Rilis Album Terakhir Bersama Made Indra, Navicula Gelar Konser Mini Navicula merilis album Earthship dalam konser mini, Sabtu (10/11). (foto: Instagram @naviculamusic)

MENGUSUNG semangat perdamaian, cinta, dan kebebasan, Navicula kembali dengan album kesembilan mereka. Album yang diselesaikan tepat sehari sebelum kecelakaan merenggut nyawa bassist mereka, Made Indra, tersebut diberi judul Earthship. "Album ini spesial. Made mengisi seluruh bagian bass dalam album Earthship. Album ini kami dedikasikan untuk Made," kata Gede Robi, vokalis dan gitaris Navicula, seperti dilansir Antara.

Album yang berisikan 10 lagu dan diproduseri Yayasan Manik Bumi ini bercerita tentang lingkungan, kritik sosial, pluralisme, dan situasi politik di Indonesia. Yayasan Manik Bumi merupakan lembaga independen masyarakat yang berdiri sejak 2013. Selama ini yayasan ini aktif dalam prioritas kerja pengelolaan sampah.

Kolaborasi keduanya tak mengherankan mengingat Navicula memang terkenal vokal dalam meyuarakan kepedulian terhadap lingkungan. Pesan itulah yang dibawa band asal Bali ini ketika menjalani tur Eropa, awal Oktober lalu. "Awalnya karena ada undangan dari Pasar Hamburg. Lalu Navicula mengambil kesempatan ini dengan menambahkan durasi tur dengan bermain di lima negara di Eropa lainnya," kata Robi.

earthship, navicula
Navicula meluncurkan album Earthship dalam sebuah konser penuh keakraban. (foto: Instagram @naviculamusic)

Selama tur Eropa, Navicula memutar video promo film Pulau Plastik. Film pendek itu merupakan serial dokumenter tentang karut marut masalah sampah plastik di Bali. Pulau Plastik direncanakan akan dibuat sebanyak 8 episode. Semuanya membahas masalah sampah plastik secara mendetail, mulai dari manajemen, inisiatif lokal, data dan statistik, peran pemerintah, iktikad pengusaha, kesadaran publik, hingga kebijakan lokal.

Pada Pulau Plastik, Robi menelusuri persoalan sampah plastik dari pola konsumsi masyarakat yang kemudian berakhir menjadi masalah yang kemudian dikonsumsi kembali oleh masyarakat. Film tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Akarumput, Kopernik, ASA Film, Ford Foundation, National Geographic, dan The Body Shop.

Film ini dimaksudkan untuk mendukung kolaborasi berbasis solusi antara masyarakat, pemerintah, dan korporasi. “Semua pihak diharapkan duduk bersama dan berkomitmen mencari solusi mengenai pengurangan pemakaian plastik terutama konsumsi plastik sekali pakai,” kata Robi.


Konser mini bernapas cinta lingkungan

Isu sampah plastik memang menjadi amat penting di nasional dan internasional. Hal itu disebabkan buruknya pengelolaan sampah. Akibatnya, amat banyak sampah plastik berakhir di lautan. Hal itu menimbulkan dampak serius, yakni mikroplastik yang terkandung pada ikan amat mungkin dikonsumsi manusia.

Hal itulah yang membuat band beraliran grunge ini selalu menyuarakan pengurangan sampah plastik juga kecintaan pada lingkungan dalam tiap penampilan mereka. Tak terkecuali ketika mereka menggelar konser kecil dalam rangka peluncuran album Earthship.

Konser yang dirancang dalam suasana akrab itu digelar pada Sabtu (10/11) di Colony Creative Hub, Plaza Renon, Denpasar, Bali. Tak lebih dari 200 tiket disiapkan dengan Zat Kimia dan Made Mawut yang akan tampil sebagai pembuka.

Pada konser ini, Navicula akan merilis videoklip single kedua dari album Earthship yang berjudul Di Depan Layar. Pengambilan gambar video yang disutradarai Erick EST itu dilakukan selama perjalanan tur mereka di Australia, pada November 2017.

Sebelumnya, Navicula telah merilis videoklip lagu Ibu pada Juni 2018 dan lagu Saat Semua Semakin Cepat, Bali Berani Berhenti tepat pada Hari Raya Nyepi 2016.

Dalam konser spesial ini, Navicula juga akan membagi video perjalanan selama tur di Eropa pada 3-17 Oktober lalu. Navicula menyambangi beberapa kota di enam negara, yaitu Jerman, Austria, Slovakia, Hungaria, Polandia, dan Republik Ceko.

navicula, earthship
Suvenir sedotan ramah lingkungan sebagai bentuk kampanye pengurangan sampah plastik. (foto: Instagram @naviculamusic)

Kamu bisa membeli tiket pre-sale lewat pesan Whatsapp ke nomor 082114649364 atau membeli langsung di venue seharga Rp 150 ribu. Setiap pembeli tiket bisa membawa pulang goodie bag spesial dari Navicula berupa sedotan ramah lingkungan kolaborasi Navicula x Pulau Plastik. "Ini bagian dari project dan campaign kami untuk mengurangi penggunaan sedotan plastik sekali pakai yang ternyata jumlah sampahnya cukup banyak beredar di lautan," ujar Robi dalam unggahan Instagram-nya.

Pastikan kamu datang dan ikut andil menjaga lingkungan ya.(dwi)



Dwi Astarini

LAINNYA DARI MERAH PUTIH