Rohaniwan Katolik Ingatkan Momentum Idul Fitri Jadi Tonggak Persaudaraan Antar Umat Beragama Romo Benny Susetyo (Foto: Instagram @susetyobenny)

Merahputih.com - Rohaniwan Katolik, Antonius Benny Susetyo menilai Ramadhan dan Idul Fitri memiliki nilai khusus untuk menumbuhkan persaudaraan antara umat Muslim dan Kristiani.

Salah satunya tindakan kecil yaitu dengan mendoakan dan memberi ucapan selamat bagi semua saudara muslim yang saat ini merayakan Lebaran.

Baca Juga:

Pelatihan Imam Masjid, Menag: Harus Ditanamkan Nilai-nilai Pancasila

“Solidaritas dan persaudaraan antarumat beragama harus terus dijaga dan ditumbuhkan, sehingga tercipta kebersamaan yang muaranya adalah rasa saling memiliki dan menjaga satu sama lain,” ujar Benny kepada wartawan, Minggu (24/5).

Menurutnya, rasa saling melindungi itu penting sehingga mencegah potensi menularkan penyakit kepada sesama.

“Mulai dari umat beragama di Indonesia bisa digalangkan hidup berdamai dengan COVID-19, dengan menjalankan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah," jelas Benny.

"Hal itu salah satu upaya untuk melindungi kita dari bahaya COVID-19,” kata dia.

Romo Benny Susetyo (dokumentasi ANTARA)
Romo Benny Susetyo (dokumentasi ANTARA)

Pria yang menjabat sebagai staf khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) itu juga mengajak semua umat beragama untuk saling tolong menolong, berbagi kasih terhadap sesama.

Terutama dalam menghadapi pandemi COVID yang belum diketahui kapan akan berakhir.

“Jikalaupun pandemi Corona tidak akan meninggalkan dunia ini, kita harus mampu hidup berdamai dengan COVID-19,” imbuhnya.

Baca Juga:

Menag Minta Penyuluh Agama Tak Terpapar Paham Radikal

Karena itu, Benny mengingatkan masyarakat untuk tetap menjalankan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah, baik saat beribadah maupun saat berinteraksi dengan orang lain. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Meski Gedungnya Ludes Terbakar, Kejagung Diminta Tetap Fokus Berantas Korupsi
Indonesia
Meski Gedungnya Ludes Terbakar, Kejagung Diminta Tetap Fokus Berantas Korupsi

Kejagung di bawah kepemimpinan S.T Burhanuddin harus tetap fokus dan berani

Dua Sipir Lapas Tangerang Jadi Tersangka Kasus Kaburnya Napi asal Tiongkok
Indonesia
Dua Sipir Lapas Tangerang Jadi Tersangka Kasus Kaburnya Napi asal Tiongkok

Dia merupakan sipir dan Pegawai Negeri Sipil di lapas tersebut. Mereka mengakui mendapat imbalan dari Cai Chang Pan karena membelikan peralatan yang diminta.

Jawa Timur Jadi Provinsi dengan Tingkat Pelanggaran Lalu Lintas Tertinggi
Indonesia
Jawa Timur Jadi Provinsi dengan Tingkat Pelanggaran Lalu Lintas Tertinggi

Untuk mendisiplinkan masyarakat dalam berlalu-lintas, Polisi menggelar Operasi Patuh 2020

Demo Tolak UU Cipta Kerja Ricuh, Muhadjir: Tak Puas Silahkan Ajukan Judicial Review
Indonesia
Demo Tolak UU Cipta Kerja Ricuh, Muhadjir: Tak Puas Silahkan Ajukan Judicial Review

"Kalau duduk bersama tidak ada titik temu, bisa mengajukan gugatan atau Judicial Review ke MK (Mahkamah Konstitusi)," kata dia.

Ketua IDI Bali dan Sejumlah Ahli Diperiksa Buntut 'Kacung WHO' JRX
Indonesia
Ketua IDI Bali dan Sejumlah Ahli Diperiksa Buntut 'Kacung WHO' JRX

Dia berharap Jerinx dapat datang dalam pemanggilan yang kedua pada Kamis (6/8) besok

15 Juni Jadwal Pendaftaran PPDB DKI, Begini Proses dan Dokumen yang Harus Dilengkapi
Indonesia
15 Juni Jadwal Pendaftaran PPDB DKI, Begini Proses dan Dokumen yang Harus Dilengkapi

Calon siswa diminta untuk melakukan pemilihan sekolah dalam waktu dua hari yakni 15-16 Juni.

Ganjil Genap Berlaku Lagi, DKI Jakarta Optimalkan Angkutan Umum
Indonesia
Ganjil Genap Berlaku Lagi, DKI Jakarta Optimalkan Angkutan Umum

Angkutan umum sudah dilakukan simulasi. Contohnya, untuk kapasitas MRT dari arah selatan, rata-rata per sekali jalan rangkaiannya hanya menampung 100 penumpang.

 RSUD dr Moewardi Sediakan Ruang Karantina, Dokter Bantah Ada Pasien Suspect Virus Corona
Indonesia
RSUD dr Moewardi Sediakan Ruang Karantina, Dokter Bantah Ada Pasien Suspect Virus Corona

"Tidak ada pasien suspect virua corona yang dirawat RSUD dr Moewardi," ujar Harsini kepada kepada awak media termasuk merahputih.com di Solo, Senin (27/1)

 Nekat Kucing-kucingan Agar Bisa Mudik, YLKI: Awas, Bahaya
Indonesia
Nekat Kucing-kucingan Agar Bisa Mudik, YLKI: Awas, Bahaya

"Kalau memang sangat urgen/harus mudik, sebaiknya masyarakat mudik secara legal, dengan mengurus surat-surat yang diperlukan," jelas Tulus.

Terapkan Hukuman Kontroversial Pelanggar PSBB, Pemprov DKI Dinilai Tak Serius
Indonesia
Terapkan Hukuman Kontroversial Pelanggar PSBB, Pemprov DKI Dinilai Tak Serius

Penerapan masuk peti mati dapat disimpulkan main-main dan terkesan Pemprov tidak tegas.