Ridwan Kamil: Pendidikan dan Kesehatan Jadi Prioritas APBD Perubahan 2021 Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengajak nasabah prioritas Bank bjb membeli produk UMKM Bali saat launching bjb Prioritas di Hotel Westin Nusa Dua, Bali, Jumat (17/9) malam. (Foto: Biro Adpim Jabar)

Merahputih.com - Program pendidikan dan kesehatan akan diprioritaskan dalam rancangan APBD Perubahan 2021 Jawa Barat yang saat ini sedang dibahas Pemprov Jabar dengan DPRD Jabar.

Sementara dalam nota keuangan RAPBD-P, Pemda Provinsi Jabar menyampaikan ada revisi pada pendapatan daerah dari semula Rp 41,1 triliun menjadi Rp36,09 triliun. Adapun rinciannya adalah pendapatan asli daerah semula Rp 25,06 triliun menjadi Rp 19,55 Triliun.

Sedangkan pendapatan transfer, semula Rp 16,38 triliun naik menjadi Rp 16,49 triliun. Sedangkan pendapatan lain-lain yang sah dari Rp 23,37 miliar menjadi Rp40,88 miliar.

Baca Juga:

Kehidupan Mojang Windy Cantika Aisah, Peraih Medali Pertama Olimpiade Tokyo Bagi Indonesia

"Proses secepatnya terkait perubahan anggaran 2021. Karena banyak asumsi, pendapatan kami berkurang, sehingga APBD kita mengalami koreksi hampir lebih dari Rp 5 triliun," kata Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, Jumat (24/9).

Dari sisi belanja, Pemda Provinsi Jawa Barat memangkas belanja yang tidak perlu. Oleh karena itu, belanja pada tahun anggaran 2021 diubah dari semula Rp 44,61 triliun menjadi Rp 39,9 triliun.

Belanja-belanja yang dipangkas seperti belanja operasional, di mana di dalamnya meliputi belanja perjalanan dinas, belanja makanan dan minuman, paket rapat, belanja alat/bahan kegiatan kantor, belanja sewa, dan lain-lain, efisiensi belanja insentif pemungutan pajak daerah, serta rasionalisasi belanja hibah.

Kemudian belanja modal juga dipotong. Adapun belanja ini berasal dari efisiensi paket pekerjaan yang bisa ditunda untuk tahun berikutnya, dan atau diperkirakan sampai dengan akhir tahun tidak selesai dilaksanakan, serta belanja modal pendukung kegiatan.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. (Foto: Antara)
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. (Foto: Antara)

Belanja transfer juga ikut dikurangi yang meliputi penyesuaian belanja bagi hasil pajak kepada kabupaten/kota sebagai dampak penurunan target pendapatan pajak daerah, dan juga efisiensi belanja bantuan keuangan.

Sedangkan Belanja Tidak Terduga (BTT) ditingkatkan. Peningkatan ini dalam rangka pemenuhan kebutuhan penanganan COVIF-19 dan dampaknya, pelaksanaan PPKM, antisipasi bencana banjir dan kekeringan, kewajiban kepada pihak ketiga yang belum terbayarkan, serta kebutuhan darurat dan mendesak lainnya.

"Sehingga kita mengurangi banyak perjalanan dinas, mengurangi makan minum, mengurangi proyek yang mungkin kita anggap bisa kita geser. Ini situasi dan realitas yang kita hadapi, sehingga banyak program pembangunan yang terkendala. Seperti bansos kita kurangi mungkin ada yang sudah ekspektasi seperti apa jadi kita memang sedang prihatin," jelas pria yang kerap disapa Kang Emil.

Baca Juga:

Bansos PPKM Kota Bandung Dinyatakan Rampung

Beberapa insentif untuk sektor-sektor yang masih terdampak akan diberikan. Seperti misalnya insentif UMKM hingga sektor pariwisata yang hingga saat ini masih tertekan pandemi.

