Ridwan Kamil: Kita Tidak Boleh Takut Dengan Teror! Wali kota Bandung Ridwan Kamil (MP/Ponco Sulaksono)

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menyerukan masyarakat untuk tak gentar terhadap serangkaian teror yang belakangan terjadi. Sehingga, tujuan teror oleh pelaku tidak tercapai.

"Kita tidak boleh takut dengan teror. Tujuan teror itu secara psikologis merasa tertekan, terggangu. Setiap hari kita harus memastikan, itu bukan rutinitas yang menggangu kita," ujar Ridwan Kamil saat menghadiri Kongres Diaspora Indonesia di Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Sabtu (1/7).

Bakal calon Gubernur Jawa Barat yang diusung Partai NasDem ini berkeyakinan, bahwa pihak Kepolisian memiliki cara untuk menangkal teror yang terjadi.

Pria yang akrab disapa Kang Emil ini membagikan tip kepada masyarakat agar tidak gentar menghadapi teror. Yakni, dengan lebih waspada dalam pergaulan.

"Waspada dalam berkegiatan dan sebagainya. Kita harus jalan terus. Tantangan seperti apa ini, dari zaman ke zaman selalu ada. Yang menang adalah mereka yang waspada dan mereka yang tidak takut," pungkas alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) ini.

Sebelumnya, penyerangan terhadap dua anggota Polisi terjadi di Masjid Falatehan, Kompleks Peruri, kawasan Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (30/6), pukul 19.40 atau beberapa jam jelang Hari Bhayangkara yang jatuh pada hari ini.

Kejadian berawal dari penyerangan dua personel Brimob, AKP Dede Suhatmi dan Briptu M Syaiful Bakhtiar, dengan sebilah pisau sangkur usai salat Isya. "Tagut," kata pelaku saat menyerang personel kepolisian di dalam masjid.

Pelaku yang diduga berinisial Mulyadi lantas kabur ke arah Terminal Blok M dan sempat dikejar petugas. Sebelum tewas akibat timah panas bersarang di kepalanya, dia sempat diminta menyerah. Namun, malah balik menantang dengan mengangkat sangkur dan berteriak, "Allah Akbar."

Hingga kini penyelidikan atas penyerangan di masjid yang jaraknya tak jauh dari Mabes Polri tersebut masih diusut petugas, meski sebelumnya sempat mendatangi kediaman pelaku di Bekasi yang tertera dengan kartu identitas yang ditemukan di salah satu saku pakaian pelaku.(Pon)



Eddy Flo

YOU MAY ALSO LIKE