Risan, Candi Peninggalan Buddha yang Terabaikan Candi Risan

MerahPutih Budaya - Di ujung Provinsi Yogyakarta tersimpan satu kemegahan bangunan bersejarah. Bangunan itu ialah Candi Risan. Letaknya berada di ufuk timur Provinsi Yogyakarta atau di ujung timur Gunungkidul. Tepatnya di Desa Candirejo, Kecamatan Semin, Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta.

Berdasarkan pantauan merahputih.com, beberapa hari lalu, candi tampak sepi. Tak ada satu pun wisatawan yang berkunjung. Meski telah dipagari oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) DI Yogyakarta, wisatawan seakan tak tertarik akan khazanah sejarah kebudayaan nusantara ini.

Beberapa sudut candi memang dipelihara ala kadarnya. Belum ada pemugaran, demi menciptakan daya tarik serta menciptakan kenyamanan wisatawan. "Kita belum pugar candi-candi di Gunungkidul," kata Kepala Seksi Perlindungan Pengembangan dan Pemanfaatan BPCB Yogyakarta, Wahyu Astuti, kepada merahputih.com, baru-baru ini.

Salah satu bagian di Candi Risan yang belum dipugar

Padahal, Candi Risan menyimpan sejarah panjang. Dilihat dari pendiriannya, diperkirakan Candi Risan jauh lebih tua dibandingkan Candi Prambanan.

Hal ini berdasarkan bebatuan bangunannya. Meski belum ada simpulan ilmiah ihwal tahun dan siapa pembuatnya, benda-benda di sekitarnya menunjukkan bahwa Candi Risan peninggalan umat Buddha.

Di kawasan ini ditemukan arca bercorak Buddha, yakni Awalokiteswara. Selain itu juga terdapat makara dan artefak. Tidak seperti candi-candi peninggalan umat Hindu pada umumnya, ditemukan lingga yoni, sehingga simpulan menyatakan bahwa Candi Risan peninggalan Buddha kuno jauh sebelum berdirinya kerajaan Mataram Islam.

Penamaan "Candi Risan" berasal dari kata irisan. Kata ini diartikan sebagai pembagian wilayah antara Jawa Tengah dan DI Yogyakarta. Candi ini sebagai pemisah wilayah Nguneng, Sukoharjo, Jawa Tengah, dengan Desa Pucung, yang dulunya merupakan cikal bakal berdirinya Desa Candirejo. (Fre)

BACA JUGA:

  1. Wisata Candi Tua di Ufuk Timur Yogyakarta
  2. Yuk Melancong ke Candi Cetho
  3. Candi Cetho, Mengalami Pemugaran Era Soeharto
  4. Candi Cetho, Nampak Megah Dibangun Pada Lereng Gunung Lawu
  5. Rute Perjalanan Menuju Candi Ngawen
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
GEGAYAAN DI NEGERI AING
Tradisi
GEGAYAAN DI NEGERI AING

Lewat gaya dan busana, merahputih.com mengajak pembaca menikmati kekompleksitasan Indonesia melalui tema "Gegayaan di Negeri Aing".

Menengok Tarsius dan Yaki di Cagar Alam Tangkoko
Travel
Menengok Tarsius dan Yaki di Cagar Alam Tangkoko

Rumah bagi yaki dan tarsius, dua satwa endemik dari Tanah Minahasa.

Empat Hotel Berbintang Bakal Dibangun di Kawasan Aeorotropolis Bandara YIA
Travel
Empat Hotel Berbintang Bakal Dibangun di Kawasan Aeorotropolis Bandara YIA

Berdasarkan rencana pengembangan kawasan aeorotropolis Bandara YIA, akan dibangun sejumlah hotel dan pusat perbelanjaan.

Ciri Khas Madura dalam Sepiring Nasi Serpang
Kuliner
Shrimp Toast, Cobain Resep Olahan Roti Tawar dan Udang
Kuliner
Rasakan Kesegaran 3 Minuman Khas Pontianak
Kuliner
Rasakan Kesegaran 3 Minuman Khas Pontianak

Kekayaan kuliner Indonesia datang pula dari Pontianak.

Bandung Great Sale dan Hari Jadi Kota Bandung Digelar Hybrid
Travel
Bandung Great Sale dan Hari Jadi Kota Bandung Digelar Hybrid

Akan diselenggarakan secara online dan offline.

Ada Ucapan Syukur ke Sang Pencipta di Balik Sajian Tumpeng
Tradisi
Ada Ucapan Syukur ke Sang Pencipta di Balik Sajian Tumpeng

Pemilihan lauk pun memiliki makna kehidupan tersendiri.

Temuan Kerangka di Kampung Tertua di Surabaya
Travel
Temuan Kerangka di Kampung Tertua di Surabaya

Lokasi tersebut dari sisi geografis ada di delta sungai antara Kalimas dan Pegirian.

Yuk, Masak Rawon Enak di Rumah
Kuliner
Yuk, Masak Rawon Enak di Rumah

Warna hitam rawon didapat dari bumbu keluak.