Sementara itu, dari sisi industri ekonomi Jawa Barat masih tumbuh bagus. Secara makro, ekonomi Jabar juga tumbuh 6,13 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year/yoy)

"Tapi secara umum ekonomi makro kita kan lagi bagus di angka 6,13 persen walaupun setelah dibedah ekonomi kita itu bagusnya di skala makronya. Industri terutama yang ekspor. Tapi kalau sektor ril, UMKM, pariwisata masih juga banyak kendala-kendala yang terus akan kita berikan insentif," jelasnya. (Imam Herdiana/Jawa Barat)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Hujan Lebat Diprakirakan Guyur Sejumlah Kota Hari Ini
Indonesia
Hujan Lebat Diprakirakan Guyur Sejumlah Kota Hari Ini

BMKG memprakirakan hujan lebat yang dapat disertai dengan kilat/petir turun di beberapa kota di Indonesia pada Rabu (19/1).

Kemenkes Klaim Varian COVID-19 R.1 Belum Ada di Indonesia
Indonesia
Kemenkes Klaim Varian COVID-19 R.1 Belum Ada di Indonesia

Varian R.1 diketahui pertama kali ditemukan di panti jompo di Kentucky, Amerika Serikat pada Maret lalu

Dukungan Gus Yahya Jadi Ketua Umum PBNU Menguat
Indonesia
Dukungan Gus Yahya Jadi Ketua Umum PBNU Menguat

Calon Ketua Umum atau Ketum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya semakin mendapatkan dukungan.

GoTo Resmi Melantai di Bursa, Harga Sempat Naik 18 Persen
Indonesia
GoTo Resmi Melantai di Bursa, Harga Sempat Naik 18 Persen

beberapa saat setelah bel pembukaan pasar berbunyi, harga saham GOTO sempat menyentuh Rp 416/unit atau naik 23,08 persen. Jelang pukul 12.00 saham GoTo tercatat Rp 388.

KPK Ultimatum Anggaran IKN Jangan Dikorupsi Satu Rupiah Pun
Indonesia
KPK Ultimatum Anggaran IKN Jangan Dikorupsi Satu Rupiah Pun

omisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus memantau pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur dari tahapan persiapan, pembangunan, hingga pengalihan aset.

Alam Sutera Realty Gelar Donor Darah pada 23 dan 25 Oktober
Indonesia
Alam Sutera Realty Gelar Donor Darah pada 23 dan 25 Oktober

Alam Sutera berkolaborasi dengan OMNI Hospitals mengadakan kegiatan donor darah untuk membantu masyarakat mendapatkan stok darah selama pandemi COVID-19.

Jabodetabek Level 1, Ganjil - Genap Dievaluasi
Indonesia
Jabodetabek Level 1, Ganjil - Genap Dievaluasi

Dengan turun menjadi level 1, maka daerah-daerah tersebut penerapan PPKM-nya bakal mengalami kelonggaran menuju ke kondisi normal.

 PTM Wajib Dilakukan Jika 100 Persen Pengajar Sudah Divaksin
Indonesia
PTM Wajib Dilakukan Jika 100 Persen Pengajar Sudah Divaksin

Pemerintah sedang mempercepat pelaksanaan vaksinasi bagi pendidik seperti guru dan dosen serta tenaga kependidikan untuk mempersiapkan kegiatan PTM, khususnya di zona Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 2 dan 3.

Bansos PPKM Kota Bandung Dinyatakan Rampung
Indonesia
Bansos PPKM Kota Bandung Dinyatakan Rampung

Pemerintah Kota Bandung menyatakan program bantuan sosial selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat baik yang bersumber dari APBD maupun APBN sudah selesai dibagikan.

Pekan Pertama 2022, Penumpang KRL Naik 8 Persen
Indonesia
Pekan Pertama 2022, Penumpang KRL Naik 8 Persen

"Angka ini bertambah delapan persen dibanding waktu yang sama pekan lalu, yaitu 134.227 orang," kata dia dalam keterangan tertulisnya, Senin (3/1).