RSD Wisma Atlet Rawat 121 WNI Repatriasi Positif COVID-19 Petugas medis mengambil sample warga yang akan mengikuti tes cepat (Rapid Test) COVID-19 di Halaman Gedung Dewan Pers, Jakarta, Minggu (28/6/2020). (ANTARA FOTO/RENO ESNIR)

Merahputih.com - Warga Negara Indonesia (WNI) repatriasi dari luar negeri yang dikarantina di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, karena positif COVID-19 berkurang 24 orang.

Ada 121 orang WNI repatriasi dari luar negeri yang positif COVID-19 di RSD Wisma Atlet dari total repatriasi yang dilakukan sebanyak 33.606 orang.

"Jumlah total (ABK Pesiar dan Pekerja Migran Indonesia melaksanakan repatriasi) 33.606 orang, dikarantina 2.244 orang, terdiri dari 121 orang di RSD COVID-19 Wisma Atlet, Wisma Karantina Pademangan 1.687 orang, Hotel dan Penginapan di wilayah Jakarta 434 orang," ujar Perwira Penerangan Kogabwilhan I Kolonel Marinir Aris Mudian pada pernyataan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (30/6).

Baca Juga:

Video Kemarahan Jokowi Dinilai Hanya Strategi agar Menterinya Giat Bekerja

pada Senin (29/6), Kolonel Marinir Aris melaporkan bahwa jumlah WNI repatriasi positif COVID-19 yang dikarantina di RSD Wisma Atlet berjumlah 145 orang. Aris memerinci 145 orang tersebut yaitu terdiri dari 127 orang yang dinyatakan positif COVID-19 dengan tes usap (swab test) dan 18 orang yang dinyatakan reaktif dengan tes cepat (rapid test).

"Swab 127 orang. Rapid test 18 orang," ujar Aris dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (29/6).

Adapun 127 orang yang dinyatakan positif dari tes usap adalah pindahan WNI repatriasi dari luar negeri yang dikarantina di Wisma Pademangan.

Sedangkan 18 orang yang reaktif dari hasil rapid test itu terdiri dari 3 orang pekerja migran Indonesia (PMI) yang datang tanggal 5 Juni, 1 orang PMI datang 7 Juni, 1 orang PMI datang 14 Juni, 1 orang PMI datang 15 Juni, 6 orang PMI datang 18 Juni, 5 orang PMI datang 19 Juni, dan 1 orang PMI datang 20 Juni.

Namun, pada Selasa hari ini, dilaporkan bahwa WNI repatriasi yang dipindahkan dari Wisma Pademangan menjadi 108 orang atau berkurang 19 orang dari data yang dilaporkan pada Senin (29/6) kemarin.

Sedangkan, lima orang WNI yang dinyatakan reaktif dari hasil rapid test kemarin, yaitu 3 orang PMI datang pada 5 Juni, 1 orang PMI datang pada 7 Juni, serta 1 orang PMI datang pada 14 Juni telah hilang dari data yang dilaporkan Kolonel Mar Aris pada Selasa ini.

Arsip. Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran tampak dari pesawat Microlight Trike yang dipiloti Mayor Tek Dani Suwandono dari Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) yang merupakan organisasi ordirga berbasis komunitas binaan TNI AU, di Jakarta, Sabtu (20/6/2020). (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/aww.
Arsip. Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran tampak dari pesawat Microlight Trike yang dipiloti Mayor Tek Dani Suwandono dari Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) yang merupakan organisasi ordirga berbasis komunitas binaan TNI AU, di Jakarta, Sabtu (20/6/2020). (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/aww.

Kolonel Mar Aris Mudian juga melaporkan bahwa pada Selasa ini, total WNI yang melaksanakan karantina setelah pulang ke Tanah Air (repatriasi) berjumlah 2.244 orang.

Jumlah WNI repatriasi yang dikarantina tersebut berkurang 307 orang jika dibandingkan dengan data pada Senin. Kemarin, jumlah yang dikarantina sebanyak 2.551 orang dari 32.899 orang dari luar negeri yang telah pulang ke tanah air (repatriasi).

Kolonel Aris mengatakan, selain 121 orang yang positif COVID-19 di RSD Wisma Atlet, 1.687 orang menjalani karantina di Wisma Pademangan dan 434 orang menjalani karantina di hotel dan penginapan di wilayah Jakarta.

Jumlah WNI repatriasi dari luar negeri yang dikarantina di Wisma Pademangan berkurang 277 orang jika dibandingkan data yang dilaporkan Kolonel Mar Aris pada Senin (29/6) kemarin.

Sepuluh negara tujuan destinasi para WNI repatriasi yang dilaporkan paling banyak dikarantina di Wisma Pademangan pada Selasa ini, di antaranya: Hong Kong (257 orang PMI), Jepang (250 orang PMI), Singapura (249 orang PMI), Malaysia (194 orang PMI), Taiwan (161 orang PMI), Uni Emirat Arab (74 orang PMI dari Dubai, 61 orang PMI dari Abu Dhabi, dan 5 orang PMI dari Etihat), Korea (136 orang PMI), Qatar (124 orang PMI dan Doha 22 orang PMI), Brunei Darussalam (43 orang PMI), serta Filipina (41 orang PMI).

Selanjutnya, Bahrain (21 orang PMI), Amerika Serikat (19 orang PMI), Uruguay (18 orang PMI), Kamboja (15 orang PMI), Prancis (13 orang PMI), Afrika (9 orang PMI), Inggris (9 orang PMI), Belanda (9 orang PMI), Republik Rakyat China (6 orang PMI), Makau (4 orang PMI), Irlandia (3 orang PMI), Arab Saudi (2 orang PMI), dan Meksiko (2 orang PMI).

Selain itu, hotel dan penginapan di wilayah Jakarta yang menjadi tempat karantina 434 WNI repatriasi dari luar negeri, yaitu: Holiday Inn 172 orang, Hotel Mercure Kota 95 orang, Hotel Pullman 60 orang, Rumah Perlindungan Trauma Center (RPTC) Jakarta Timur 49 orang, Hotel Mercure Kemayoran 24 orang, dan Novotel 21 orang.

Baca Juga:

Senin Pagi, Pengguna KRL Melonjak 9 Persen

Setelah menjalani karantina 14 hari di Jakarta, sebagaimana dikutip Antara, WNI repatriasi dari luar negeri tersebut dibolehkan kembali ke daerah asal masing-masing. Aris melaporkan hingga hari ini, total WNI repatriasi dari luar negeri yang telah kembali ke daerah asal masing-masing berjumlah 31.362 orang.

Terjadi peningkatan WNI repatriasi dari luar negeri yang kembali ke daerah asalnya pada hari ini sebanyak 714 orang, jika dibandingkan dengan data WNI repatriasi yang kembali ke daerah asal pada Senin kemarin yang berjumlah 30.648 orang. (*)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH