Ronde Pertama, 173.329 Guru Honorer Diangkat Jadi PPPK Ilustrasi guru honorer. Foto: istimewa

Merahputih.com - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mengumumkan ratusan guru honorer lolos seleksi pertama guru aparatur sipil negara (ASN) pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) 2021.

"Dengan sangat bahagia saya mengumumkan pada ronde pertama ini, dari 322.665 formasi yang dilamar, 173.329 guru honorer akan diangkat menjadi PPPK," jelas Kemendikbudristek, Nadiem Makarim dalam konfernsi pers virtual, Jumat (8/10).

Baca Juga

2.567 Orang CPNS Kabupaten Sukabumi Tes SKD di Universitas Telkom

Menurut Nadiem, jumlah peserta yang lolos tersebut merupakan yang terbesar dan bersejarah dalam perekrutan guru ASN. Dia juga mengingatkan hasil seleksi ini baru ronde pertama.

Nadiem pun menyampakan bagi yang belum lolos, pemerintah masih memberikan kesempatan mengikutin seleksi guru ASN PPPK tahap kedua dan ketiga pada tahun ini.

Ilustrasi: 83.733 peserta mengikuti seleksi Pegawai Pemerintahan dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2021 tingkat SMA, SMK dan SLB Jawa Barat. ANTARA/HO-Humas Disdik Jabar

"Tiap guru honorer diberi tiga kali kesempatan ambil tes seleksi, sehingga bisa ambil jangka waktu untuk belajar dan coba lagi," ujarnya.

Sedangkan untuk guru honorer yang lolos passing grade namun tidak dapat formasi, Nadiem memastikan dalam seleksi kedua dan ketiga akan ada optimalisasi formasi.

Baca Juga

154 Pelamar CPNS Solo Tidak Hadir Saat SKD, Panitia Langsung Coret

Dimana pemerintah akan membantu dan mendukung mereka menemukan posisi dan lowongan formasi.

"Tapi kalau ingin mencoba dapat angka lebih tinggi juga diperbolehkan. Sehingga ranking mereka dalam seleksi formasi lebih tinggi," tutupnya. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
 Pemprov DKI-Kabupaten Gorontalo Kerja Sama di Bidang Pangan
Indonesia
Kemenag Sebut Pancasila Bukan untuk Gantikan Agama
Indonesia
Kemenag Sebut Pancasila Bukan untuk Gantikan Agama

"Pancasila bukan untuk meminggirkan dan menggantikan kedudukan agama yang dijunjung tinggi dalam perikehidupan bangsa dan masyarakat kita," tegas Sekretaris Ditjen Bimas Islam, M. Fuad Nasar

Heboh Anjing di Bekasi Mau Ditombak dan Pemilik Diancam Dibunuh
Indonesia
Heboh Anjing di Bekasi Mau Ditombak dan Pemilik Diancam Dibunuh

Saat kejadian penombakan dan ancaman pembunuhan tersebut, tak ada seorang pun yang membantu.

 Bulog Dapat Perintah Impor 80 Ribu Ton Daging Kerbau dari India
Indonesia
Bulog Dapat Perintah Impor 80 Ribu Ton Daging Kerbau dari India

Tahun lalu, Bulog hanya bisa merealisasikan impor 37.000 ton, dari jatah yang diberikan 100.000 ton.

Catat! Malam Ini Pintu Keluar Masuk Jakarta Mulai Ditutup
Indonesia
Catat! Malam Ini Pintu Keluar Masuk Jakarta Mulai Ditutup

Melalui kebijakan itu, masyarakat dilarang melakukan mobilitas di luar kegiatan yang diizinkan satgas COVID-19

Sanksi yang Bakal Diterima Kafe Jika Nekat Gelar Perayaan Malam Pergantian Tahun
Indonesia
Sanksi yang Bakal Diterima Kafe Jika Nekat Gelar Perayaan Malam Pergantian Tahun

Apalagi, angka kenaikan kasus positif virus corona di ibu kota masih tinggi

Anak Buah Anies Ogah Terapkan Ganjil-Genap meski Jalanan Jakarta Macet
Indonesia
Anak Buah Anies Ogah Terapkan Ganjil-Genap meski Jalanan Jakarta Macet

Pemerintah DKI Jakarta belum punya rencana untuk menerapkan kembali sistem ganjil-genap, meskipun kondisi lalu lintas kembali mengalami kemacetan selama bulan Ramadan.

Bekas Sekretaris MA Nurhadi Dituntut 12 Tahun Penjara
Indonesia
Bekas Sekretaris MA Nurhadi Dituntut 12 Tahun Penjara

Bekas Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi dituntut 12 tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsider enam bulan oleh jaksa penuntut umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Mabes Polri Diserang, Polda Jateng Tingkatkan Keamanan Polres hingga Polsek
Indonesia
Mabes Polri Diserang, Polda Jateng Tingkatkan Keamanan Polres hingga Polsek

Polda Jawa Tengah meningkatkan pengamanan di seluruh markas kepolisian dari tingkat polda sampai polres.

Anies Sebut Perpolitikan Indonesia Kurang Sehat
Indonesia
Anies Sebut Perpolitikan Indonesia Kurang Sehat

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku bingung dengan anggapan orang yang mempersoalkan orang baik ikut dalam kontestasi politik Indonesia.