Ridwan Kamil Galang Dukungan Mochtar Kusumaatmadja sebagai Pahlawan Nasional Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat tabur bunga Hari Pahlawan di TMP Cikutra, Kota Bandung, Rabu (10/11). (Foto: MP/Humas Jabar)

MerahPutih.com - Prof Dr Mochtar Kusumaatmadja akan terus diusulkan untuk mendapatkan gelar Pahlawan Nasional. Saat ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat masih menggalang dukungan dari publik termasuk para sesepuh daerah untuk ikut menyukseskan usulan tersebut.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengabarkan, hingga kini proses pengusulan almarhum Mochtar Kusumaatmadja sebagai pahlawan nasional terus berproses dan berprogres.

"Pemda Provinsi Jawa Barat sedang memperjuangkan pengusulan Pahlawan Nasional untuk almarhum Profesor Mochtar Kusumaatmadja," ujar Ridwan Kamil ditemui usai tabur bunga peringatan Hari Pahlawan Nasional di TMP Cikutra, Kota Bandung, Rabu (10/11).

Baca Juga:

Jokowi Beri Gelar Tokoh Jakarta, Banten, Kaltim dan Sulteng Pahlawan Nasional

Ridwan Kamil mengatakan, tokoh yang pernah menjabat sebagai Menteri Kehakiman tahun 1974 - 1978 dan Menteri Luar Negeri 1978 - 1988 ini memiliki jasa besar kepada bangsa Indonesia khususnya dalam konsep kenusantaraan.

Mochtar diketahui melanjutkan perjuangan Ir H Djuanda terkait kenusantaraan ini yang akhirnya disetujui oleh dunia.

"Seperti kita tahu konsep nusantara dicetuskan oleh Ir H Djuanda, tapi disetujuinya oleh dunia atas perjuangan Mochtar," ujar Ridwan Kamil.

Selain pernah menjabat sebagai menteri, tokoh kelahiran 17 Februari 1929 ini juga seorang akademisi dan diplomat.

Ia juga merupakan guru besar Fakultas Hukum Universitas Padjajaran Bandung.

"Beliau besar dan berkiprah banyak di Jabar dan Indonesia," katanya.

Menurutnya, usulan Mochtar Kusumaatmadja sebagai Pahlawan Nasional juga telah mendapat dukungan penuh dari para budayawan dan tokoh masyarakat.

"Semua mendukung, para budayawan dan tokoh masyarakat juga sangat luar biasa terhadap pengusulan nama Pahlawan Nasional ini," katanya.

Baca Juga:

Raden Aria Wangsakara, Pejuang dan Ulama Tangerang Jadi Pahlawan Nasional

Ia pun menegaskan, dalam momentum Hari Pahlawan ini, sudah selayaknya seluruh masyarakat menghargai para pahlawan yang berjasa terhadap bangsa dan negara, tak terkecuali Mochtar Kusumaatmadja.

"Dalam momentum ini sudah selayaknya kita semua menghargai pahlawan Jabar yang luar biasa ini," ujarnya.

Apabila usulan tersebut disetujui oleh pemerintah pusat, rencananya nama Mochtar Kusumaatmadja akan diabadikan pada nama jalan di Kota Bandung.

"Ada kemungkinan namanya akan kita abadikan di sebuah jalan di Ibu Kota Jabar, teknisnya nanti sedang kita atur," tuturnya.

Mochtar Kusumaatmadja meninggal tanggal 6 Juni 2021 pada usia 92 tahun dan dimakamkan di TMP Kalibata Jakarta.

Pengusulan Mochtar Kusumaatmadja sebagai Pahlawan Nasional pertama berkembang Juni 2021 setelah Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran menggelar preseminar berbagai perguruan tinggi di Indonesia, kantor Sekretariat Negara, dan media massa.

Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat bersama tim pengusul telah bertemu dengan keluarga almarhum Mochtar Kusumaatmadja di Jakarta dan mendapat persetujuan.

