kamu merasa lelah dan membantu kamu tertidur). Artinya, kamu lebih cenderung memiliki gangguan tidur yang lebih pendek, sehingga menyebabkan kamu merasa lelah pada hari berikutnya.

3. Penyejuk udara atau AC

Ruangan ber-AC dapat membuat lelah dan ngantuk (Foto: Pixabay/mstlion)

Pernahkah kamu menghabiskan sepanjang hari di ruangan ber-AC dan merasa lebih lelah atau bahkan menerima sakit kepala setelahnya? Bagi banyak orang, gejala-gejala ini cenderung segera menghilang setelah mereka meninggalkan daerah ber-AC.

Fenomena seperti itu disebut sick building syndrome. Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan pada tahun 2004 di International Journal of Epidemiology, orang yang bekerja di ruangan ber-AC menunjukkan gejala penyakit lebih banyak daripada mereka yang bekerja di kantor tanpa pendingin udara.

Baca juga:

4 Brand Terkenal Ini Membuat Logo Versi 'Social Distancing'

4. Ponsel

Notifikasi ponsel memengaruhi kualitas tidur (Foto: Twitter/@CSPI)

Terlepas dari emisi radiasi yang berbahaya, ponsel berbahaya dari beberapa aspek. Salah satunya, membuat seseorang ketagihan memainkannya. Akibatnya, kamu menjadi lelah sepanjang hari.

Mengutip laman goodhouskeeping.com, terdapat penelitian tahun 2011 oleh National Sleep Foundation menemukan bahwa 20% orang berusia antara 19 dan 29 dibangunkan melalui panggilan, teks atau email setidaknya beberapa malam dalam seminggu. Tidur yang terganggu itu menjadikan kamu pemberang di hari setelahnya.

5. Rumah berantakan

Rumah berantakan membuatmu stres sehingga kamu menjadi lelah (Foto: Twitter/@ScaryMommy).

Rumah yang berantakan dapat membuat kamu merasa tidak nyaman, tidak berdaya, dan kewalahan, sehingga menyebabkan kamu merasa lelah. Penelitian di Princeton University Neuroscience Institute menemukan lingkungan yang berantakan dan tidak terorganisir menyebabkan kamu mengeluarkan energi mental untuk stres, yang meningkatkan kelelahan kamu.

Jadi, ketika memiliki waktu luang, segera rapikan semua kekacauan rumah kamu itu. Rumah yang rapi dan terorganisir akan membuat pikiranmu tenang.

Nah, mulai sekarang, perhatikan keadaan di rumahmu ya. Intinya buat rumahmu senyaman mungkin, sehingga kamu tidak mudah lelah dan ngantuk, terutama saat menerapkan sistem physical distancing. (arb)

Baca juga:

Rapunzel, Karakter Disney yang Melakukan 'Social Distancing' Selama 18 Tahun


Tags Artikel Ini

Ikhsan Digdo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH