Rizieq Diduga Ingin Giring Persepsi Jelek Publik Serang Pemerintah Jokowi izieq Shihab. (MP/Dery Ridwansah)

Merahputih.com – Pengamat politik, Wilhelmus Wempy Hadir menilai sikap Rizieq Shihab yang menunjukkan dokumen yang diklaim sebagai surat pencekalan resmi pemerintah Indonesia itu hanya upaya imam besar Front Pembela Islam (FPI) tersebut untuk menarik simpatik para pengikutnya saja.

Wempy juga menduga, ini hanya upaya Rizieq untuk menggiring persepsi negatif publik kepada pemerintah, bahwa seolah benar jika pencekalan terhadap dirinya oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo adalah benar.

Baca Juga:

Imigrasi Belum Terima Surat Cekal Rizieq Shihab

“Rizieq menunjukan surat pencekalan dirinya bisa saja untuk menarik simpati dari para pengikutnya. Selain itu, ini juga bisa saja sebagai strategi Rizieq yang seolah melempar bola panas kepada pemerintah. Sehingga persepsi publik digiring bahwa Rizieq dihambat pemerintah untuk pulang ke tanah air,” jelas dia.

Wempy beranggapan jika memang Rizieq benar-benar mau pulang ke Indonesia, ia bisa saja tinggal pulang. Pun jika memang masih ada proses hukum yang perlu diselesaikan, Rizieq bisa menjalaninya dengan gagah berani.

“Padahal kalau Rizieq mau pulang dan bisa menghadapi proses hukum, saya kira tidak seribet seperti sekarang,” tandasnya.

Janji Habib Rizieq
Habib Rizieq Shihab. (MP/Dery Ridwansah)

Sepengetahuannya, jika ada surat pencekalan resmi keluar dari pemerintah Indonesia terhadap seorang individu, maka itu dilakukan karena ada pertimbangan yang sangat serius, apalagi itu terjadi dalam lintas negara.

“Pengeluaran surat pencegakalan tentu didasarkan pada pertimbangan yang sangat serius. Misalnya situasi keamanan dan ketertiban nasional. Kepentingan nasional jauh lebih penting di atas kepentingan pribadi, kelompok maupun golongan,” ujarnya.

Baca Juga:

Rizieq 'Pamer' Surat Pencekalan di Medsos, Mahfud: Coba Kirim ke Saya

“Mungkin bisa dianggap bahwa jika yang bersangkutan tidak dicekal, maka bisa saja dapat mengancam keamanan dan ketertiban nasional yang mengarah pada ketidakstabilan politik dan ekonomi nasional,” sambung Wempy. (Knu)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH