Romahurmuziy Kritik Kualitas Dokter KPK Kurang Mumpuni Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Foto: kpk.go.id

MerahPutih.com - Mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M Romahurmuziy (Romi) mengkritik kualitas tim dokter yang disediakan KPK.

Tersangka kasus dugaan suap jabatan Kementerian Agama itu mengaku sudah meminta untuk bisa berobat di luar KPK, tetapi belum dikabulkan KPK.

"Dokternya di sini (KPK) tidak dalam posisi mampu, makanya saya minta keluar. Tapi sampai hari ini belum diberi," kata Romi, saat akan diperiksa penyidik sebagai tersangka di KPK Jakarta, Jumat (22/3).

Romi mengaku mengalami sakit selama menjalani tahanan di KPK. Namun, anggota Komisi XI DPR itu tidak mau mengungkapkan penyakit yang dideritanya. Dia hanya berdalih sudah lama menderita penyakit itu.

"Memang saya ada penyakit yang agak lama dan belum saya periksakan," ungkap mantan Ketum aprpol pendukung Jokowi itu.

Romi
Tersangka suap eks Ketum PPP M Romahurmuziy. MP/Ponco Sulaksono.

Kemarin Juru Bicara KPK Febri Diasnyah mengatakan, Romi mengaku sulit tidur ketika berada dibalik jeruji besi Rumah Tahanan (Rutan) lembaga antirasuah. hal tersebut terungkap saat Romi menjalani pemeriksaan Dokter setelah sebelumnya mengeluh sakit ke KPK.

"Tersangka mengeluhkan sulit tidur dalam beberapa hari ini, karena itu diberikan pengobatan yang sesuai dengan keluhan tersebut," kata Febri saat dikonfirmasi, Kamis (21/3).

Lebih lanjut Febri mengatakan, setelah melalui serangkaian pemeriksaan, tim Dokter menyatakan kesehatan pria yang karib disapa Romi ini masih dalam keadaan normal.

"Tadi dokter sudah selesai melakukan pemeriksaan, beberapa indikator kesehatan masih dalam angka yang wajar," jelas Febri.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah. (MP/John Abimanyu)
Juru Bicara KPK Febri Diansyah. (MP/John Abimanyu)

KPK menetapkan Romi sebagai tersangka jual beli jabatan di Kemenag. Romi dijerat bersama Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur Haris Hasanuddin.

Romi diduga menerima suap sebesar Rp300 juta, dengan rincian Rp50 juta dari Muafaq untuk posisi Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik dan Rp250 juta dari Haris untuk jabatan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur. (Pon)

Kredit : ponco

Tags Artikel Ini

Wisnu Cipto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH