Risma Sidak Jalanan Mulai Sore hingga Dini Hari Risma saat sidak mendatangi warung kopi yang masih nampak pengunjung tak patuhi phisycal distancing. (Foto: MP/Andika Eldon)

MerahPutih.com - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sidak langsung ke jalanan sekaligus memberi shock therapy dengan rapid test dadakan bagi warga yang melanggar protokol kesehatan.

Sidak kali ini dilakukan mulai sore hingga dini hari lantaran Risma tak mau Surabaya menjadi seperti Jakarta yang berstatus zona merah lagi.

Sekitar ratusan warga yang di dominasi remaja, terjaring Risma, untuk di-rapid test dadakan, Sabtu hingga Minggu (13/09) dini hari.

Baca Juga:

Langgar Protokol Kesehatan, Kantin Polrestabes Surabaya Ditutup

Risma mengatakan, setidaknya sidak ini menyadarkan warga Surabaya, khususnya para remaja, agar bisa menjaga diri. Supaya Surabaya tidak seperti Jakarta yang kembali masuk zona merah.

"Kita ini belum pulih, belum normal, saya harap warga Surabaya bisa menahan diri untuk sementara tidak usah keluar, jangan sampai reborn seperti Jakarta, yah," tutur Risma.

Jika Surabaya kembali masuk zona merah seperti Jakarta, lanjut Risma, maka kondisinya akan lebih berbahaya dari sebelumnya. Tenaga medis saat ini sudah kelelahan berhadapan dengan COVID-19.

"Kenapa saya terpaksa lakukan seperti ini di tempat-tempat tertentu, kita juga enggak tahu, kondisinya masih pandemi, memang sudah tatanan new normal, tapi kan kalau warga juga bergerombol, nah itu bahaya sekali," papar Risma.

Penularan Covid-19 ada 70 persen dari remaja dan anak-anak

Risma berharap warga bisa mematuhi dan sadar diri untuk bisa menjaga keadaan. Khususnya para remaja, sebab data yang ada pada Risma saat ini, didominasi remaja yang tertular virus corona.

"Saya imbau warga harus bisa mencegah hal tersebut dengan mendisiplinkan diri. Saya mohon dengan hormat, terutama pada anak-anak muda, karena data yang saya amati hampir 70 persen dari anak muda serta anak-anak," jelasnya.

48374-wali-kota-surabaya_2   Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sidak di jalanan. Warga yang bergerombol langsung tes rapid di tempat. (Foto: MP/Istimewa)

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sidak di jalanan. Warga yang bergerombol langsung tes rapid di tempat. (Foto: MP/Istimewa)

Melanggar, disanksi denda

Risma tak lupa memperingati para pemilik warung, mulai dari warung kopi, hingga warung makan, juga harus menerapkan physical distancing dan cocial distancing.

"Juga pada warung-warung, saya sampaikan bukan warung kopi, tapi warung biasa, saya rasa kita juga sudah capek, yah sama halnya juga dengan tenaga medis," tambah Risma.

Untuk mencegah kembalinya Surabaya masuk zona merah, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Peraturan Wali Kota (Perwali) Surabaya berencana menerbitkan peraturan untuk menindak warga yang tidak disiplin menjaga protokol kesehatan dengan denda.

"Mungkin Senin depan akan saya keluarkan perwali. Kita akan denda. Insyaallah Senin kita bisa keluarkan," kata Risma.

Risma masih memahami keadaan ekonomi warga. Ia sebenarnya tak ingin ada sanksi denda untuk masyarakat. Namun dikarenakan demi mendisiplinkan warga, maka ia menyetujui kebijakan itu.

"Boleh saja mereka mencari uang, tapi jangan merugikan orang lain karena terpapar cirus. Kita butuh kesadaran kolektif, saya bisa saja menindak dengan mengeluarkan peraturan wali kota dengan denda," celetuknya.

Baca Juga:

Salah Satu Paslon Pilkada Surabaya Dinyatakan Positif COVID-19

Menurut informasi yang beredar, perwali tersebut sudah dirapatkan jajaran kepala dinas di Pemkot Surabaya.

