Roy Suryo: Jangan Tutupi Pesoalan Bangsa, Jika Rakyat Muak Nanti Meledak Presiden Jokowi menjadi Inspektur Upacara Peringatan ke-72 Hari Bhayangkara Tahun 2018, di Istora Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (11/7) pagi. (Foto: Jay/Humas)

MerahPutih.com - Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Roy Suryo mengaku heran dengan pemberitaan di sejumlah media yang dinilainya kerap menutupi persoalan serius yang tengah di hadapai bangsa Indonesia di bawah pemerintahan Joko Widodo.

"Pemerintah sedemikian rupa upayanya untuk menutupi, teman-teman media pasti taulah, pemberitaan demikian rupa di buat semanis mungkin," kata Roy dalam sebuah diskusi di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (12/7).

Menurut Roy pemberitaan di sejumlah media arus utama tidak sesuai dengan fakta yang terjadi di tengah masyarakat. Dia menilai, media-media tersebut cenderung memihak kepada rezim yang berkuasa saat ini.

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Roy Suryo. Foto: MP/Ponco

"Terutama media yang mainstream, sudah benar-benar dicover, bahkan banyak berita-berita yang sengaja dikeluarkan itu yang lucu-lucu ngga mutu gitu lho. Sedang kita bicara masalah harga pangan naik, tapi malah lucu-lucuan, lagi wisata, lagi apa, itu gak perlu," tegasnya.

Roy menyinggung beberapa masalah seperti kenaikan Bahan Bakar Minyak nonsubsidi, kenaikan harga listrik, dan lemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika serta kemacetan yang terjadi saat mudik 2018.

"Misalnya kemarin ketika mudik, siapa bilang gak macet? Macet, saya rasakan sendiri di jalan. Luar biasa, saya harus memuji dalam tanda petik bagaimana memang memanage berita," ungkap dia.

Karena itu, Roy meminta persoalan serius yang tengah dihadapi bangsa ini tidak ditutup-tutupi. Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga ini khawatir jika persoalan itu memuncak maka bisa menimbulkan gejolak di tengah masyarakat.

Presiden Jokowi menyampaikan amanat pada Upacara Peringatan ke-72 Hari Bhayangkara Tahun 2018 di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (11/7) pagi. (Foto: Jay/Humas)

"Justru ini yang harus hati-hati, lebih baik bicara apa adanya. Kalau soal gempa, ada gempa dikit-dikit, ada demo dikit-dikit, tidak usah direm, tidak usah ditahan, kuatirnya akan meledak betul," tuturnya.

"Dan itu sudah mulai. Itu dollar sudah sekian, dollar sudah sekian, harga listrik naik, bahkan sudah sampai muncul tuh meme-meme 'baru kali ini 4 tahun pemerintahan, 9 kali BBM sudah naik' meskipun yang naik itu bukan BBM bersubsidi," pungkasnya. (Pon)



Andika Pratama