Proyek Robot Gundam Setinggi 18 Meter Dipimpin Ilmuwan Indonesia Robot Gundam yang dibuat dengan tinggi 18 meter (Foto: Pixabay/Samueles)

ROBOT Gundam sejauh ini hanyalah sebuah fiksi ilmiah di dalam komik ataupun animasi. Sekalinya ada di dunia nyata itu hanyalah sebuah patung yang tak bisa bergerak. Robot Gundam memang terbilang sulit diwujudkan, apalagi semuanya memiliki ukuran super besar.

Tapi itu dulu, kini ilmuwan Jepang berusaha mewujudkan hal yang tidak mungkin tersebut. Proyek yang dinamakan Gundam Global Challenge (GGC) ini menciptakan robot Gundam setinggi 18 meter. Hebatnya lagi Robot Gundam tersebut bisa bergerak melalui teknologi machine learning dan artificial intelligence.

1. Dipimpin oleh ilmuwan asal Indonesia

Ilustrasi robot Gundam (Sumber: Pixabay/Samueles)
Ilustrasi robot Gundam (Sumber: Pixabay/Samueles)

Siapa sangka dalam proyek besar tersebut ternyata ada ilmuwan asal Indonesia yang memimpinnya. Prof. Pitoyo Hartono, bersama timnya membuat robot Gundam dengan volume 1.000 kali manusia. Robot Gundam tersebut rencananya akan selesai sekitar bulan Oktober 2020, usai Olimpiade Tokyo kemudian dipamerkan di Yokohama selama satu tahun.

"Robot ini memiliki volume, proporsinya seperti manusia. Kalau tinggi 10 kali lipat, lebarnya 10 kali lipat, ketebalannya juga 10 kali lipat," ujar Piyono seperti diberitakan Antaranews, Selasa (26/3).

2. Banyak tantangan

Ilustrasi robot Gundam (Sumber: Pixabay/ribbons6775)
Robot Gundam (Foto: Pixabay/ribbons6775)

Namun menciptakan robot setinggi gedung enam lantai tidaklah mudah. Piyono harus mempertimbangkan sejumlah aspek seperti momen inersia atau kekuatan objek mengubah rotasi. "Jadi kalau panjangnya 10 kali, moment of innertianya akan 100," lanjut Piyono.

Pria yang menjadi profesor di School of Engineering Chukyo University, Jepang ini bahkan sempat dipandang sebelah mata saat ingin menciptakan robot Gundam. Beberapa investor pada awalnya ragu dengan ide tersebut karena dianggap tidak masuk akal.

3. Tidak sesempurna robot Gundam yang asli

Ilustrasi robot Gundam (Sumber: Pixabay/FranckinJapan)
Tidak sesempurna robot Gundam (Foto: Pixabay/FranckinJapan)

Piyono menjelaskan robot buatannya memang tak sesempurna Gundam di dalam komik ataupun animasi. Namun ia yakin dengan rampungnya robot tersebut maka akan membuka peluang bagi generasi muda memoles kekurangan robotnya. Hal itupun ia kemukakan pada para investor.

"Saya bilang jangan anggap ini sebagai robot. Kita anggap ini sebagai gedung yang dapat bergerak. Mengapa? Ini latihan. Di dunia ini mungkin kita tak butuh gedung seperti ini. Tapi kalau memikirkan space di Mars, kalau mendirikan gedung dengan lingkungan jelek bisa memindahkannya sedikit," tandasnya. (*)

Kredit : yani

Tags Artikel Ini

Muchammad Yani

LAINNYA DARI MERAH PUTIH