Rugikan PT Grab Hingga Ratusan Juta, Pelaku Tuyul Dibekuk Polisi Pelaku tuyul yang rugikan PT Grab. (MP/Gomes Roberto)

MerahPutih.com - Merugikan PT Grab mencapai ratusan juta rupiah, polisi tangkap 12 pelaku beserta 170 handphone sebagai barang bukti. Bahkan, sejumlah handphone yang berhasil disita dari tangan pelaku itu, sudah dirooting software dan ditambahkan aplikasi Fake GPS oleh pelaku.

Direktur Reserse Kriminal Umum, Polda Metro Jaya, Kombes Pol Nico Afinta mengatakan, awal mula pengungkapan terhadap pelaku ini, setelah pihaknya melakukan penyelidikan selama tiga bulan lalu, dan berhasil meringkuk otak dibalik kasus tersebut berinisial AA.

"Awalnya pertukaran info dari Grab, modusnya, mereka daftarkan diri sebagai pengemudi grab. Usai isi aplikasi, mereka coba masukin sistem dan sediakan satu laptop ini, ada 170 handphone, enam mobil," ujar Nico dalam rilis di Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Rabu (31/1).

Guna melancarkan aksinya, dimana 12 orang pelaku tersebut, mempunyai peran masing-masing. Dimana 10 orang pelaku berperan sebagai tuyul, untuk mengirimkan data seolah-olah mereka tengah mengangkut penumpang dari satu titik tempat, ke titik tempat lainnya.

Bahkan, aksi itu dilakukan pelaku pada saat jam sibuk. Sebab mereka mengetahui bahwa pada jam sibuk tersebut, tarifnya tinggi. Setelah itu mereka mendatangi ke Perusahaan Grab untuk menagih uang isentif mereka.

Sementara itu, dari hitung-hitungan yang sudah dilakukan, pelaku telah menerima transferan dari salah satu bank dan rekening yang sudah disiapkan. Aktivitas kejahatan yang dilakukan oleh pelaku itu, secara berulang-ulang. Polisi pun berhasil menangkap 10 pelaku ini beserta barbuk setelah melakukan penyelidikan.

Sementara dua tersangka lain berinisial AA (24) itu menjadi otak dalam aksi kejahatan, yang me-rooting software, dan CRN (34) yang berperan sebagai perantara. Perantara di sini maksudnya, AA sebagai otak tidak mengenal 10 driver tersebut, namun CRN yang menghubungi 10 driver itu.

"Selain AA, 11 orang lainnya sudah saling kenal dan bekerjasama melakukan ini. Mereka sudah menjalankan aksinya selama tiga bulan, dan ditangkap pada Rabu (24/1) lalu," tambahnya.

Guna mempertanggungjawabkan atas perbuatannya, mereka dijerat dengan pasal 32 dan pasal 48 Undang-Undang No. 19 tahun 2016, pasal 378 KUHP, dan Undang-Undang ITE. (*)

Berikut adalah berita laporan dari kontributor merahputih.com, Gomes Roberto. Baca juga laporan Gomes Roberto lainnya di: Video Sambutan Kapolri Viral di Medsos, Ini Penjelasan MUI


Tags Artikel Ini

Zaimul Haq Elfan Habib

LAINNYA DARI MERAH PUTIH