RSD Wisma Atlet Sumbang 3 Persen Kasus COVID-19 Hingga Saat Ini Petugas medis mengambil sample warga yang akan mengikuti tes cepat (Rapid Test) COVID-19 di Halaman Gedung Dewan Pers, Jakarta, Minggu (28/6/2020). (ANTARA FOTO/RENO ESNIR)

Merahputih.com - Ketua Tim Pakar Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan DKI Jakarta hingga 10 Agustus 2020 tercatat menjadi provinsi dengan jumlah kasus COVID-19 di Tanah Air yakni sebesar 25.727 kasus.

Provinsi dengan jumlah kasus tertinggi adalah dari DKI Jakarta yaitu 25.727, Jawa Timur 25.330, Jawa Tengah 10.611, Sulawesi Selatan 10.454 dan Jawa Barat 7.566,

Baca Juga

Perkembangan COVID-19 Juni, Angka Positivity Rate Lebih Rendah daripada Bulan Mei

Ia menambahkan, bahwa data dari DKI Jakarta sejumlah 25.727 tersebut, sebenarnya terdiri atas dua kelompok komponen yaitu adalah kasus dari DKI Jakarta sendiri sebesar 24.884 dan ada 839 di atasnya adalah kasus dari rumah sakit darurat Wisma Atlet.

"Ini adalah fasilitas untuk isolasi terpusat dan ini kontribusi 3%,” jelas Wiku dalam keteranganya, Selasa (11/8).

Wisma Atlet masuk dalam hitungan kasus di Jakarta karena berada dalam wilayah DKI. Namun, tidak seluruh pasien yang dirawat di Wisma Atlet merupakan warga Jakarta.

“Karena memang lokasi Rumah Sakit Wisma Atlet ini ada di Jakarta dan kasus-kasus yang ditangani adalah dari pekerja migran internasional,” tuturnya.

Arsip. Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran tampak dari pesawat Microlight Trike yang dipiloti Mayor Tek Dani Suwandono dari Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) yang merupakan organisasi ordirga berbasis komunitas binaan TNI AU, di Jakarta, Sabtu (20/6/2020). (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/aww.
Arsip. Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran tampak dari pesawat Microlight Trike yang dipiloti Mayor Tek Dani Suwandono dari Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) yang merupakan organisasi ordirga berbasis komunitas binaan TNI AU, di Jakarta, Sabtu (20/6/2020). (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/aww.

Menurut Wiku, dari total jumlah ini sebenarnya kasus di Jakarta masih lebih sedikit jika dibandingkan kasus COVID-19 di Jawa Timur.

“Jadi kalau kita lihat kasus di DKI Jakarta saja sebenarnya masih sedikit lebih rendah daripada kasus di Jawa Timur. Jadi ini yang perlu menjadi perhatian bersama dalam membaca data,” tutur Wiku.

Ia menyebut, Indonesia tengah berusaha menekan jumlah kematian akibat Corona. Secara nasional, persentase kematian akibat COVID-19 masih di atas dunia.

"Kematian di Indonesia lebih tinggi dari dunia. Indonesia 4,5% dan di dunia 3,64%. Jadi tujuan kita bersama menurunkan angka kematian Indonesia, kalau bisa di bawah angka dunia," kata Wiku.

Namun Wiku merinci data tersebut per provinsi. Dia mengatakan ada 22 provinsi yang angka kematiannya di bawah dunia. Pemerintah pusat mengapresiasi 22 provinsi tersebut agar dapat terus menekan angka kematian.

Baca Juga

Gegara COVID-19, 2.600 Karyawan Lion Air di PHK

"Angka kematian dunia 3,64%. Dan kita ada 22 provinsi yang memiliki angka kematian di bawah angka kematian dunia. Ini adalah prestasi dari 22 provinsi ini dan harus dipertahankan dan ditekan terus agar tetap terjaga," ujarnya.

"Demikian juga 12 provinsi kita harapkan bisa ditekan karena kalau ini bisa ditekan di bawah angka rata-rata dunia, maka secara keseluruhan, semua provinsi di Indonesia ada di bawah rata-rata dunia," tambahnya. (Knu)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH