Romahurmuziy Kecewa Peran Gubernur Jatim Khofifah Hilang dalam Dakwaan Eks Ketua Umum PPP Romahurmuziy. (ANT)

MerahPutih.com - Terdakwa kasus dugaan suap jual beli jabatan di Kementerian Agama (Kemenag) Romahurmuziy alias Romi mempertanyakan alasan tim Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghilangkan peran Gubernur Jawa Timur Khofifah Indarparawansa dan Ketua Umum ‎PP Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (NU), KH Asep Saifuddin Halim dalam surat dakwaan dirinya.

Padahal, kata Romi, Khofifah dan Asep dalam persidangan sebelumnya mengakui, bila keduanya yang memberikan rekomendasi mantan Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur Haris Hasanuddin dan Kepala Kantor Kemenag Gresik Muafaq Wirahadi.

Baca Juga

PPP Anjlok 1 Juta Suara, Romahurmuziy Salahkan KPK

"Dari uraian dakwaan, sengaja dihilangkan peranan Gubernur Jawa Timur, ‎Khofifah Indarparawansa dan Ketum PP Persatuan Guru NU KH Asep Saifuddin Halim," kata Romi membacakan eksepsinya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (23/9).

Meski begitu, Romi menilai wajar bila Khofifah merekomendasikan‎ Haris sebagai Kepala Kanwil Kemenag Jatim. Pasalnya, sebagai pemimpin di Jatim, Khofifah ingin semua pemangku kepentingan di Jatim qualified. Apalagi, Roziki, mertua Haris adalah Ketua Tim Sukses Pemenangan Khofifah dalam Pilkada 2018.

sidang romi ketum ppp
Sidang perdana terdakwa eks Ketum PPP Romahurmuziy alias Romi. (MP/Ponco Sulaksono)



Pun dengan Kyai Asep. Mantan Ketum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini menyebut, sebagai pimpinan tertinggi organisasi ‎guru di madrasah-madrasah di lingkungan NU, wajar Kyai Asep berkepentingan terkait penempatan guru-guru madrasah se-Jatim.

Baca Juga:

Terbongkar Jumlah Duit Suap yang Diterima Eks Ketum PPP Romahurmuziy

"Karenannya wajar jika Kiayi Asep menghendaki agar Pimpinan Kanwil Kemenag Jawa Timur yang memiliki kewenangan penerbitan Surat Keputusan penempatan kepada dan guru-guru madrasah se-Jatim adalah orang yang dia bisa perintah sewaktu-waktu, sebagaimana kesaksian Kyai Asep di Persidangan Haris dan Muafaq, bahwa Haris Hasanuddin adalah santrinya," papar Romi.

Menurut Romi penyidik KPK miliki bukti-bukti mengenai intensitas komunikasi ‎antara Kyai Asep dengan dirinya terkait Haris. Romi lantas mengklaim Kyai Asep pernah menguhubungi dirinya, langsung dari Mekkah mengenai Haris. Peristiwa itu, ungkap Romi terjadi di tengah-tengah melaksanakan ibadah umrah tasyakuran bersama Khofifah dan rombongan atas kemenangan di Pilkada Jatim 2018.

"Karenanya saya perlu tekankan peristiwa ini karena saat saya sampaikan kepada Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, tentang nominasi di Lingkungan Kanwil Kemenag Jatim, jelas saya sedang menjalankan fungsi Representasi selaku anggota DPR RI," ujar Romi.

Baca Juga:

Romahurmuziy Minta Pindah Bui ke Lapas Cipinang

Diketahui, dalam dakwaan, Jaksa KPK menyebut bahwa Rommy bersama-sama Menteri Agama Lukman Hakim menerima suap sebesar Rp 325 juta, untuk memuluskan jabatan Haris menjadi Kepala Kanwil Jatim. ‎

Namun nama Khofifah dan Kyai Asep tidak muncul di dakwaan suap jual beli jabatan Rommy. Hal ini sangat berbeda dengan fakta persidangan yang terkuak dalam persidangan terdakwa M Muafaq Wirahadi dan Haris Hasanuddin, sebelumnya. (Pon)

Kredit : ponco


Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH