Rizal Ramli Prediksi Perekonomian Indonesia Cuma 4,5 Persen Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli. Foto: MP/Kanu

MerahPutih.com - Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesiadi tahun ini kurang baik. Yakni berada di level 4,5 persen.

Rizal mengatakan proyeksi pertumbuhan 4,5 persen dibuatnya karena mayoritas indikator makro ekonomi Indonesia terlihat negatif. Salah satunya, transaksi berjalan semakin defisit.

Baca Juga: Rizal Ramli: Korupsi Penerbitan SKL BLBI Saat Pemerintahan Mbak Mega

"Saya ingin mengatakan bahwa ekonomi Indonesia akan 'nyungsep' paling hanya 4,5 persen. Pemerintah Indonesia mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan 5,2 persen, tapi data terakhir saja sudah 5 persen. Ini akan anjlok terus ke 4,5 persen," ungkap Rizal saat acara diskusi di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Senin (12/8).

Defisit transaksi berjalan yang melebar, kata Rizal, juga tak lepas dari jumlah ekspor yang terus menurun. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Juni 2019 anjlok 20,54 persen dibanding bulan sebelumnya yakni US$14,83 miliar. Sementara secara tahunan, ekspor turun 8,98 persen.

Rizal Ramli
Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli. Foto: MP/Kanu

Kemudian, nilai impor menurun sebesar 20,7 persen dari US$14,61 miliar menjadi US$11,58 miliar. Secara keseluruhan, neraca dagang sebenarnya surplus pada Juni sebesar US$200 juta, tetapi angkanya hampir sama dengan periode sebelumnya.

Baca Juga: Rizal Ramli Pernah Ingatkan Jokowi Soal Rencana Sri Mulyani Terapkan Austerity

"Neraca perdagangan tidak bagus, memang bisa disalahkan faktor eksternal perang dagang. Tapi negara lain bisa memanfaatkan perang dagang, kalau Indonesia belum," jelas Rizal.

Di tengah kondisi seperti ini, ia menilai kebijakan yang diambil pemerintah belum optimal.

"Pemerintah malah fokus sama pajak-pajak kecil seperti ke pengusaha pempek misalnya, pecel. Harusnya kurangi pajak untuk pedagang menengah ke bawah agar kalau krisis ada bantalannya," ujar Rizal.

Bila ekonomi terus melambat, transaksi berjalan semakin defisit, dan kebijakan pajak tak diubah, Rizal memprediksi Indonesia akan kembali mengalami krisis tahun depan

Rizal mengatakan, bahwa apa yang dia sampaikan bertujuan untuk mengingatkan kepada pemerintah untuk mengantisipasi. Namun, menurutnya pemerintah selalu membantah kondisi perekonomian Indonesia masih baik.

"Cuman seperti biasa pejabat kita kepedean. Sibuk bantah-bantah, bukan malah mencari solusi," tambahnya.

Baca Juga: Rizal Ramli: Bayar BPJS Aja Gak Sanggup, Kok Malah Mindahin Ibu Kota

Situasi ini dinilai terbalik oleh Mantan Menteri era Presiden Gus dur, karena menurutnya negara ASEAN lain mengalami surplus seperti Myanmar dan Thailand.

"Diprediksi padahal ini semua bisa diperkirakan," sesal Rizal. (Knu)


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH