Risma ke Anak Aloysius Bayu: Bapakmu Pahlawan Nak Aloysius Bayu Rendra Wardhana. (Facebook)

MerahPutih.com - Serangan bom bunuh diri yang mengguncang tiga gereja di Kota Surabaya pada Minggu (13/5) dan kantor Polrestabes Surabaya pada Senin (14/5) membuat luka mendalam bagi seluruh masyarakat di Indonesia.

Tidak terkecuali bagi Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma). Di sela-sela kesibukannya, dia bersama jajaran menyempatkan untuk mengunjungi keluarga korban ledakan bom untuk menguatkan para keluarga korban.

Pada Senin (14/5), sekitar pukul 15.00 WIB, Risma mendatangi rumah duka dari almarhum Aloysius Bayu Rendra Wardhana di Jalan Gubeng Kertajaya I Nomor 15A Surabaya.

risma
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (tengah) meninjau di lokasi ledakan di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela, Ngagel Madya, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5). Korban meninggal dunia sebanyak 11 orang dan 41 orang korban luka-luka akibat ledakan di tiga lokasi gereja pada waktu yang hampir bersamaan di Surabaya. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

Bayu merupakan salah satu korban meninggal dunia dari ledakan bom Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela, Ngagel, Surabaya. Sosok Bayu menjadi perbincangan setelah karena sempat menghadang sepeda motor pelaku pengeboman di depan Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela.

Atas tindakannya yang menghentikan sepeda motor yang dikendarai Yusuf Fadhil (18) beserta membonceng adik kandungnya Firman Hakim (16) sambil memangku bom rakitan, Bayu mampu menyelamatkan sekitar 500 jemaat Gereja SMTB yang sedang mengikuti akhir dari misa atau kebaktian rutin.

Aksi Bayu membuat laju sepeda motor Yusuf Fadhil terhenti dan langsung meledak di halaman gereja. Seketika itu pula, tubuh Bayu hancur bersama kedua pengendara dan pembonceng motor yang menabraknya.

Sesampainya di rumah duka, Risma menyampaikan rasa bela sungkawa kepada istri korban dan memberikan santunan kepada keluarga yang ditinggalkan.

"Mohon maaf kalau saya baru bisa datang ke sini, karena dari kemarin masih ada pekerjaan yang belum bisa ditinggalkan," kata Risma kepada istri korban Bayu, Monic Dwi, dilansir Antara.

Risma pun juga tak tega melihat anak yang ditinggalkan korban masih berusia balita. Ia lantas mengunggah istri korban dengan memberikan dorongan semangat agar tabah dan sabar dalam menjalani cobaan.

gereja
Personel penjinak bom (Jibom) bersiap melakukan identifikasi di lokasi ledakan Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela di Ngagel Madya, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5). (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)

"Bapakmu pahlawan Nak. Kalau tidak ada bapakmu, mungkin korban yang jatuh di sana bisa jauh lebih banyak lagi," kata Risma kepada anak pertama almarhum Aloysius yang masih berusia 2,5 tahun saat digendong ibunya, Monic Dwi.

Wali kota perempuan pertama di Kota Surabaya ini langsung tidak kuasa menahan air matanya melihat masa depan kedua anak mendiang Bayu yang harus ditinggalkan sang ayah akibat tindakan dari para teroris.

Tak hanya berhenti sampai di sana, mantan Kepala Badan Pembangunan Daerah Kota Surabaya menciumi kedua anak suami dari Monic Dwi itu. "Kamu harus bangga sama bapakmu, nanti kalau besar yang pinter ya," kata Risma kepada anak kedua yang baru berusia 10 bulan. (*)


Tags Artikel Ini

Wisnu Cipto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH