Bukan Pengganti Susu, Memberikan Kopi untuk Bayi dan Anak-Anak Banyak Risikonya Kopi tak baik buat anak-anak. (foto: yahoo)

KABAR batita berusia 14 bulan yang minum kopi hingga 1,5 liter sehari di Polewali Mandar, Sulawesi Barat, mengejutkan banyak orang. Bayi bernama Hadijah itu bahkan sudah minum kopi sejak usia 6 bulan. Kesulitan ekonomi menjadi alasan kedua orangtuanya memberi kopi pada bayi aktif itu.

Meskipun kedua orangtuanya mengakui perkembangan Hadijah baik-baik saja, pastinya ada efek dari konsumsi kopi yang berlebih. Mengonsumsi minuman mengandung zat kafein dapat mempengaruhi metabolisme tubuh. Salah satu jenis minuman berkafein yang sering dikonsumsi ialah kopi.

BACA JUGA: Jelang Kelahiran si Kecil, Jangan Lupa Asuransi Persalinan!

Kopi dipercaya dapat membuat seseorang menjadi lebih bertenaga, rileks, bugar, dan mencegah rasa kantuk. Tak hanya orang dewasa, anak-anak batita kerap ikut menyesap kopi milik orangtua mereka.

Tentu saja tingkat toleransi kafein pada orang dewasa dan anak-anak berbeda. Walaupun memiliki banyak manfaat, ternyata kopi memberikan efek yang kurang baik kepada anak. Berikut risiko buruk konsumsi kopi bagi anak.

1. Mengganggu pola tidur

child
Kafein mengganggu pola tidur. (foto: pexels/sam k)


Bahaya minum kopi yang pertama bagi anak ialah gangguan pola tidur. Kafein pada kopi menyebabkan sulit tidur. Hal itu disebabkan stimulan yang bisa meningkatkan tekanan darah dan denyut jantung anak. Sementara itu, anak-anak membutuhkan 11 jam waktu tidur per hari. Jika kurang dari waktu yang ditentukan, anak mengalami gangguan pertumbuhan.

2. Gangguan Pencernaan

child
Risiko asam lambung dan diare. (foto: clevelandclinic)


Selain menyebabkan gangguan tidur, kafein pada kopi juga berdampak pada pencernaan anak. Tubuh balita belum cukup mampu mencerna kafein sehingga dapat meningkatkan risiko asam lambung hingga diare.

BACA JUGA: Jangan Panik! Ini Alasan Kenapa Kepala Bayi Sering Berkeringat

3. Kecanduan Kopi

child
Kecanduan kopi merusak saraf anak. (foto: theasianparent)


Kopi merupakan salah satu minuman yang dapat membuat kecanduan jika dikonsumsi berlebihan. Kopi membuat pencandunya terjaga lebih lama. Jika sering diberikan, kopi bisa membuat anak ketagihan.

Kecanduan itu akan merusak sistem saraf anak jika terjadi dalam jangka waktu yang lama. Ketika ingin mencoba berhenti mengonsumsi kopi, efek samping seperti sakit kepala, hingga sikap agresif kerap timbul.

4. Kekurangan Gizi

child
Kopi tak mengandung vitamin dan mineral yang dibutuhkan. (foto: pexels/daniel rache)


Mengonsumsi kopi secara terus-menerus akan menyebabkan risiko anak kekurangan gizi. Hal itu disebabkan minuman seperti ini tidak mengandung nutrisi seperti vitamin dan mineral yang justru dibutuhkan selama masa pertumbuhan. Mereka yang masih kecil tentu butuh asupan gizi yang baik sehingga pertumbuhan mereka maksimal.

5. Merusak Gigi

child
Kopi menyerap kalsium. (foto: pixabay/tookapic)


Pemberian kopi yang berlebih dapat merusak gigi dan gusi anak yang masih dalam tahap pertumbuhan. Terlebih jika kopi ditambahkan gula. Itu akan lebih mudah membuat masalah pada gusi dan gigi. Selain itu, kopi dapat menyerap kalsium yang menghambat pertumbuhan gigi.(And)

BACA JUGA: 4 Cara Efektif Terlihat Segar meski belum Mandi



Dwi Astarini

LAINNYA DARI MERAH PUTIH