Romahurmuziy Ngeluh Lagi Mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy. (Foto: MP/Ponco)

MerahPutih.com - Tersangka kasus dugaan suap jual beli jabatan di Kementerian Agama (Kemenag) Romahurmuziy alias Romi kembali mengeluh soal fasilitas rumah tahanan (Rutan) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kali ini, ada tiga fasilitas Rutan yang dikeluhkan Romi.

Sebelum menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini menyerahkan tiga lembar surat tuntutan terkait fasilitas Rutan kepada wartawan. Tiga lembar tuntutan itu diklaim suara dari para tahanan yang mendekam di Rutan lembaga antirasuah.

BACA JUGA: KPK Dalami Peran Romahurmuziy di Seleksi Rektor UIN

"Saya mau kasih ini, ini surat yang disampaikan oleh teman-teman penghuni rutan, ada dua, ada tiga rangkap, silakan dibagi aja, yang satu tanggal 29 yang satu tanggal 6 (Januari)," kata Romi di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (20/6).

Menurut Romi keluhan-keluhan para tahanan tidak pernah digubris lembaga yang dipimpin Agus Rahardjo. Bahkan, kata Romi, fasilitas di Rutan KPK tidak memadai.

"Beberapa yang dulu saya sampaikan sebenarnya berasal dari mereka, jadi saya sebenarnya hanya menyuarakan saja," ungkapnya.

Terdakwa kasus jual beli jabatan Romahurmusiy
Mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy. Foto: net

Romi juga mengaku telah menyampaikan keluhan fasilitas Rutan ke Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) saat melakukan sidak hari ini. Tim Ditjenpas melakukan sidak ke Rutan KPK.

"Tadi juga dari ditjen pas ada yang datang dan sudah kita sampaikan juga, semoga ada segera tindak lanjut," tandasnya.

Dalam surat yang disampaikan Romi ke pihak KPK tertulis 3 tuntutan para tahanan. Tiga hal yang dituntut Romi dan koleganya di Rutan yakni tidak mempersulit kegiatan ibadah para warga rutan KPK, baik melaksanakan salat Jumat atau kebaktian.

BACA JUGA: 7 Calon Rektor UIN yang Terseret-seret Kasus Suap Romahurmuziy

Kedua, Kepala Rutan KPK diminta mengembalikan fasilitas pemanas listrik sederhana yang sebelumnya pernah disediakan serta memperbaiki fasilitas tempat penyimpanan makanan.

Terakhir, memperbanyak frekuensi kunjungan keluarga dari 2 kali seminggu menjadi 4 kali seminggu, dengan maksud agar makanan yang diberi pihak keluarga ke warga rutan tidak basi dan lebih banyak. (Pon)

Kredit : ponco


Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH