Romo Benny: Pancasila Senjata Paling Ampuh Berantas Intoleransi Suasana sosialisasi wawasan kebangsaan kepada para pelajar SMK Urfas dan SMAN 1 Waropen. (ANTARA /HO-Kodim 1709/Yawa)

MerahPutih.com - Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Romo Benny Susetyo Pr mengharapkan Pancasila dijadikan acuan cara berpikir masyarakat Indonesia untuk melawan intoleransi.

Ia mengatakan, masyarakat harus mengembalikan Pancasila sebagai alat, sebagai ideologi bangsa.

Baca Juga:

Pelatihan Imam Masjid, Menag: Harus Ditanamkan Nilai-nilai Pancasila

"Pancasila itu harus menjadi acuan dari cara berpikir, bertindak, bernalar, berelasi semua anak-anak bangsa itu agar tidak terjadi yang namanya intoleransi,” ujar Romo Benny, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (16/11).

Kegiatan dialog "Gotong Royong Membumikan Pancasila" yang diselenggarakan BPIP di Pekanbaru, Riau, Rabu (13/11/2019). (ANTARA/Foto: Riza Harahap)
Kegiatan dialog "Gotong Royong Membumikan Pancasila" yang diselenggarakan BPIP di Pekanbaru, Riau, Rabu (13/11/2019). (ANTARA/Foto: Riza Harahap)

Dengan memegang teguh Pancasila, Benny meminta seluruh elemen masyarakat untuk terus bersatu melawan dan menolak adanya intoleransi yang terjadi di sekitar kita.

Intoleransi kalau dibiarkan berkembang di masyarakat dapat menghancurkan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Masyarakat harus berani menolak penyebaran kebencian, yang menyebarkan bibit-bibit permusuhan, yang bisa merusak persatuan bangsa. Biasanya intoleransi itu muncul dari ujaran kebencian. Kalau itu terjadi masyarakat harus melaporkan hal itu kepada pihak berwajib ketika konten-kontennya berisi ujaran kebencian tersebut muncul. Jangan didiamkan,” tutur pria kelahiran Malang 10 Oktober 1968 tersebut.

Pasca berakhirnya Orde Baru, bangsa ini telah merayakan kembali kebebasan berekspresi melalui reformasi setelah lama terkungkung dalam dominasi dan hegemoni negara, namun kebebasan yang terjadi justru dimaknai berlebihan oleh sebagian orang.

"Kebebasan berekspresi sejatinya juga menghargai hak dasar orang lain, sedangkan kebebasan yang berlebihan saat ini justru melahirkan intoleransi yang tidak bisa menerima perbedaan itu," kata Romo Benny.

Untuk itu, katanya, Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia tentunya bisa dijadikan sebagai acuan dan senjata ampuh bagi masyarakat Indonesia untuk melawan intoleransi itu.

Lebih lanjut, Benny mengungkapkan bahwa penanaman nilai-nilai Pancasila itu dapat menjadi acuan hidup sehari-hari di masyarakat, dan ini sangat penting untuk menghindarkan bangsa ini dari intoleransi.

“Harus ada pendidikan nilai-nilai Pancasila, baik di dalam pendidikan nilai-nilai sekolah, nilai keluarga, nilai masyarakat. Karena sejatinya itu adalah tradisi yang telah lama ada di masyarakat indonesia, seperti saling respek, kemudian gotong royong serta guyub rukun bersaudara. Jadikan itu sebagai acuan hidup di masyarakat,” jelas Romo Benny.

Baca Juga:

Menag Minta Penyuluh Agama Tak Terpapar Paham Radikal

Oleh karena itu, menurut Benny, perlu peran serta pemerintah dan pejabat terkait untuk memberikan contoh keteladanan kepada masyarakat dalam menjalankan Pancasila dalam kehidupan sehari-harinya.

Romo Benny Susetyo (dokumentasi ANTARA)
Romo Benny Susetyo (dokumentasi ANTARA)

“Pejabat publik harus menyerukan bahwa kita ini adalah bangsa yang sejak awal terdiri dari ribuan etnis, suku, dan agama serta agama-agama lokal juga. Maka kemudian perlu contoh keteladanan, misalnya kalau kepala daerah mempraktikkannya, maka kepala daerah harus konsisten menjalankan Pancasila itu, dan itu harus dilakukan terus menerus sebagai contoh,” kata dia

Selain itu, pria yang juga rohaniawan ini juga meminta aparat penegak hukum untuk bertindak tegas dan tidak boleh ragu-ragu dalam menghadapi intoleransi.