"Saat ini masih digodok, saya enggak tahu, saya serahkan semuanya kepada teman-teman. Kita enggak selalu ngomong denda, tapi harus ada kesadaran kolektif," tukas Risma.

Terkait alat rapid test, ini dilakukan untuk shock therapy kepada warga Surabaya yang bebal.

"Adanya alat rapid test ini, seberapa pun kita punya, tapi ya kita sudah lelah. Hari ini pun saya saja kerja dari jam 5 pagi sampai sekarang (00.15). Kalau saya tidak nungguin juga kekuatannya seperti itu," tutup Risma. (Andika Eldon/Jawa Timur)

Baca Juga:

18 Pegawai Radio Suara Surabaya Positif COVID-19

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Polisi bakal Tindak Travel Gelap yang Nekat Selundupkan Pemudik
Indonesia
Polisi bakal Tindak Travel Gelap yang Nekat Selundupkan Pemudik

polisi mengamankan dua mobil travel gelap yang mengangkut dan hendak mengantarkan penumpang ke Jawa Tengah di Pos Pengamanan Terpadu Kedung Waringin, Kabupaten Bekasi, Rabu (29/4) malam.

Penumpang di Bandara Kualanamu Capai 13 ribu Orang Per Hari
Indonesia
Penumpang di Bandara Kualanamu Capai 13 ribu Orang Per Hari

Walaupun terdapat pengurangan jumlah hari libur akhir tahun 2020 sesuai dengan keputusan pemerintah, namun terdapat potensi peningkatan trafik penumpang.

Walkot Bekasi Tegaskan 2 Flyover yang Diresmikan Anies Aset Pemprov Jabar
Indonesia
Walkot Bekasi Tegaskan 2 Flyover yang Diresmikan Anies Aset Pemprov Jabar

Jalan layang itu dibangun untuk mengurai titik kemacetan di kota Bekasi bagian selatan.

KPK Sebut MA Tak Dukung Perang Lawan Korupsi Gegara Sering Sunat Hukuman Koruptor
Indonesia
KPK Sebut MA Tak Dukung Perang Lawan Korupsi Gegara Sering Sunat Hukuman Koruptor

KPK khawatir kecenderungan tersebut menjadi preseden buruk

Dirjen WHO Tedros Berkantor: Saya Sehat, Tidak Ada Gejala
Dunia
Dirjen WHO Tedros Berkantor: Saya Sehat, Tidak Ada Gejala

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus kembali berkantor usai karantina.

Anggaran Perselisihan Hasil Pilkada 2020 Lebih dari Rp61 Miliar
Indonesia
Anggaran Perselisihan Hasil Pilkada 2020 Lebih dari Rp61 Miliar

Adapun penanganan perkara perselisihan hasil Pilkada 2020 akan dilangsungkan pada bulan Januari hingga Maret 2021

Harta Kekayaan Pendamping Anies Rp19 Miliar
Indonesia
Harta Kekayaan Pendamping Anies Rp19 Miliar

Riza terakhir kali menyerahkan LHKPN pada 27 Februari 2020 atas statusnya sebagai anggota DPR RI.

 Bandara Adi Soemarmo Sepi Akibat COVID-19, PT KAI Batalkan 9 Perjalanan KA Bandara
Indonesia
Bandara Adi Soemarmo Sepi Akibat COVID-19, PT KAI Batalkan 9 Perjalanan KA Bandara

"Pembatalan sembilan perjalanan KA Bandara kami berlakukan tanggal 21-31 Maret 2020," ujar Eko.

 Pemerintah Didesak Keluarkan Paket Stimulus Ekonomi untuk Warga Terdampak COVID-19
Indonesia
Pemerintah Didesak Keluarkan Paket Stimulus Ekonomi untuk Warga Terdampak COVID-19

Pertama untuk membantu warga kelas menengah bawah yang dinilai paling terdampak kelesuan ekonomi akibat pandemi Covid-19.

Update COVID-19 Kamis (6/8): Pasien Positif Bertambah 1.882 Orang
Indonesia
Update COVID-19 Kamis (6/8): Pasien Positif Bertambah 1.882 Orang

Suspek bertambah menjadi sebanyak 91.219 kasus