RSUD Soetomo Bantah Tudingan Risma Pernah Tolak Bantuan dari Pemkot Surabaya Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini. Foto: MP/Budi Lentera

MerahPutih.com - Direktur Utama RSUD Dr Soetomo Surabaya, Dr Joni Wahyuhadi menolak klaim Walikota Surabaya, Tri Rismaharini yang menyatakan bantuan Alat Perlindungan Diri (APD) dari Pemkot Surabaya pernah ditolaknya.

"Pemkot enggak ada nanya ke saya, yang penting prinsip kami kalau masih ada akan kami manfaatkan. Engga ada yang hubungi saya,” kata Joni di Gedung DPRD Jawa Timur, Surabaya, Senin (29/6).

Baca Juga

Ancam Reshuffle Kabinet, Jokowi Cuma Gertak Sambal

Joni mengaku bahwa pihaknya menolak pemberian bantuan itu, namun bantuan tersebut diarahkan ke RS darurat atau RS non rujukan yang juga membutuhkan APD.

"Begini, Soetomo kan juga dapat bantuan banyak dari provinsi, donatur, juga dari Kemenkes. Kami juga memikirkan kawan-kawan.di RS darurat yang bukan rujukan. Kan kasihan RS darurat karena butuh APD juga," jelas dia.

Wali Kota Surabaya, Tri Risma Harini. Foto: MP/Budi Lentera
Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini tersungkur sujud di depan salah satu dokter dari IDI (Ikatan Dokter Indonesia) saat audiensi di Balai kota Surabaya, Senin (29/06). Foto: Istimewa

"Kalau kita terima di Soetomo kesannya kita ini serakah kalau kami ambil semua, ini saja masih ada puluhan ribu APD," tutur Joni.

Seperti diketahui, dalam video beredar, Tri Rismaharini menangis setelah mengaku sudah berulang kali mencoba berkomunikasi dengan RSUD dr Soetomo.

Baca Juga

Hasto: Teguran Presiden Jokowi Wajar, Sense of Crisis Wajib Dimiliki Para Menteri

Namun hasilnya tetap nihil. Bahkan Tri Rismaharini mengaku bantuan APD dari pemkot sempat ditolak. Video menangis dan meminta maaf Risma itu pun viral. (Andika/Surabaya)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Jadi Calon Tunggal Kapolri, Komjen Listyo Punya Harta Segini
Indonesia
Jadi Calon Tunggal Kapolri, Komjen Listyo Punya Harta Segini

Harta Listyo terdiri dari harta bergerak dan tidak bergerak

Diterpa Isu Settingan Saat 'Blusukan', Begini Tanggapan Risma
Indonesia
Diterpa Isu Settingan Saat 'Blusukan', Begini Tanggapan Risma

Pekan depan dia berencana akan menggandeng Kementerian Dalam Negeri

 Kenaikan Iuran BPJS, Pemerintah Dinilai 'Putar Otak' Akali Putusan MA
Indonesia
Kenaikan Iuran BPJS, Pemerintah Dinilai 'Putar Otak' Akali Putusan MA

"Kasihan rakyat yang saat ini hidup dengan segala kesulitan yang dialami dan jangan menambah beban rakyat dengan menaikan iuran BPJS Kesehatan," tutup Iswan.

Mumtaz Rais Cekcok Dulu dengan Pramugari Sebelum Berselisih dengan Petinggi KPK
Indonesia
Mumtaz Rais Cekcok Dulu dengan Pramugari Sebelum Berselisih dengan Petinggi KPK

Hal ini pun diadukan di Pos Polisi Bandara Soekarno Hatta

 Kemenag: Ramadan di Rumah Tak Mengurangi Kualitas Ibadah
Indonesia
Kemenag: Ramadan di Rumah Tak Mengurangi Kualitas Ibadah

Jangan sampai kita menjemput bahaya, kita berkerumun di suatu tempat, termasuk di tempat-tempat ibadah. Itu sangat berpotensi untuk kita membahayakan diri kita dan juga orang lain

Supres RUU BPIP Diterima DPR, Puan Jelaskan Bedanya dengan RUU HIP
Indonesia
Supres RUU BPIP Diterima DPR, Puan Jelaskan Bedanya dengan RUU HIP

Substansi yang terdapat dalam RUU BPIP hanya memuat ketentuan tentang tugas, fungsi, wewenang, dan struktur kelembagaan BPIP

Anak Buah Surya Paloh Tuding Luhut Pemicu Lambatnya Penanganan COVID-19
Indonesia
Anak Buah Surya Paloh Tuding Luhut Pemicu Lambatnya Penanganan COVID-19

Menurut dia, sebagai menteri, Luhut seolah bertindak layaknya 'The Real President'.

Rugi Rp11,3 Triliun, Ini Pembelaan Pertamina
Indonesia
Rugi Rp11,3 Triliun, Ini Pembelaan Pertamina

Konsumsi BBM secara nasional yang sampai Juni 2020 hanya sekitar 117 ribu kilo liter (KL) per hari atau turun 13 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2019.

Wagub Sarankan Warga DKI Tetap Jalankan Budaya Kirim Makanan saat Lebaran
Indonesia
Wagub Sarankan Warga DKI Tetap Jalankan Budaya Kirim Makanan saat Lebaran

Budaya maaf-memaafkan di hari Lebaran tahun ini bisa dilakukan dengan cara komunikasi virtual atau online menggunakan telepon.

[HOAKS atau FAKTA]: Menteri Risma Joget Abai Protokol Kesehatan
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Menteri Risma Joget Abai Protokol Kesehatan

Pada tanggal 2 Maret 2020 Presiden Jokowi dan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengumumkan temuan kasus COVID-19 pertama di Indonesia.