Para sesepuh Jabar concern dengan fakta bahwa hingga ini sudah ada 13 nama tokoh Jabar dinobatkan sebagai pahlawan nasional. Sudah 10 tahun tidak ada pahlawan nasional berasal dari Jawa Barat. (Imanha/Jawa Barat)

Baca Juga:

Mengenal Tombolotutu, Calon Pahlawan Nasional Asal Sulawesi Tengah

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Sumbangan Masjid Jadi Dalih Suap Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi
Indonesia
Sumbangan Masjid Jadi Dalih Suap Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan dalih suap Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi.

Penyebar Ajakan Seruan Jihad Lawan Densus 88 dan Sebar Provokasi, Dapat Peringatan Polri
Indonesia
Penyebar Ajakan Seruan Jihad Lawan Densus 88 dan Sebar Provokasi, Dapat Peringatan Polri

Seorang pria berinisial AW menyebarkan provokasi dan mengajak lawan Densus 88 Antiteror. Terkait ancaman itu, Polri sudah memberikan peringatan kepada pemuda tersebut

Identitas 11 Siswa di Ciamis yang Tewas saat Susuri Sungai
Indonesia
Identitas 11 Siswa di Ciamis yang Tewas saat Susuri Sungai

Sebanyak 11 siswa MTs Harapan Baru Ciamis yang tewas saat kegiatan menyusuri Sungai Cileueur, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Jumat (15/10) berhasil diidentifikasi.

Polresta Cirebon Minta PKL Patuhi PPKM Darurat
Indonesia
Polresta Cirebon Minta PKL Patuhi PPKM Darurat

Petugas meminta para PKL untuk mematuhi aturan PPKM darurat yang dilaksanakan hingga 20 Juli 2021.

Kasasi Irjen Napoleon Ditolak, Saatnya Polri Ketok Nasib Polisi Penerima Suap Djoker
Indonesia
Kasasi Irjen Napoleon Ditolak, Saatnya Polri Ketok Nasib Polisi Penerima Suap Djoker

Belum dapat memastikan apakah Napoleon bakal dipecat atau tidak sebagai anggota Korps Bhayangkara.

Kapolri Ajak Pemuda Muhammadiyah Bangun Ketahanan Nasional
Indonesia
Kapolri Ajak Pemuda Muhammadiyah Bangun Ketahanan Nasional

Kebijakan politik yang diambil oleh pemerintah akan mempengaruhi sikap negara

Penyelenggara Mulai Lakukan Pengecatan Lintasan Sirkuit Mandalika
Indonesia
Penyelenggara Mulai Lakukan Pengecatan Lintasan Sirkuit Mandalika

Penyelenggara balapan World Superbike (WSBK) terus menyelesaikan fasilitas pendukung termasuk pengecatan garis star (star line) di Sirkuit Pertamina Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB).

PAN Gabung Koalisi untuk Muluskan Program Pemerintah
Indonesia
PAN Gabung Koalisi untuk Muluskan Program Pemerintah

"Nah kelihatannya itu yang menjadi agenda yang harus digolkan," pungkasnya.

7 Ribu Murid Daftar Jalur Afirmasi Rawan Melanjutkan Pendidikan di Bandung
Indonesia
7 Ribu Murid Daftar Jalur Afirmasi Rawan Melanjutkan Pendidikan di Bandung

"Sesuai dengan amanat Wali Kota Bandung bahwa di Kota Bandung tidak boleh ada anak usia sekolah yang tidak bersekolah, terutama anak yang berasal dari keluarga yang tidak mampu," kata Hikmat.

  Musim Hujan, Pengelola Lokasi Wisata Harus Bikin Mitigasi Bencana
Indonesia
Musim Hujan, Pengelola Lokasi Wisata Harus Bikin Mitigasi Bencana

Kapolres Sleman, AKBP Wachyu Tri Budi Sulistyono menghimbau agar warga masyarakat dan sekolah untuk tidak melakukan kegiatan di daerah aliran sungai mengingat saat ini sedang memasuki musim penghujan.