Rizal Ramli Bakal Kepret Begal Garam  Petani memanen garam di Wedung, Kabupaten Demak, Jateng, Jumat (3/7). (Foto Antara/Aditya Pradana Putra)

MerahPutih, Bisnis-Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli mensinyalir adanya praktek bisnis tidak sehat yang dilakukan pengusaha garam. Mereka melakukan kartel perdagangan garam mencakup kegiatan menambah jumlah impor garam ketika waktu panen tiba.

Kemudian saat petani di dalam negeri sedang tidak melakukan produksi, harga garam akan dinaikkan oleh para penguasa perdagangan garam, sehingga kegiatan tersebut juga merugikan masyarakat.

“Kartel ini menghancurkan industri dan petani di dalam negeri, nantinya yang menikmati adalah para pedagang dan para pemegang kuota garam,” ujar Rizal Ramli saat rapat koordinasi dengan tiga menteri, Menteri Perdagangan Thomas Lembong, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, dan Menteri Perindustrian Saleh Husin di kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Senin (21/9) sebagaimana dikutip dari setkab.go.id.

Lebih lanjut, Rizal mengatakan ada tujuh kelompok yang menguasai perdagangan garam. "Mereka ini saya sebut tujuh begal garam, mereka diduga bikin kartel yang sangat berbahaya,” lanjut Rizal. 

Pemerintah akan terus mengevaluasi sistem perdagangan garam yang selama ini masih menggunakan sistem kuota. Sistem kuota yang digunakan pada perdagangan garam membuat jumlah impornya naik terus dan tidak pernah turun. Oleh sebab itu, Rizal menganggap sistem ini sudah perlu dikaji. (Luh)

Baca Juga:

  1. Menteri Susi Ingin Batasi Garam Impor Demi Petani Lokal
  2. Bandingkan dengan Garam Impor, Menteri Susi Uji Garam Lokal
  3. Kemendag: Demo Petani Garam Salah Alamat
  4. Rizal Ramli Desak DPR Usut Sumber Dana Iklan Pelindo II
  5. Faisal Basri Kritik Jurus Rajawali Ngepret Rizal Ramli

 

 

 

 

 

 

 



Luhung Sapto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH