Rinaldi Dijebak Pelaku Sebelum Dibunuh dan Dimutilasi Rekontruksi mutilasi Rinaldi Harley Wismanu. Foto: MP/Kanu

MerahPutih.com - Pasangan pembunuh dan pemutilasi Rinaldi Harley Wismanu, yaitu Djumadil Al Fajar dan Laeli Atik Supriyatin menjebak korban sebelum melancarkan aksinya.

Tersngka Laeli menjebak korban untuk menemuinya di lokasi eksekusi di Apartemen Mansion Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat.

Baca Juga

Motif Sejoli Pelaku Mutilasi Rinaldi, Kelaparan hingga Dipecat Akibat COVID-19

Laeli mengajak korban bertemu lewat aplikasi Tinder. Ternyata, antara Laeli dan korban sudah kenal lewat Tinder lumayan lama. Dimana mereka kenal sudah sejak setahun lalu.

"Sudah kenal lama, setahun lalu," ucap Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus kepada wartawan, Selasa (22/9).

Kedua tersangka pembunuhan di Kalibata City. (Foto: MP/Kanugrahan)
Kedua tersangka pembunuhan di Kalibata City. (Foto: MP/Kanugrahan)

Mengklaim terdesak ekonomi, lantas sejoli ini mencoba mencari calon korban yang hendak mereka peras. Sampai akhirnya mereka memilih Rinaldi.

Hal itu dipilih karena jarak Rinaldi yang cukup dekat menurut mereka. Kemudian, Laeli pun melancarkan aksinya merayu korban untuk bertemu.

"Awalnya adalah (hendak) pemerasan pada korban-korban, kemudian mencari, yang terdekat adalah korban yang jadi korban mutilasi ini," katanya.

Yusri mengungkapkan, sejoli itu berdalih melakukan pemerasan kepada korban karena desakan ekonomi. Tunggakan uang kosan hingga tak makan berhari-hari membuat kedua tersangka melakukan pemerasan yang berujung pada kematian korban.

Seperti diketahui, korban awalnya berkenalan dengan tersangka Laeli Atik Supriyatin via aplikasi Tinder. Tersangka Laeli Atik Supriyatin kemudian menjadikan korban sebagai sasaran untuk aksi pemerasan.

"Dia mengakui juga sudah beberapa hari tidak makan, sehingga timbul niatan untuk melakukan pemerasan. Awalnya adalah pemerasan pada korban-korban, kemudian mencari, yang terdekat adalah korban yang jadi korban mutilasi ini," tutur dia.

Yusri menjelaskan, sejoli ini hidup bersama di sebuah rumah kos. Yusri menyebut tersangka Fajri sudah berkeluarga, namun rumah tangganya retak karena kehadiran Laeli.

Kedua tersangka pembunuhan di Kalibata City. (Foto: MP/Kanugrahan)
Kedua tersangka pembunuhan di Kalibata City. (Foto: MP/Kanugrahan)

"Kan memang mereka tinggal sama-sama dalam satu kos, karena DAF ini sebenarnya sudah memiliki keluarga, tetapi sempat pecah dengan kehadiran L ini," katanya.

Keduanya mengaku tidak punya uang untuk membayar kos. Selama ini, sejoli ini hidup dari uang Laeli hasil mengajar les mahasiswa.

"Terdesak ekonomi untuk membayar kos dan kehidupan sehari-hari. Karena yang bekerja itu adalah L sebenarnya. L sempat mengajar les untuk mahasiswa/mahasiswi, karena dia ahli dalam kimia ya," katanya.

Baca Juga

Pelaku Mutilasi Manajer Konstruksi di Kalibata City Ternyata Sepasang Kekasih

Sebelumnya diberitakan, polisi menemukan sosok mayat laki-laki diduga menjadi korban mutilasi di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan, Rabu (16/9). Tak lama, polisi pun menangkap kedua pelaku yakni pasangan kekasih Djumadil dan Laeli.

Tubuh korban yang bernama Rinaldi itu dimutilasi pakai golok dan gergaji hingga menjadi 11 bagian. Adapun motifnya lantaran kedua pelaku ingin menguasai harta korban. (Knu)

Tag
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Merasa Jadi Korban Saat Demo Tolak UU Ciptaker? Lapor Saja ke LPSK
Indonesia
Merasa Jadi Korban Saat Demo Tolak UU Ciptaker? Lapor Saja ke LPSK

LPSK membuka pintu bagi masyarakat untuk mengakses perlindungan dan hak-hak lain yang disediakan negara

KPK Sita Dokumen dan Uang Tunai dari Rumah Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah
Indonesia
KPK Sita Dokumen dan Uang Tunai dari Rumah Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah

Untuk jumlah uang tunai saat ini masih akan dilakukan penghitungan kembali oleh tim penyidik KPK

Pemkot Jakpus Tertibkan Warung Warga yang Berjualan di Baladewa Johar Baru
Indonesia
Pemkot Jakpus Tertibkan Warung Warga yang Berjualan di Baladewa Johar Baru

"Jadi ada warga yang usaha menaruh barang usahanya di atas bak kontrol," terang Irwandi di Jakarta.

Anies Berbohong Soal Pembelian Lahan Pemakaman Jenazah COVID-19?
Indonesia
Anies Berbohong Soal Pembelian Lahan Pemakaman Jenazah COVID-19?

Lahan TPU Rorotan memiliki luas sekitar 25 hektar

MPR Keberatan Preman Pasar Jadi Penegak Protokol Kesehatan
Indonesia
MPR Keberatan Preman Pasar Jadi Penegak Protokol Kesehatan

"Realitas kita pasar tradisional itu nggak ada pimpinan, ada yang menyebut kepala keamanannya, ada yang menyebut mandor disitu, ada yang menyebutnya jager, preman. Mereka ini kan setiap hari di sana," ujar Wakil Kepala Kepolisian Gatot.

PPKM Jawa-Bali Berlaku Pekan Depan, Polda Jateng Gencarkan Operasi 3 Kali Sehari
Indonesia
PPKM Jawa-Bali Berlaku Pekan Depan, Polda Jateng Gencarkan Operasi 3 Kali Sehari

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Jawa-Bali akan mulai 11 Januari sampai dengan 25 Januari mendatang.

 Update COVID-19 Minggu (17/5): Positif 17.520, Meninggal Dunia 1.148 Orang
Indonesia
Update COVID-19 Minggu (17/5): Positif 17.520, Meninggal Dunia 1.148 Orang

Pasien sembuh naik mencapai 218 jiwa dari kasus hari kemarin 3.911 orang sekarang menjadi 4.129 orang.

Belanja Mewah Menteri Edhy di Amerika dari Duit Suap
Indonesia
Belanja Mewah Menteri Edhy di Amerika dari Duit Suap

KPK menyelidiki kasus dugaan suap ini, mulai di Agustus lalu dengan terus melakukan profiling kemudian mengumpulkan informasi baik dari segala macam dengan teknologi maupun perbankan.

Pelanggar Protokol Kesehatan di Sidoarjo Disanksi Berdoa di Makam Korban COVID-19
Indonesia
Pelanggar Protokol Kesehatan di Sidoarjo Disanksi Berdoa di Makam Korban COVID-19

Para palanggar tersebut terdiri dari 93 pria dan 9 wanita yang terjaring razia masker oleh TNI, Polri dan Satpol PP Sidoarjo.

Kompetisi Liga 2 Belum Jelas, Persis Solo Tetap Gelar Latihan
Olahraga
Kompetisi Liga 2 Belum Jelas, Persis Solo Tetap Gelar Latihan

Situasi sekarang tidak banyak yang bisa dilakukan tim selain latihan dan latihan, sembil menunggu kepastian jadwal dari PT LIB selaku operator kompetisi.