Romahurmuziy Sebut Dakwaan Jaksa KPK Tak Singkron Mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy. (Foto: MP/Ponco)

MerahPutih.com - Mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy alias Romi menyebut dakwaan Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan suap jual beli jabatan di Kementerian Agama yang menjeratnya tak singkron.

Romi sebelumnya didakwa menerima suap sebesar Rp325 juta dan Rp 91,4 juta dari Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur, Haris Hasanuddin dan Kakanwil Kemenag Kabupaten Gresik Muafaq Wirahadi. Perbuatan rasuah Romi dilakukan bersama-sama dengan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

Baca Juga:

Kata Romi Soal Keterlibatan Menag: Saya Punya Kewenangan Nggak?

"Didakwaan, saya didakwa bersama-sama Menag Lukman Hakim Syaifuddin, namun dalam uraian saya membantu Haris. Jadi saya ini bantu Lukman hakim atau bantu Haris. Jadi saya ini bantu siapa? Karena dalam dakwaan saya bantu Lukman, tetapi diuraian saya bantu Haris," kata Romi dihadapan majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu (11/9).

Mendengar pernyataan Romi, ketua majelis hakim Tipikor Jakarta memberikan kesempatan kepada Romi untuk mengajukan nota keberatan (eksepsi). Sebab itu merupakan hak Romi sebagai terdakwa.

"Sebetulnya saudara ada ketidak singkronan saja ya, nanti saudara akan diberikan kesempatan untuk ajukan eksepsi, tapi terhadap dakwaan ini mengerti enggak?," tanya Ketua Majelis Hakim.

"Secara umum mengerti tapi enggak singkron," jawab Romi.

Mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy. (Foto: MP/Ponco)

Setelah berkonsultasi dengan tim pengacara, Romi menyatakan akan mengajukan eksepsi atas dakwaan Jaksa KPK. Romi berdalih dakwaan Jaksa KPK membingungkan.

"Karena ada beberapa hal yang belum dimenegerti, izinkan saya ajukan nota keberatan sendiri. Nanti penasihat hukum juga ada ajukan nota keberatan," ujar Romi.

Mendengar pernyataan Romi, majelis hakim kemudian mengagendakan sidang pembacaan eksepsi pada Rabu (18/9) mendatang. "Sidang kita tunda seminggu yang akan datang, 18 september 2019 dengan acara pembacaan eksepsi," ujar Hakim.

Sebelumnya, Romi sebelumnya didakwa menerima suap sebesar Rp325 juta dan Rp 91,4 juta dari Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur, Haris Hasanuddin dan Kakanwil Kemenag Kabupaten Gresik Muafaq Wirahadi. Perbuatan rasuah Romi dilakukan bersama-sama dengan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

Baca Juga

Eks Ketum PPP Romahurmuziy Resmi Jadi Pesakitan di Meja Hijau

Dalam dakwaan disebutkan, suap diterima Romi dalam kurun waktu Januari hingga Maret 2019. Perbuatan itu bertentangan dengan posisinya sebagai anggota DPR periode 2014-2019 atau selaku penyelenggara negara. Suap sebesar Rp 420,4 juta itu dinilai untuk memuluskan Haris dan Muafaq sebagai Kakanwil Kemenag Jatim dan Kakanwil Kemenag Kabupaten Gresik.

Atas perbuatannya, Romi didakwa melanggar Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat 1 KUHP. (Pon)

Kredit : ponco


Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH