Rizieq Shihab dan Menantunya Kembali Mangkir Panggilan Polisi Rizieq Shihab menyapa massa yang menjemputnya di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Selasa (10/11/2020). (ANTARA FOTO/MUHAMMAD IQBAL)

Merahputih.com - Pimpinan FPI, Rizieq Shihab dan menantunya Habib Hanif Alatas kembali absen dalam agenda pemanggilan polisi untuk diperiksa soal kasus pelanggaran protokol kesehatan COVID-19, Senin (7/12).

Hal ini disampaikan Sekretaris Bantuan Hukum DPP FPI, Aziz Yanuar saat ingin memberikan surat tidak hadir ke penyidik Polda Metro Jaya.

Baca Juga:

Kerumunan Massa Rizieq Shihab Jadi Paradoks Kepemimpinan Jokowi Tangani COVID-19

"Habib Rizieq dan Habib Hanif dalam hal ini ada sesuatu dan lain hal sehingga tidak dapat memenuhi panggilan dan diwakilkan oleh kita," kata Aziz kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (7/12).

Pihaknya sudah berkomunikasi dengan penyidik Polda Metro Jaya untuk mengagendakan kembali pemeriksaan terhadap Rizieq.

"Alasannya beliau sedang masih pemulihan sembari ada keperluan keluarga yang memang tadi malam sudah dilaksanakan," ucap Aziz.

Selain itu, dia membantah jika Rizieq tengah sakit. Sehingga, tidak diperlukan surat keterangan dokter. "Kita harus jujur apa adanya, beliau tidak sakit tapi kondisinya kelelahan sehingga membutuhkan istirahat," jelasnya.

Rzieq Shihab (Foto: Antara).
Rizieq Shihab usai kembali ke Indonesia (Antaranews)

Sebelumnya, Polda Metro Jaya kembali mengagendakan pemanggilan kedua untuk Habib Rizieq dan menantunya Habib Hanif Alatas terkait kasus kerumunan massa pelanggar protokol kesehatan saat acara pernikahan putrinya.

Pemanggilan kedua tersebut telah dijadwalkan pada Senin (7/12) pekan depan. Hal ini dilakukan setelah keduanya tidak memenuhi panggilan polisi pada Selasa (1/12) kemarin.

Polda Metro berharap Rizieq maupun Habib Hanif Alatas dapat hadir dalam panggilan kedua ini. Mereka berdua sejatinya akan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi dalam kasus ini.

Selain itu, polisi juga mengimbau kepada simpatisan keduanya untuk tidak datang saat pemeriksaan itu berlangsung. Jika masih datang, polisi akan melakukan pembubaran karena akan menimbulkan kerumunan massa di tengah pandemi COVID-19.

Bahkan, jika sudah dibubarkan namun massa simpatisan yang datang tidak mau dibubarkan, polisi akan melakukan tindakan tegas dengan melakukan penangkapan. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
KPK Tetapkan Bupati Bandung Barat Tersangka Proyek COVID-19
Indonesia
KPK Tetapkan Bupati Bandung Barat Tersangka Proyek COVID-19

Selain Aa Umbara, KPK juga menjerat Andri Wibawa (AW) selaku anak Aa Umbara dan pemilik PT Jagat Dir Gantara (JGD) dan CV Sentral Sayuran Garden City Lembang (SSGCL) M. Totoh Gunawan (MTG).

Hentikan Semua Kegiatan, Warga Diminta Ambil Sikap Sempurna Pada 17 Agustus Pukul 10.17
Indonesia
Hentikan Semua Kegiatan, Warga Diminta Ambil Sikap Sempurna Pada 17 Agustus Pukul 10.17

"Hentikan semua kegiatan dan aktivitas Saudara selama tiga menit saja pada tanggal 17 Agustus (2021) pukul 10 lewat 17 menit Waktu Indonesia Bagian Barat," ujar Pratikno

Ibas: Alhamdulillah, Keadilan Masih Ada di Negeri Kita
Indonesia
Ibas: Alhamdulillah, Keadilan Masih Ada di Negeri Kita

Ibas merasa bersyukur karena kebenaran dan keadilan masih ada di tanah air.

Penangkapan Aktivis KAMI Dinilai Bentuk Intimidasi terhadap Oposisi
Indonesia
Penangkapan Aktivis KAMI Dinilai Bentuk Intimidasi terhadap Oposisi

Penangkapan terhadap sejumlah aktivis Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) menuai kritikan.

Autentisitas Suara Pemilih Harus Dijaga di Pilkada Serentak
Indonesia
Autentisitas Suara Pemilih Harus Dijaga di Pilkada Serentak

"Kalau penyelenggara pemilu bisa dijaga 'rel' etiknya, maka pemilu bisa berjalan dengan baik dan autentisitas suara pemilih juga bisa terjaga," ujar Didik Supriyanto.

Menag Gus Yaqut Punya Tugas Berat Meredam Intoleransi
Indonesia
Menag Gus Yaqut Punya Tugas Berat Meredam Intoleransi

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mewanti-wanti jangan sampai perlakuan diskriminatif atas nama agama justru muncul dari Kemenag.

Dua Anggota Polisi Jadi Korban Sabetan Samurai Massa Pendukung Rizieq
Indonesia
Dua Anggota Polisi Jadi Korban Sabetan Samurai Massa Pendukung Rizieq

Dua anggota polisi terluka terkena sabetan senjata tajam jenis samurai saat membubarkan massa aksi 1812 tepatnya di depan Gedung Balai Kota DKI Jakarta pada Jumat (18/12).

Tetap Waras sebagai Pimpinan DPRD DKI, Berprasangka Baik pada Allah
Hiburan & Gaya Hidup
Tetap Waras sebagai Pimpinan DPRD DKI, Berprasangka Baik pada Allah

Jika manusia berperilaku baik pada Allah dan mahluk hidup lainnya, niscaya akan dilindungi dari segala penyakit.

'Islamophobia' Harus Dilawan, Ma'ruf Amin: Umat Juga Perlu Introspeksi
Indonesia
'Islamophobia' Harus Dilawan, Ma'ruf Amin: Umat Juga Perlu Introspeksi

Tren Islamophobia di negara-negara Barat mengalami peningkatan

DKI Sudah Pakai 15.400 Dosis Vaksin AstraZeneca Sebelum Dihentikan Pusat
Indonesia
DKI Sudah Pakai 15.400 Dosis Vaksin AstraZeneca Sebelum Dihentikan Pusat

Pemprov DKI Jakarta telah menyuntikkan lebih dari 15 ribu dosis ke warga sebelum Kemenkes menghentikan vaksin COVID-19 AstraZeneca batch (kumpulan produksi) CTMAV547.