Rizieq Harus Bertanggung Jawab atas Perkara Kerumunan di Megamendung Sidang lanjutan kasus pelanggaran protokol kesehatan dengan terdakwa Rizieq Shihab di PN Jakarta Timur, Jakarta, Senin (19/4/2021). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/wsj.

MerahPutih.com - Eks Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab orang yang harus bertanggung jawab terkait kasus kerumunan acara peletakan batu pertama di Pondok Pesantren Agrikultural, Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada 13 November 2020 lalu.

Hal itu diungkap Camat Megamendung Hendi Rismawan saat menjadi saksi sidang perkara kekarantinaan kesehatan kerumunan Megamendung di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur (Jaktim), pada Senin (19/4).

Awalnya, jaksa penuntut umum (JPU) menanyakan kepada saksi siapa pihak yang bertanggung jawab acara peletakan batu pertama di Megamendung sehingga melanggar protokol kesehatan COVID-19.

Baca Juga:

Akui Jadi Saksi Kasus Kerumunan Petamburan Rizieq, Wagub DKI: Gak Bisa Hadir

"Jadi siapa yang tanggung jawab (kegiatan peletakan baru pertama di Megamendung)?" tanya jaksa.

"Pak Habib Rizieq," jawab Hendi.

Terlebih, kata Hendi, Rizieq Shihab merupakan pemilik dari Pondok Pesantren Agrikultural Markaz Syariah. Menurutnya, hal yang lumrah pentolan FPI itu bertanggung jawab.

Rizieq Shihab menyapa massa yang menjemputnya di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (10/11/2020). (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/aww)
Rizieq Shihab menyapa massa yang menjemputnya di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (10/11/2020). (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/aww)

"Pemilik ponpes, Habib Rizieq, HRS kan pemilik dan dalamnya ada kepanitiaan," tutur Hendi.

Sebelumnya juga, Kepala Satpol PP Kabupaten Bogor Agus Ridhallah menyampaikan, kegiatan peletakan batu pertama yang dihadiri Rizieq di Pondok Pesantren Alam Agrokultural Megamendung tidak berizin.

Baca Juga:

Rizieq Tak Izin ke Satpol PP Bikin Acara Peletakan Batu Pertama di Megamendung

Agus juga menyebut, pihak Rizieq maupun perwakilannya tidak ada yang mengurus perizinan ke aparat kepolisian.

"Tidak ada, baik pemilik maupun yang mewakili tidak ada," kata Agus dalam kesaksiannya di PN Jaktim. (Asp)

Baca Juga:

20 Warga Reaktif COVID-19 Usai Kegiatan Rizieq Shihab di Megamendung

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Wamenag Imbau Elite Bangsa Jangan Bikin Gaduh
Indonesia
Wamenag Imbau Elite Bangsa Jangan Bikin Gaduh

"Agar tidak membuat suasana semakin panas dan penuh dengan kecurigaan," lanjut Zainut

Tahun ini, Produksi Beras Nasional Diprediksi Capai 31 Juta Ton
Indonesia
Tahun ini, Produksi Beras Nasional Diprediksi Capai 31 Juta Ton

Terjadi pergeseran puncak panen padi pada 2020 dibandingkan 2019. Puncak panen padi pada 2020 terjadi pada April, sementara puncak panen pada 2019 terjadi pada Maret.

Kelompok Bersenjata di Ethiopia Serang Bus Penumpang, 34 Orang Tewas
Dunia
Kelompok Bersenjata di Ethiopia Serang Bus Penumpang, 34 Orang Tewas

Kelompok bersenjata di Ethiopia barat menewaskan sedikitnya 34 orang dalam serangan bus pada Sabtu (14/11) malam.

Pengawal Tahanan KPK Dipecat Gegara Terima Duit Rp300 Ribu dari Imam Nahrawi
Indonesia
Pengawal Tahanan KPK Dipecat Gegara Terima Duit Rp300 Ribu dari Imam Nahrawi

Pegawai berinisial TK dipecat karena menerima uang senilai Rp300 ribu dari terpidana bekas Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi.

Gibran Menang Pilwakot Solo, KPU Solo Bongkar 1.231 Kotak Suara
Indonesia
Gibran Menang Pilwakot Solo, KPU Solo Bongkar 1.231 Kotak Suara

Usai Pilwakot tersebut Komisi Pemilihan Umum (KPU) Solo, pembukaan dan pembongkaran 1.231 kotak suara Pilwalkot Solo yang disimpan di gudang.

Di Tengah Pandemi, Diagnos Laboratorium Bukukan Laba 486 Persen
Indonesia
Di Tengah Pandemi, Diagnos Laboratorium Bukukan Laba 486 Persen

PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk (DGNS) berhasil membukukan laba bersih sebesar 468 persen atau Rp52 miliar sepanjang 2020.

Rentan Terpapar COVID-19, Pelajar Disarankan tidak Buru-buru Masuk Sekolah
Indonesia
Rentan Terpapar COVID-19, Pelajar Disarankan tidak Buru-buru Masuk Sekolah

Ia menceritakan, dalam beberapa hari terakhir ia menerima puluhan pesan singkat melalui surel, Whatsapp, maupun DM Instagram mengenai kegelisahan orang tua terkait wacana kembalinya anak-anak ke sekolah.

Orient Patriot Riwu Kore Akhirnya Ungkap Status Kewarganegaraanya
Indonesia
Orient Patriot Riwu Kore Akhirnya Ungkap Status Kewarganegaraanya

Orient P Riwu Kore mengaku maju di Pilkada Kabupaten Sabu Raijua karena amanat orang tua

Penyebaran Paham Intoleran Menjamur di Media Sosial
Indonesia
Penyebaran Paham Intoleran Menjamur di Media Sosial

Gencarnya narasi radikalisme yang beredar di tengah masyarakat saat ini terutama di media sosial dinilai dapat memecah belah kesatuan bangsa.

Epidemiolog UGM Buka-bukaan Risiko Bom Waktu Pelonggaran PSBB
Indonesia
Epidemiolog UGM Buka-bukaan Risiko Bom Waktu Pelonggaran PSBB

Riris Andono Ahmad mengatakan kurva jumlah pasien positif bisa bertambah karena sulitnya dilakukan pengendalian.