Robot Damkar Rp37 Miliar tak Beraksi saat Kejagung Terbakar, Ini Alasannya Robot pemadam kebakaran Dok-ing MVF-U3 asal Kroasia. Foto Instagram humasjakfire

MerahPutih.com - Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta, Satriadi Gunawan menjelaskan Pemprov tak menurunkan dua buah robot alat pemadam kebakaran seharga Rp37 miliar saat gedung Kejaksaan Agung terbakar hebat pada Sabtu (22/8).

Satriadi beralaskan, robot pemadam itu tidak digunakan karena kebakaran di Kejagung terjadi di gedung dengan bangunan yang tinggi.

Baca Juga

Yang Dilakukan Tim Puslabfor Saat Masuk Pertama Kali di Gedung Kejagung

"Jadi kebakaran itu kan terjadi di gedung bangunan tinggi 6 7 lantai. Jadi secara operasional teknis itu yang paham kita, karena kaitan dengan proses pemadam kebakaran," ujar Satriadi saat dihubungi, Senin (24/8).

Pembelaan Satriadi, robot pemadam itu difungsikan untuk memadamkan kebakaran api yang umumnya terjadi di bangunan datar terutama di transportasi umum seperti LRT dan MRT.

Gedung Kejagung terbakar. (Foto: Antara).
Gedung Kejagung terbakar. (Foto: Antara).

Robot kebakaran itu juga digunakan di kebakaran yang beresiko tinggi seperti yang memicu adanya ledakan, gas dan minyak berbahaya.

"Karena kan dia menggunakan remot kontrol dari jarak jauh. Jadi untuk keamanan petugas. Contoh di situ ada bahan materi yg berbahaya karena ledakan atau macem-macam atau zat kimia atau gas beracun. nah itu menggunakan robotik itu. itu demi keamanan petugas kebakaran," ucap dia.

Dia menyebut robot itu tidak mungkin digunakan di gedung tinggi lantaran ukurannya yang pendek.

"Dia kan ada jarak. dan dia vertikal. jadi dia sangat efektif untuk menggunakan brontho skylife/skylift. dan memang brontho fungsinya untuk bangunan tinggi. salah kita kalo menggunakan robotic untuk bangunan tinggi. robotic untuk sifatnya MRT LRT yang ground bawah tanah," tuturnya.

Baca Juga

ICW minta KPK Turun Tangan Usut Kebakaran di Kejagung

Satriadi menyampaikan pihaknya menggunakan dua macam alat untuk memadamkan kebakaran yang terjadi di gedung Kejagung yaitu brontho skylift dan fire stick.

"Kami gunakan brontho skylift dengan ukuran 90 dan 55, serta fire stick namanya itu yang kita gunakan karena dia bisa memadamkan ke bangunan-bangunan tinggi," tutupnya. (Asp).

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
 Tanpa Dasar Hukum Kuat, Larangan Mudik Berpotensi Timbulkan Pelanggaran Hak
Indonesia
Tanpa Dasar Hukum Kuat, Larangan Mudik Berpotensi Timbulkan Pelanggaran Hak

"YLKI minta pada Kemenhub dalam membikin aturannya itu harus memastikan bahwa justifikasinya secara hukum itu bisa diuji, sehingga nanti larangan (mudik) itu punya dasar hukum," kata Sudaryatmo

Ditjen PAS: Pembebasan Bersyarat John Kei Terancam Dicabut
Indonesia
Ditjen PAS: Pembebasan Bersyarat John Kei Terancam Dicabut

Pria asal Maluku ini kemudian mendapat total remisi 36 bulan 30 hari dan bisa bebas pada 31 Maret 2025

Usut Suap Proyek, KPK Garap Ketua DPRD Indramayu
Indonesia
Usut Suap Proyek, KPK Garap Ketua DPRD Indramayu

Selain Syaefudin, KPK juga memanggil empat saksi lain untuk tersangka Rozaq.

PDIP Bingung Aksi Walk Out Anggota DPRD Diartikan Memusuhi PSI
Indonesia
PDIP Bingung Aksi Walk Out Anggota DPRD Diartikan Memusuhi PSI

Aksi walk out sejumlah anggota DPRD DKI mendapat komentar dari Ketua DPP PSI Tsamara Amany.

Wakapolri Klarifikasi Isu Pelibatan Preman Tertibkan Protokol Kesehatan
Indonesia
Wakapolri Klarifikasi Isu Pelibatan Preman Tertibkan Protokol Kesehatan

Menurutnya, pelibatan preman itu hanya untuk pasar tradisional yang tidak memiliki struktur pengelola yang jelas.

Nusakambangan dapat Tugas Baru Bikin Kapok Maling Ternak NTT
Indonesia
Nusakambangan dapat Tugas Baru Bikin Kapok Maling Ternak NTT

Pengiriman napi pencuri ternak ke Nusakambangan ini atas inisiatif Gubernur NTT Viktor Bungtilu Lasikodat

Pagebluk COVID-19, Ratusan Abdi Dalem Keraton Surakarta Tidak Terima THR
Indonesia
Pagebluk COVID-19, Ratusan Abdi Dalem Keraton Surakarta Tidak Terima THR

Abdi Dalem hanya mendapatkan paket sembako dari Lembaga Dewan Adat Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningkrat.

PT HKTI Gelar Tanam Pohon Serentak Pekan Depan
Indonesia
PT HKTI Gelar Tanam Pohon Serentak Pekan Depan

Dengan memanfaatkan lahan kosong dan pekarangan rumah itu dapat mengurangi krisis pangan dalam rumah tangga

Ali Kalora Cs Belum Tertangkap, Masa Tugas Satgas Tinombala Diperpanjang
Indonesia
Ali Kalora Cs Belum Tertangkap, Masa Tugas Satgas Tinombala Diperpanjang

Tim Densus 88 Antiteror Polri sepanjang tahun 2020 sudah menangkap sebanyak 32 orang terduga teroris

Pemprov DKI Luruskan Polres Jakarta Utara Tak Ditutup Gegara COVID-19
Indonesia
Pemprov DKI Luruskan Polres Jakarta Utara Tak Ditutup Gegara COVID-19

Berdasarkan data yang diumumkan Disnakertrans Rabu (5/8) kemarin, ada sebanyak 26 kantor yang ditutup sementara, salah satunya Polres Jakarta Utara.