Kuliner
Rumah Makan Si Galuh, Cita Rasa Kalimantan Selatan yang Sebenarnya Rumah Makan Si Galuh yang menyajikan menu asli kalimantan Selatan. (Foto: MP/Kanu)

TERTARIK mencicipi kuliner terbaik khas Kalimantan Selatan? Tak perlu jauh-jauh terbang ke Banjarmasin. Rumah Makan Si Galuh dapat menjadi 'pelarian' sempurna bagi pecinta kuliner khas Kalimantan Selatan.

Rumah Makan Si Galuh membuka cabang barunya di kawasan Food Street 2 Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara. Dengan berkendara ke utara Jakarta, kita bisa menemukan kegurihan ayam bakar legendaris, soto khas Banjar dan minuman segar tradisional lainnya.

Baca Juga:

Kenapa Makanan Mewah Sering Dihidangkan dalam Porsi Kecil? Ini Jawabannya

si galuh
Rumah Makan Si Galuh di Food Street 2 Pantai Indah Kapuk, menyajikan masakan khas Kalimantan Selatan. (Foto: MP/Kanu)

Rumah makan yang menyajikan masakan khas Kalimantan Selatan ini juga menawarkan masakan dan minuman berbagai daerah di Indonesia. Sejumlah pengunjung tampak lahap menikmati masakan-masakan yang dipesan. Mereka menyukai masakan tersebut karena rasanya yang khas.

Chief Executive Officer Viral Kuliner Nusantara yang menaungi Rumah Makan Si Galuh, Khoirul Miradz menjelaskan, rumah makan ini berdiri sejak tahun 1972. Pelopornya yakni neneknya sendiri, Nurhayati pendiri sanggar Griya Si Galuh, yang berarti gadis perempuan.

"Si Galuh ini awalnya warung kecil di pinggiran Jakarta Selatan. Tepatnya di kawasan (jalan) Saharjo. Kini memiliki lima cabang," kata Khoirul ditemui Merahputih.com di kawasan Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, Sabtu (19/12).

Baca Juga:

5 Makanan Khas Indonesia yang Telah Memiliki Reputasi di Dunia

si galuh
Chief Executive Officer Viral Kuliner Nusantara, Khoirul Miradz, yang menanungi Rumah Makan Si Galuh.

Kelima cabang itu berada di kawasan Jabodetabek. Hampir semua masakan dimasak di sentral kitchen yang memang disediakan untuk memasak semua makanan sebelum disajikan.

Uniknya, mayoritas karyawannya mengenakan kain khas Kalimantan atau sebok. Motif air guci bermakna emas yang melambangkan kemakmuran. Khoirul menjelaskan, rumah makannya fokus menyajikan makanan khas Kalimantan Selatan seperti Soto Banjar dan Ayam Bakar Banjar. "Dari dulu nilai jualnya di sana," kata Khoirul.

Ia menyebut, yang membedakan soto Si Galuh dengan yang lain yakni menggunakan bahan dasar ayam pejantan. Ayam tersebut diolah bersama rempah-rempah khas Indonesia, seperti kayu manis dan kembang lawang. Sehingga menimbulkan aroma khas dan wangi yang harum.

Saat dicicipi, rasa rempah sangat terasa dan gurih kaldu ayam pejantan meresap sampai ke tulang. Kuahnya yang harum dipadu hangatnya nasi menambah sedapnya seolah membuat selalu ingin melahapnya.

"Soto kami termasuk soto golongan bening tanpa susu dan santan. Hanya kaldu ayam pejantan," imbuhnya.

Baca Juga:

Mulai Langka, Makanan Khas Papua Ini Punya Banyak Manfaat untuk Tubuh

si galuh
Menu Ayam Masak Habang yang menggunakan ayam pejantan. (Foto: MP/Kanu)

Selain soto, menu andalan lain adalah ayam panggang dan kue banjar atau wadai banjar. "Ada kue khas Kalimantan Selatan. Mulai kue bika. Ada 40 jenis wadai banjar," ungkap Khoirul.

Mayoritas kue tersebut manis ditambah parutan kelapa. Sehingga sangat cocok disantap sebagai makanan penutup setelah menyantap makanan berat. Rentang harga masakan di resto si Galuh cukup bervariasi. Seperti ayam bakar seharga Rp25 ribu dan Patin Bakar Bambu khas Kalimantan seharga Rp150 ribu.

Menu yang disajikan di rumah makan ini yakni Iwak Haruan Masak Habang, Hintalu Masak Habang, Ayam Masak Habang, Daging Masak Habang, Sop Iga Khas Kalimantan, Sate Ayam Khas Kalimantan, Ikan Patin Bakar Bambu. Kemudian menu tambahan antara lain Telur Soto, Sate Hintalu Puyuh, Sate Paru, Sate Hati Rempela dan Sate Kulit. Sate tersebut sangat cocok dimakan bersama kuah soto yang hangat, menambah kesan gurih dan nikmat.

Baca Juga:

Sajikan Ikan Woku Belanga Lezat saat Natal

si galuh
Rumah makan Si Galuh menyajikan kekhasan asli Kalimantan Selatan. (Foto: MP/Kanu)

Tak hanya itu, ada beberapa minuman tradisional yang jadi andalan di resto ini. Seperti es Limun Tjap Nyonya sejak tahun 1920 khas Pekalongan dan Tjap Badak dari Siantar, Soda Tradisional (sarsaparilla, Temulawak, Coffee Beer) dan Teh Celup Gunung Satria.

