Romo Edi Mulyono Ajak Umat Tidak Egois Tangkapan layar Romo Edi Mulyono saat menyampaikan Homili pada Misa Perayaan Malam Natal Katedral Jakarta, Kamis (24/12/2020). (ANTARA/Anom Prihantoro)

MerahPutih.com - Umat Katolik diminta untuk tidak hanya mementingkan diri sendiri dan dapat menempatkan Yesus yang pertama dalam segala hal sehingga dapat mengalami suka cita dalam berbagai aspek kehidupan.

"Dari pengalaman, kita perlu melakukan sesuatu agar secara pribadi mengalami suka cita dalam hidup keluarga dan dunia kita. Apa yang harus kita perbuat?," ujar Romo Edi Mulyono saat menyampaikan Homili secara daring pada Misa Perayaan Malam Natal Katedral Jakarta, Kamis (24/12).

Baca Juga

Perayaan Malam Natal di Katedral Jakarta Berjalan Kondusif, Umat Patuhi Protokol Kesehatan

Ia mengatakan suka cita dalam kehidupan dapat diraih dengan cara pertama yaitu menempatkan Yesus sebagai yang pertama dalam segala hal.

"Rindukan Yesus, kangen kepada Allah yang nyata dalam diri Yesus, yang kangen juga untuk menyelamatkan kita," kata dia dikutip Antara.

Romo Edi mengajak umat Katolik untuk tidak mengutamakan dirinya sendiri dan mengesampingkan Yesus. Karena jika begitu, maka suka cita tidak akan menghampiri.

Romo Edi Mulyono
Romo Edi Mulyono

Menurut dia, totalitas untuk Yesus adalah yang paling utama untuk mendapatkan suka cita.

"Bukan diri kita yang kita tempatkan dalam hidup tetapi Yesus, dengan pikiran, perkataan, perbuatan, kepedulian bahkan tangis dan tawanya. Ikuti Yesus apa maunya, katanya, contohnya, kepeduliannya," tegasnya.

Dalam sejarah, kata dia, telah memberi tahu umat bahwa mereka yang tidak mengutamakan Yesus akan sukar menemukan suka cita.

Romo Edi mencontohkan Yosef dan Maria yang mengusahakan kelahiran Yesus di tempat yang baik, kata dia, mengalami penolakan dari pemilik penginapan.

"Namun mereka yang mendahulukan diri sendiri tidak bahagia bahkan sengsara. Misanya pemilik penginapan yang menolak Yosef dan Maria tidak bisa langsung mengalami seperti para gembala yang bersuka cita," pungkasnya. (*)

Baca Juga

MPR Minta Natal di Saat Pandemi COVID Kuatkan Toleransi

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Dihubungkan dengan Kelompok Teroris, FPI Angkat Suara
Indonesia
Dihubungkan dengan Kelompok Teroris, FPI Angkat Suara

Front Pembela Islam (FPI) membantah pernyataan salah satu terduga teroris yang juga simpatisan FPI Ahmad Aulia (AA), terkait adanya kegiatan baiat terhadap ISIS.

 Cegah Sebaran COVID-19, ASN dan TNI/Polri yang Nekat Mudik Terancam Kena Sanksi
Indonesia
Cegah Sebaran COVID-19, ASN dan TNI/Polri yang Nekat Mudik Terancam Kena Sanksi

Sanksi dalam kategori itu berupa penundaan kenaikan gaji berkala selama 1 tahun, penundaan kenaikan pangkat selama 1 tahun, dan penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 1 tahun.

Ketua DPD Minta Jangan 'Goreng' Kasus Penangkapan Djoko Tjandra dengan Suksesi Kapolri
Indonesia
Ketua DPD Minta Jangan 'Goreng' Kasus Penangkapan Djoko Tjandra dengan Suksesi Kapolri

“Artinya siapa suksesor Pak Idham sepenuhnya ada di tangan Presiden. Karena memang regulasinya begitu,” ujarnya

Jutaan Warga Terdampak Resesi, Harga Vaksin COVID-19 Harus Terjangkau
Indonesia
Jutaan Warga Terdampak Resesi, Harga Vaksin COVID-19 Harus Terjangkau

Sosialisasi informasi tentang distribusi vaksin menjadi sangat penting dan harus menjangkau semua kalangan.

TNI Siap Jemput 20 Ribu TKI yang Balik dari Malaysia
Indonesia
TNI Siap Jemput 20 Ribu TKI yang Balik dari Malaysia

Yudo mengatakan, para pekerja migran di Malaysia ini direncanakan akan kembali ke Indonesia imbas dari penyebaran virus corona.

Tiga Tempat Isolasi OTG Tampung 397 Pasien Termasuk Warga Luar Jakarta
Indonesia
Tiga Tempat Isolasi OTG Tampung 397 Pasien Termasuk Warga Luar Jakarta

Dirinya menegaskan, tempat isolasi kendali yang ditambahkan Pemprov DKI di untuk semua masyarakat. Tidak mengikat hanya warga ber-KTP DKI saja. Tapi, warga di luar Jakarta diperbolehkan karantina di sana

Tak Puas UU Cipta Kerja, Begini Step Tempuh Judicial Review ke MK
Indonesia
Tak Puas UU Cipta Kerja, Begini Step Tempuh Judicial Review ke MK

Undang-undang (UU) Omnibus Law Cipta Kerja yang disahkan DPR dan pemerintah pusat menuai polemik di tengah masyarakat.

Pemprov DKI Tak Terbitkan Surat Tender Pangadaan Barang di Tengah Pandemi
Indonesia
Pemprov DKI Tak Terbitkan Surat Tender Pangadaan Barang di Tengah Pandemi

"Karena kondisi darurat COVID-19, Pembelian langsung dilakukan oleh OPD pelaksana anggaran, dan BPPBJ tidak berwenang menerbitkan SPK atau Surat Perintah Kerja," terang Blessmiyanda

Pegawai hingga Hakim Positif Corona, PN Jakarta Utara Ditutup
Indonesia
Pegawai hingga Hakim Positif Corona, PN Jakarta Utara Ditutup

Ia menambahkan, keputusan tersebut diambil dengan mengacu pada SEMA Nomor 9 tahun 2020 tanggal 7 September 2020.

Tidak Bisa Kelola Internal, Demokrat Bisa Diambil Alih Moeldoko
Indonesia
Tidak Bisa Kelola Internal, Demokrat Bisa Diambil Alih Moeldoko

Upaya yang perlu dilakukan adalah kompromi politik oleh semua faksi yang ada di internal PD, yang dilakukan dalam bentuk kesetaraan dan demokratis.