Karena hal ini sebagai upaya untuk melindungi masyarakat yang merasa terancam dari adanya ujaran kebencian itu.

Ia memberikan contoh intoleransi itu tentang ancaman yang berkaitan dengan kebebasan masyarakat untuk berkeyakinan dan beragama.

“Jadi, ketika ada orang yang melakukan ancaman, intimidasi dan dengan sengaja melarang kebebasan beragama orang lain, polisi harus bertindak karena sudah mengganggu," tutup dia. (Knu)

Baca Juga:

Surya Paloh Ungkap Ada Parpol Paling Pancasilais tapi Undang Propaganda, Sindir Siapa?

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
 Purnomo Dapat Rekomendasi, Gerindra Gandeng PKS dan Golkar Usung Gibran di Pilwalkot Solo
Indonesia
Purnomo Dapat Rekomendasi, Gerindra Gandeng PKS dan Golkar Usung Gibran di Pilwalkot Solo

Ardianto mengatakan Gerindra akan membentuk koalisi dengan mengandeng PKS dan Golkar. Ia mengaku sudah berkomunikasi bersama kedua parpol tersebut.

Warga Solo Deklarasi Tolak Demo Anarkis
Indonesia
Warga Solo Deklarasi Tolak Demo Anarkis

Deklarasi ini ingin menyamakan visi serta persepsi, agar penyampaian pendapat di muka umum dapat dilakukan dengan azas berimbang antara hak dan kewajiban serta bertanggung jawab.

Lima Wilayah Jakarta Belum Dibuat Sumur Resapan Tank
Indonesia
Lima Wilayah Jakarta Belum Dibuat Sumur Resapan Tank

Sumur resapan ini sebagai antisipasi banjir terutama di musim hujan.

Nusakambangan Siap Bikin Sipir Terlibat Narkoba Kapok
Indonesia
Nusakambangan Siap Bikin Sipir Terlibat Narkoba Kapok

Jangan ada sipir yang terlibat dalam praktik peredaran narkoba di dalam lapas maupun rutan.

Kapolda dan Pangdam Jaya Pastikan Keamanan dan Logistik Pilkada
Indonesia
Kapolda dan Pangdam Jaya Pastikan Keamanan dan Logistik Pilkada

Melancarkan Pilkada Serentak, Polda Metro Jaya bersama Kodam Jaya memberikan bantuan berupa rapid test dan masker.

Rugikan Pelanggan Rp17 Miliar, Pemilik Grab Toko Beli Barang di ITC
Indonesia
Rugikan Pelanggan Rp17 Miliar, Pemilik Grab Toko Beli Barang di ITC

Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Brigjen Slamet Uliandi mengatakan, dari sembilan barang yang dikirim ke konsumen tersebut, ternyata dibelinya dari pusat perbelanjaan ITC dengan harga normal.

KPK Amankan Dokumen Proyek dan Perizinan Tempat Wisata di Batu
Indonesia
KPK Amankan Dokumen Proyek dan Perizinan Tempat Wisata di Batu

Tim penyidik selanjutnya bakal melakukan analisa dan penyitaan

NasDem Tuntut Pemerintah Beri Insentif Pekerja Terdampak 'Work from Home'
Indonesia
NasDem Tuntut Pemerintah Beri Insentif Pekerja Terdampak 'Work from Home'

Untuk itu, Wibi mendesak pemerintah turut serta memperhatikan jangan hanya memikirkan para pekerja kantoran saja.

Pandemi COVID-19, Sabun Cuci Indonesia Dicari Warga Filipina
Indonesia
Pandemi COVID-19, Sabun Cuci Indonesia Dicari Warga Filipina

Pangsa pasar produk sabun cuci Indonesia ke Filipina pada akuartal I 2020 sebesar 31,64 persen. Sementara nilai ekspornya di kuartal yang sama mencapai 9,3 juta dolar AS

Penderita Corona di Jakarta Naik 10 Persen, Pengamat Soroti Kinerja Pemprov DKI
Indonesia
Penderita Corona di Jakarta Naik 10 Persen, Pengamat Soroti Kinerja Pemprov DKI

"Mengapa demikian? Pelanggaran itu disebabkan Pemprov Jakarta tidak melakukan pengawasan dan penegakan protokol kesehatan," jelas Tigor