"Ini semua khas dan legendaris dari Indonesia. Punya nilai historikal dari masanya," jelas Khoirul.

Rasanya pun sangat segar. Apalagi jika dicicipi pada siang hari sebelum menyantap makanan. Menambah kesegaran pada tubuh. Selama ini, Khoirul memperkenalkan makanan yang disajikan melalui Griya si Galuh yang bekerjasama dengan vendor gathering. Juga melalui paguyuban Kerukunan Warga Kalimantan Selatan (KWKS).

"Kami perkenalkan masakan khas Banjarmansin dari sana," jelas Khoirul.

Ia mengakui, konsumen si Galuh kebanyakan sudah berumur. Mengingat usia rumah makan sudah 40 tahun lebih. Nah, kini ia tengah mengejar target pasar anak muda kelompok milenial. Visi misinya yakni menjadikan makanan tradisional tuan rumah di rumah sendiri.

"Kami kemas semenarik mungkin," tegasnya.

Baca juga:

Cascara Hasil Fermentasi Kopi

si galuh
Rumah makan Si Galuh yang ada di Pantai Indah Kapuk menjadi bagian dari lima cabang restoran ini. (Foto: MP/Kanu)

Si Galuh yang berada di bawah naungan PT Viral Kuliner Nusantara ini juga punya beberapa produk andalan lainnya di kawasan Pantai Indah Kapuk. Yakni Istanbul Kebab, Home Burger, Hikari Ramen dan Imoky Smokehouse.

"Kami sudah kerjasama dengan pihak Agung Sedayu Grup untuk memasukan produk kuliner kami di kawasan PIK," kata Khoirul.

Menurut Khoirul, semua usaha ini ia rintis bersama beberapa temannya yang memiliki komitmen kepedulian terhadap kuliner nusantara. Mereka sebelumnya membangun rumah makan Kebab House di Food Stret 1 PIK yang berdiri Juli 2020 lalu. Kemudian, bisnisnya berkembang dengan mendirikan Home Burger pada bulan Oktober.

"Nah kami pada Desember ini membuka gerai Rumah Makan si Galuh. Ke depannya kami akan buka food and bavarage khusus steak," ungkap Khoirul.

Melalui si Galuh, Khoirul berharap makanan nusantara bisa digemari generasi muda. "Harapan kami generasi muda bisa disukai generasi muda dan dibawa ke kancah internasional," sebutnya. (Knu)

Baca Juga:

Enak Maksimal, 5 Makanan Khas Surabaya yang Bikin Ketagihan

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
4 Tempat Wisata Solo Ini Bikin Kamu Lupa Yogyakarta
Travel
4 Tempat Wisata Solo Ini Bikin Kamu Lupa Yogyakarta

Solo memiliki tempat wisata yang tak kalah keren dari Yogyakarta.

Lambai, Salad Sehat Khas Ramadan di Aceh
Kuliner
Lambai, Salad Sehat Khas Ramadan di Aceh

Khasiat dedaunan hijau di dalamnya diyakini baik untuk kesehatan.

Gegara Corona, Yogyakarta Sepi!
Travel
Gegara Corona, Yogyakarta Sepi!

Okupansi hotel bintang hanya dikisaran 10 sampai 30 persen per hari

Pertunjukan Wayang Daring Diganjar Rekor MURI
Tradisi
Pertunjukan Wayang Daring Diganjar Rekor MURI

Gelar pertunjukan wayang secara daring selama 7 hari 7 malam, warga Mojokerto raih rekor Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI).

5 Destinasi Favorit Liburan Akhir Tahun, Ada Kotamu?
Travel
5 Destinasi Favorit Liburan Akhir Tahun, Ada Kotamu?

Setiap kota punya ceritanya masing-masing.

Foto: Tanjung Binga, Surga Ikan Asin Ada di Sana
Tradisi
Foto: Tanjung Binga, Surga Ikan Asin Ada di Sana

Tampak Udara kapal bagan yang digunakan nelayan Desa Tanjung Binga untuk melaut pada 27 Juli 2020.

Orang Nusantara Hanya Menikmati Kopi Jelek
Kuliner
Orang Nusantara Hanya Menikmati Kopi Jelek

Orang Nusantara tidak pernah bisa menikmati sebenar-benarnya biji kopi.

Seru, Jelajah Gua Pindul dan Rafting di Sungai Oyo
Travel
Seru, Jelajah Gua Pindul dan Rafting di Sungai Oyo

Dilintasi aliran mata air dan dihiasi stalaktit serta stalakmit yang masih alami.

Meski Perang Jawa Libur Selama Puasa, Siasat Melumpuhkan Diponegoro Justru Gencar Dilakukan (1)
Indonesiaku
Meski Perang Jawa Libur Selama Puasa, Siasat Melumpuhkan Diponegoro Justru Gencar Dilakukan (1)

Diponegoro mengaku beroleh petunjuk ilahi (wangsit) di suatu malam bulan Agustus 1829

PT KAI Daop 8 Bagi Tiket KA Gratis Plus Diskon hingga 75 Persen, Mau?
Travel
PT KAI Daop 8 Bagi Tiket KA Gratis Plus Diskon hingga 75 Persen, Mau?

Acara ini merupakan wujud dari rasa syukur akan anugrah atas kemerdekaan RI