Ridho Slank dan Marcello Tahitoe Jajal Peruntungan di Dunia Bisnis Kuliner Warung Katong Ridho Slank dan Marcello. (Instagram/@ridho_hafiedz)

DUNIA kuliner memang tak akan pernah kehilangan pesona. Daya tariknya akan merayu siapa pun untuk ikut di dalamnya.

Tak terkecuali bagi dua musisi Indonesia, yakni Ridho Hafiedz, personel band Slank, dan Marcello Tahitoe. Mereka bahkan menjajal peruntungan di dunia bisnis kuliner dengan membuka Warung Katong.

Suasana Warung Katong Ridho Slank dan Marcello. (Instagram/@ridho_hafiedz)
Suasana Warung Katong Ridho Slank dan Marcello. (Instagram/@ridho_hafiedz)

Melalui Warung Katong, keduanya ingin mengenalkan budaya Maluku yang sangat kaya dengan kuliner yang menggugah selera.

Seperti dikutip Antara, warung berkonsep kasual ini terdiri dari tiga area, yaitu Kopi Katong, Warung Mada, dan Porto Bar. Tidak tanggung-tanggung, mereka juga mendatangkan koki dan rempah langsung dari Ambon.

Ridho dan Marcello memilih kawasan Setiabudi, Bandung, sebagai kota pertama Warung Katong.

Papeda kuliner khas Ambon saat Natal (Instagram/@yinni.kaixin)
Papeda kuliner khas Ambon saat Natal (Instagram/@yinni.kaixin)

"Bandung masyarakatnya heterogen dan merupakan salah satu kota pelajar, jadi kami ingin tempat ini jadi melting pot mereka. Sehingga punya memori baik di masa depan," ujar Ridho.

Selain menu makanan ciri khas Maluku seperti nasi lapola dan papeda, Warung Katong juga menyediakan kopi yang menjadi budaya Maluku.

View this post on Instagram

Don't let me down.. Pas banget nihh ??#kopikatong #warungmada #warungkatong

A post shared by Ernih (@ernih.melinda) on

Satu hal lagi yang tidak bisa dipisahkan dari budaya Maluku, yaitu musik. Warung Katong juga menyediakan panggung untuk bermusik yang dikurasi langsung oleh Ridho dan Marcello. Mereka memberikan akses bagi teman-teman musisi yang ingin bermusik di warung makan ini.

Warung Katong ini juga dibangun untuk dengan membawa beberapa pesan, salah satunya ialah mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Warung Katong menyediakan sedotan, tetapi hanya diberikan jika diminta. Selain itu, tak ada penggunaan kantong untuk take away. Warung Katong juga ingin membawa kembali budaya ngobrol sehingga di warung ini tidak tersedia wifi.

"Tempat kami tidak menyediakan wifi karena hidup bukan sekadar update status. Ngopi ya ngobrol," pungkas Ridho. (*)

Baca Juga: Ini Dia Masakan Nusantara yang Wajib Disajikan Saat Natal

Kredit : zaimul

Tags Artikel Ini

Zaimul Haq Elfan Habib

LAINNYA DARI MERAH PUTIH