Rizal Ramli Nilai Perlu Ada Riset untuk Capai Swasembada Pangan Seorang petani di Parigi, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah sedang membajak sawahnya sebelum ditanami benih padi pada musim tanam April-September 2019. (ANTARA/Moh Ridwan)

Merahputih.com - Ekonom senior Rizal Ramli menilai perlu adanya riset untuk mencapai swasemba pangan di Tanah Air.

"Perlu adanya riset untuk menghasilkan inovasi, untuk mencapai swasembada pangan," kata Rizal dalam siaran pers di Jakarta, Minggu (15/9).

Baca Juga:

Soal Konflik Papua, Rizal Ramli Minta Pemerintah Jokowi Instropeksi Diri

Menurut Rizal, Indonesia pernah mengalami swasembada pangan pada era Presiden kedua Indonesia Soeharto, tepatnya pada pertengahan 1984. Saat itu, Indonesia memberikan bantuan secara gotong-royong dan sukarela sebesar 100.000 ton gabah untuk petani miskin dunia.

Para petani Indonesia juga meminta Soeharto menyerahkan gabah itu ke Badan Pangan Dunia atau Food and Agricultural Organization (FAO), kemudian diteruskan ke keluarga miskin di berbagai kawasan, khususnya di benua Afrika.

Padahal, sebelum mampu berswasembada, Indonesia adalah pengimpor beras yang jumlahnya cukup besar, yakni sekitar dua juta ton per tahun. Rizal Ramli menambahkan saat itu, Indonesia berjaya dalam produksi beras.

Petani sedang menyiangi pupuk di pematang sawah. (Foto: Antara)

Bahkan, kata dia, bisa mengekspor beras ke Vietnam yang saat itu tengah kesulitan beras. Indonesia juga membantu negara di Afrika yang tengah dilanda kesulitan pangan.

Selain riset untuk mencapai swasembada pangan, Rizal juga meminta Presiden Joko Widodo menjaga stabilitas harga dengan meminta Bulog berperan aktif melalui stok yang ada dan mengurangi impor,

"Menteri Pertanian juga perlu membuat perencanaan lahan sawah baru di tiga kawasan yang memiliki karakteristik serupa, yaitu Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah dan Papua," tegas dia.

Baca Juga:

Rizal Ramli Prediksi Perekonomian Indonesia Cuma 4,5 Persen

Kawasan itu mirip dengan delta Sungai Mekong di Vietnam yang sangat subur. Dengan lahan sawah baru sekitar satu hinga dua juta hektare. Seningga, Rizal optimistis Indonesia bisa melakukan swasembada pangan. (*)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH