Rolling Stone Indonesia Berhenti Beroperasi, 'Kebetan' Informasi Musik Tambah Sepi Cover RSI

PENGGEMAR musik tanah air kehilangan salah satu kebetan informasi musik terbaik di pembuka tahun 2018. Majalah Rolling Stone Indonesia, melalui laman resminya, rollingstone.co.id, mengumumkan berhenti beroperasi terhitung 1 Januari 2018.

“Pada hari ini PT a&e Media sebagai penerbit majalah Rolling Stone Indonesia dan situs Rolling Stone Indonesia mengumumkan bahwa mulai 1 Januari 2018 kami tidak memegang lisensi malajah Rolling Stone Indonesia dan situs Rolling Stone Indonesia untuk beroperasi di wilayah Indonesia,” tulis pihak Rolling Stone Indonesia di laman resminya.

Pernyataan resmi PT a&e Media menjadi penggenap ramainya unggahan salam perpisahan para pentolan bergulirnya majalah, situs, maupun cafe Rolling Stone Indonesia (RSI).

Dua hari jelang malam pergantian tahun, Editor in Chief RSI, Adib Hidayat, mengunggah artwork mahluk berkepala tiga dengan keterangan berpisah pengabdian dengan RSI.

“Tanggal 29 Desember 2017 menjadi hari terakhir saya bekerja di Rolling Stone Indonesia. Terima kasih untuk semua pihak yang telah banyak membantu kami selama lebih dari 12 tahun ini,” ungkapnya.

Pernyataan Adib kontan mengudang reaksi banyak kalangan. Pasalnya, pengumuman resmi pihak PT a&e Media belum ada. Teselip kesan pentolan RSI tersebut mundur bukan karena RSI berhenti berproduksi.

“Lho... Kenapa, @adibhidayat? Pindah ke mana?” timpal Addie MS, @addiems999.

Pertanyaan musisi Addie MS tentu senada dengan warganet lainnya nan bingun dengan unggahan berantai tersebut. Selain Adib, Digital Managing Editor, Wendi Putranto pun melakukan hal serupa.

Wendi di akun Instagramnya, @wenzrawk mengunggah kartu pers RSI dan memberi kalimat perpisahan dengan mengutip lirik lagu The Upstair bertajuk Terekam Tak Pernah Mati.

“Ini adalah hari terakhir saya bekerja di Rolling Stone Indonesia. Terima kasih untuk 12 tahun 4 bulan 25 hari yang tak pernah terlupakan. Semua terekam, tak pernah mati,” tulis Wendi.

Dengan terbitnya pengumuman resmi PT a&e Media, RSI pun akhirnya mengikuti jejak Majalah HAI, Nylon Indonesia, jajaran warta musik, film, dan budaya populer, nan berhenti beroperasi. (*)



Yudi Anugrah Nugroho

LAINNYA DARI MERAH PUTIH