Risiko Ketika Terlalu Sering Menggosok Mata Jangan menggosok mata keseringan karena sangat berbahaya. (Foto: Pixabay/ZEAREA)

KITA pasti pernah menggosok mata, apakah mata ketika lelah, gatal, atau iritasi. Apa pun alasannya, jangan menggosok mata, apalagi terlalu sering karena sangat berbahaya.

Dikutip Cleveland Clinic, dokter mata Weston Tuten menjelaskan, justru sabaliknya harus ada perawatan ekstra tidak hanya kulit halus di sekitarnya, tetapi bola mata kita sendiri. Berikut ini beberapa alasa mengapa kita enggak boleh menggosok mata.

Baca Juga:

Si Kecil akan Tumbuh Gigi, Kenali Gejalanya

1. Dapat menyebabkan kerusakan pada kornea

Menggosok mata bisa menyebabkan kerusakan kornea. (Foto: Pixabay/Skitterphoto)
Menggosok mata bisa menyebabkan kerusakan kornea. (Foto: Pixabay/Skitterphoto)

"Bisa jadi kamu menggaruk kornea kamu dengan kuku saat sedang menggosok, yang mengarah ke abrasi," kata dokter Tuten.

"Kamu juga dapat salah mengarahkan bulu mata dan akan terus-menerus menusuk kornea mata dengan setiap kali mengedip." Bahkan, mengosok mata secara berlebihan menyebabkan astigmatisme kornea.

Baca Juga:

Jangan Panik! Ini Alasan Kenapa Kepala Bayi Sering Berkeringat

2. Terlalu banyak iritasi menyebabkan gangguan tambahan

Mengosok mata keseringan menurunkan kekuatan. (Foto: Pixabay/PublicDomainPictures)
Mengosok mata keseringan menurunkan kekuatan. (Foto: Pixabay/PublicDomainPictures)

"Kondisi yang disebut keratoconus (gangguan penipisan kornea) sangat mungkin terjadi jika kamu terlalu sering menggosok mata," ia menjelaskan.

Kondisi-kondisi tertentu yang mendasarinya, seperti alergi dan down sindrom, juga dapat menyebabkan penggosokan mata yang berlebihan selama masa kanak-kanak sehingga menyebabkan penurunan kekuatan kornea.


3. Biaya perawatan tinggi ketika mata sudah rusak

Perawatan sangat tinggi ketika mata sudah rusak. (Foto: Pixabay/Helmut_Strasil)
Perawatan sangat tinggi ketika mata sudah rusak. (Foto: Pixabay/Helmut_Strasil)

"Ketika kornea melemah, itu dapat mengembangkan kerucut, bukannya menjadi kubah halus. Kerucut ini akan membelokkan cahaya dengan cara yang salah, dan kacamata tidak akan memperbaiki penglihatan," kata Dr Tuten.

Pasien dengan keratoconus harus menggunakan lensa kontak khusus untuk mencapai penglihatan 20/20, membutuhkan lebih banyak waktu dan uang pada bagian pasien. (*)

Baca Juga:

Segudang Manfaat Musik Klasik untuk Perkembangan Anak


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH