Ribut-Ribut Pemulangan Simpatisan ISIS, DPR: Mending Urus BPJS dan Virus Corona Saja Wakil Ketua DPR periode 2019-2024, Sufmi Dasco Ahmad. (ANTARA FOTO/Abdu Faisal)

MerahPutih.Com - Wakil Ketua DPR Fraksi Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, meminta pemerintah memprioritaskan masalah bangsa yang menyangkut warga dibanding pemulangan WNI anggota ISIS.

Beberapa isu itu antara lain soal persoalan BPJS Kesehatan dan antisipasi virus corona.

Baca Juga:

Pemerintah Diminta Kirim Tim Identifikasi WNI Anggota ISIS di Suriah

"Baiknya kita juga banyak berkonsentrasi terhadap penanggulangan virus corona dan tentunya kenaikan BPJS," kata Dasco di kepada wartawan DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (7/2).

Di samping itu, menurutnya, wacana pemulangan 600 WNI eks-ISIS yang dilontarkan Menteri Agama Fachrul Razi perlu dikaji lebih mendalam lagi. Sebab, 660 orang eks ISIS tersebut perlu memperhatikan Undang-Undang nomor 12 tahun 2006 tentang kewarganegaraan.

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad minta fokus pemerintah lebih kepada BPJS dan virus corona ketimbang WNI ISIS
Sufmi Dasco Ahmad (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

"Itu juga menjadi salah satu pertimbangan dalam kajian yang perlu benar-benar dipertimbangkan oleh pemerintah," lanjutnya.

Dia menyarangkan agar wacana tersebut dikaji lebih dalam dengan memperhatikan aturan-aturan hukum yang berlaku di Indonesia.

"Ya tentunya kalau soal pemulangan masyarakat asal Indonesia yang sebanyak 660 orang tentunya perlu banyak kajian. Terutama pemerintah juga harus memperhatikan Undang-Undang Nomor 12 tahun 2006, ada di situ antara lain Pasal 23 tentang kewarganegaraan," kata Dasco.

"Nah itu juga menjadi salah satu pertimbangan dalam kajian yang perlu benar-benar dipertimbangkan oleh pemerintah," sambung Dasco.

Untuk diketahui, Presiden Jokowi secara pribadi menolak bergulirnya wacana pemulangan eks jihadis ISIS yang dicetuskan Menteri Agama, Fachrul Razi.

Namun demikian, Jokowi mengaku akan menggelar rapat terlebih dahulu dengan kabinetnya untuk memutuskan apakah akan atau tidak kepulangan ratusan WNI yang sempat bergabung dengan kelompok teroris tersebut.

"Ya kalau bertanya kepada saya, ini belum ratas ya. Kalau bertanya kepada saya, saya akan bilang tidak. Tapi, masih diratas-kan," ujar Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Rabu (5/2).

Baca Juga:

Pengamat Politik Usulkan Eks Kombatan ISIS Dikarantina Seperti Suspect Virus Corona

Menkopolhukam Mahfud MD menyebut saat ini pemerintah lebih cenderung untuk tidak memulangkan mereka dan mempersiapkan dua aturan hukum jika mereka dipulangkan atau tidak.

Pemerintah juga telah membuat tim khusus untuk membahas pemulangan 600 eks ISIS asal Indonesia itu yang dikomando oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Suhardi Alius dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin selaku koordinator untuk urusan radikalisme dan terorisme.(Knu)

Baca Juga:

PKS Ingatkan Pemulangan 600 Eks ISIS ke Indonesia Sesuai Amanat UUD 1945

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Perum Perindo Pastikan Pasar Ikan Modern tak Terganggu Virus Corona
Indonesia
Perum Perindo Pastikan Pasar Ikan Modern tak Terganggu Virus Corona

Farida mengatakan mewabahnya virus corona tidak membuat para pedagang panik berlebihan. Pun dengan pembeli, tidak tercatat adanya panic buying untuk menimbun ikan.

Penumpukan Penumpang di Bandara Soetta Gegara Kebijakan Menhub Longgarkan Transportasi
Indonesia
Penumpukan Penumpang di Bandara Soetta Gegara Kebijakan Menhub Longgarkan Transportasi

Masyarakat jadi mengartikan boleh bepergian seenaknya asal memenuhi persyaratan yang dibutuhkan.

Pidato Megawati Jangan Paksa Anak Maju, Gibran: Sindiran Bukan Ditujukan ke Saya
Indonesia
Pidato Megawati Jangan Paksa Anak Maju, Gibran: Sindiran Bukan Ditujukan ke Saya

Pidato Mega Jangan Paksa Anak Maju, Gibran: Sindiran Bukan Ditujukan ke Saya

 Pimpinan KPK Berharap Caleg PDIP Harun Masiku Menyerahkan Diri
Indonesia
Pimpinan KPK Berharap Caleg PDIP Harun Masiku Menyerahkan Diri

"Kami berharap yang bersangkutan sukarela menyerahkan diri. Datanglah baik-baik ke KPK, kami akan sambut. Kan cuma diperiksa, pertanggungjawabkan perbuatan itu," kata Alex

Anak Buah Anies Endus Dugaan Prostitusi di Diskotek Top One
Indonesia
Anak Buah Anies Endus Dugaan Prostitusi di Diskotek Top One

Artinya sanksi penutupan bakal diberikan

Iran-AS Mereda, Rupiah Diprediksi Menguat
Indonesia
Iran-AS Mereda, Rupiah Diprediksi Menguat

Konflik antara AS dengan Iran memang dikhawatirkan akan semakin menambah daftar panjang ketidakpastian ekonomi global

Indonesia jadi Epicentrum Baru Penyebaran COVID-19 Jika Jakarta tak di-Lockdown
Indonesia
Indonesia jadi Epicentrum Baru Penyebaran COVID-19 Jika Jakarta tak di-Lockdown

Hidayat menjelaskan bahwa pemerintah wajib mencegah lumpuhnya sistem layanan kesehatan karena lonjakan kasus yang tinggi.

Pengamat Duga Eks Anak Buah Jokowi Biarkan Ari Askhara Selundupkan Harley
Indonesia
Kritik Penghargaan untuk Diskotek Colesseum, GNPF: Harusnya Anies Hati-hati
Indonesia
Kritik Penghargaan untuk Diskotek Colesseum, GNPF: Harusnya Anies Hati-hati

Menurut Martak, bagi perusahaan yang menyajikan kemaksiatan dan bertentangan dengan ajaran agama Islam tak diperlukan lagi memberikan Anugerah dalam bentuk apapun.

Awasi Protokol Kesehatan, Anggota TNI di Lapangan Diingatkan Jaga Kesehatan
Indonesia
Awasi Protokol Kesehatan, Anggota TNI di Lapangan Diingatkan Jaga Kesehatan

Peran TNI selama penegakan disiplin protokol kesehatan adalah membantu Satpol PP Jakarta selatan dan jajaran Polri